FK UNAND Cetak Doktor Baru Bidang Kesmas Melalui Disertasi Model Pencegahan Anemia
PADANG – Komitmen Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (FK UNAND) dalam melahirkan pakar kesehatan kelas dunia kembali terbukti. Pada Selasa (20/1/2026), FK UNAND resmi menambah jajaran doktornya setelah Afrina Mizawati dinyatakan lulus dalam ujian tertutup dan verifikasi jurnal pada Program Studi Kesehatan Masyarakat Program Doktor.
Dalam ujian yang berlangsung di ruang sidang Aula M. Syaaf FK UNAND Kampus Jati tersebut, Afrina memaparkan disertasi yang sangat aplikatif berjudul:
“Pengembangan Model AFRINA (Anemia Free Integrated Network Approach) dalam Pencegahan Anemia Calon Pengantin di Kota Bengkulu.”
Model ini menawarkan pendekatan jaringan terintegrasi yang fokus pada pencegahan anemia bagi calon pengantin, sebuah fase krusial sebelum memasuki masa kehamilan guna mencegah masalah kesehatan jangka panjang seperti stunting.
Sidang ini terasa istimewa dengan kehadiran Dr. H. Dedi Wahyudi, B.Z., S.E., yang merupakan Walikota Bengkulu, sebagai penguji eksternal. Kehadiran pimpinan daerah tersebut menegaskan bahwa riset yang dilakukan oleh Dr. Afrina memiliki relevansi tinggi dan dampak nyata bagi kebijakan publik, khususnya di Kota Bengkulu.
Setelah melalui proses ujian yang ketat dan verifikasi jurnal internasional, Dekan FK UNAND, Dr. dr. Sukri Rahman, Sp.THT-BL, Subsp.Onk (K), menyatakan Afrina Mizawati lulus dan berhak menyandang gelar Doktor. Pencapaian ini diharapkan tidak hanya menjadi prestasi akademik bagi individu, tetapi juga memberikan solusi konkret bagi permasalahan kesehatan masyarakat di Indonesia.
Dekan FK UNAND memberikan apresiasi atas keberhasilan ini, seraya berharap hasil penelitian “Model AFRINA” dapat segera diimplementasikan secara luas guna menciptakan generasi masa depan yang bebas anemia.






