Indonesian English
Profile

Profile (59)

  1. Use of Acarbose to Control Postprandial Hyperglycemia in Reducing Macrovascular Complication : Asman Manaf
  2. Comprehensive Treatment on Type 2 Diabetes Mellitus for Delaying Cardiovascular Complication : Asman Manaf
  3. Etiopatofisiologi dan Terapi Rasional Diabetes Melitus tipe 2 : Asman Manaf
  4. Glimepiride as the mainstay for T2DM therapy : beyond glucose control : Asman Manaf
  5. Genetical Abnormality and Glucotoxicity in Diabetes Mellitus: The Background of Tissue Damage and Infection : Asman Manaf
  6. A New Pathway in Diabetes Management : Asman Manaf
  7. Thiazolidinediones : Their role in the blood glucose and lipid control in prediabetes and diabetes : Asman Manaf
  8. Blood glucose regulation as the mainstay for T2DM therapy : avoid glucotoxicity :Asman Manaf
  9. Insulin Resistance and Cardiometabolic Impacts
  10. Neuropathic Pain In Diabetes Mellitus : Asman Manaf
  11. Prediabetes : Asman Manaf
  12. Targeting Postprandial Hyperglycaemia : Evidence for Cardiovascular Benefits with Acarbose Intervention : Asman Manaf
  13. Effect Of Metformin Therapy On Plasma Adiponectin In Obesity With Prediabetes Patients : Asman Manaf
  14. Diversitas Genetik Plasmodium Falciparum Di Daerah Endemi Malaria Sumatera Barat : Nuzulia Irawati dan Yanwirasti
  15. The function utilization of gambier (uncaria gambier) as the hepatoprotector : Zulkarnain Edward
  16. Deteksi Virus Dengue dari Nyamuk Vektor Aedes aegypti di Daerah Endemik Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Padang dengan Metode Reverse
  17. Transcriptase Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) : Hasmiwati1, Dahelmi2 dan Nurhayati1 1Bagian Parasitologi, Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Padang 2Jurusan Biologi, FMIPA Universitas Andalas, Padang.
  18. Diversitas Genetik Virus Dengue Dan Nyamuk Vektor Di Daerah Endemik Demam Berdarah Dengue (Dbd) Di Kota Padang Dengan Metode Polymerase Chain Reaction (Pcr) : Dra. Hasmiwati,M.Kes, Dr. Dahelmi, MS ,dr. Nurhayati,M.Biomed
  19. The Common Unifying mechanism :Pathobiologic of Chronic Complication in T2DM : Asman Manaf
  20. The FDC of Glimepiride and Metformin : Its Cardioprotective properties and evidence based data : Asman Manaf
  21. Peranan C-Reaktive Protein (Crp) Sebagai Parameter Diagnosis Sepsis Neonatorum : Esi Afriyanti
  22. Kelambu Celup Permetrin : Nora Harminarti
  23. Distribution Of Cells Expressing Fcri, Fcrii And Fcriii In The Rhaumatoid Synovium : Eryati Darwin
  24. Genetical Abnormality and Glucotoxicity in Diabetes Mellitus: The Background of Tissue Damage and Infection : Asman Manaf
  25. A New Pathway in Diabetes Management. In: Pertemuan Ilmiah Berkala : Asman Manaf
  26. Ringkasan - Diversitas Genetik Virus Dengue Dan Nyamuk Vektor Di Daerah Endemik Demam Berdarah Dengue (Dbd) Di Kota Padang Dengan Metode Polymerase Chain Reaction (Pcr) : Hasmiwati and Dahelmi and Nurhayati
  27. Glimepiride as the mainstay for T2DM therapy : beyond glucose control. In: endokrinologi klinik, Bandung : Asman Manaf
  28. Tumor Pancoast : Martini, Rose Dinda
  29. Hepatoma Dengan Metastase Ke Paru : Priono , Drajat and Julius
  30. Efek Hepatoprotector Flavonoid Terhadap Kerusakan Hepar Tikus : Yerizel, Eti and Oenzil, Fadil and Endrinaldi, Endrinaldi
  31. Ringkasan - Pengaruh Pendekatan Home Base Program Dalam Pemberian Terapi Metoda Applied Behaviour Analysis (Aba) Terhadap Kemajuan Penderita Autisma Di Sekolah Autisma Kota Padang 2008 : SABRI, RIKA
  32. Penggunaan modul pada pelatihan dan penyuluhan pengawas minum obat (pmo) untuk mencegah drop out pengobatan tbc di wilayah kerja puskesmas padang pasir, padang : Sabri, Rika and Erlinda, Vitria

 

Kamis, 02 Maret 2017 04:04

Medical Education Unit

Written by

1. Sejarah

MEU Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (FK-UNAND) dibentuk pertama kali pada bulan Desember 2003 dengan Surat Keputusan Dekan FK-UNAND Nomor: 3302/J16.2/TU/2003 berdasarkan instruksi DIKTI yang menetapkan Prof. Dr. Khalilul Rahman, SpM(K) sebagai ketua MEU FK-UNAND dan Dr. Rahmatina B. Herman, PhD sebagai sekretaris. Sedangkan penunjukkan dan pengangkatan personalia MEU FK-UNAND yang pertama dituangkan di dalam SK Dekan FK-UNAND tertanggal 16 April 2004, Nomor: 56/J16.2/PP/2004. Pada butir ketiga dari SK tersebut dinyatakan MEU FK-UNAND bertugas memikirkan, merencanakan bila perlu melaksanakan program serta menilainya dan mengusulkan pendapat, baik diminta maupun tidak diminta dalam pengembangan Pendidikan Dokter di Fakultas Kedokteran Universitas Andalas.

Kedudukan dan fungsi Pusat Pendidikan Kedokteran Fakultas (P2KF) / Medical Education Unit (MEU), seperti yang tercantum di dalam Lampiran 3 KIPDI III adalah suatu perangkat Fakultas / Universitas yang bertanggung jawab kepada Dekan / Rektor dalam bidang pengembangan kurikulum pendidikan dokter dengan fungsi sebagai berikut:

Pengembangan kurikulum fakultas, yaitu menyusun kurikulum fakultas dan implementasi pengembangan kurikulum sesuai dengan kebutuhan;
Pengembangan teaching learning, yaitu membuat rancangan strategi pelaksanaan pengajaran sesuai dengan implementasi kurikulum;
Pengembangan sumber daya manusia (SDM), yaitu membuat rancangan kebutuhan serta peningkatan kemampuan staf pengajar dalam pendidikan dokter;
Asistensi, monitoring dan evaluasi pelaksanaan pendidikan.

 

2. Struktur Organisasi

Bedasarkan surat keputusan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Nomor : 5901/UN16.2 / KP / 2012, bahwa stuktur organisasi Medical Eduction Unit adalah sebagai berikut :

Ketua : dr. Wirsma Arif,SpB(K)-Onk
Wakil Ketua : dr. Erly,SpMK
Sekretaris I : dr. Detty Iryani,M.Kes,M.Pd.Ked,AIF
Sekretaris II : dr. Henny mulyani,M.Biomed,SpPA
Koordinator Divisi Pengembangan Kurikulum dan
Ketua Subdivisi Pengembangan Kurikulum Tahap Akademik
: dr. Yuniar Lestari,M.Kes
Ketua Subdivisi pengembangan Kurikulum Tahap Klinik : dr. Eka Agustia Rini,SpA(K)
Koordinator Divisi Student Assessment : dr. Amel Yanis,SpKJ(K)
Koordinator Divisi Pengembangan Sumber Daya manusia (SDM) : dr. Zelly Dia Rofinda,SpPK
Koordinator Divisi Monitoring dan Evaluasi (MONEV) : Dra. Dian Pertiwi,MS

Berikut ini susunan organisasi Medical Education Unit beserta anggotanya dapat di unduh disini.

3. Tugas Dan Fungsi MEU

Kamis, 02 Maret 2017 03:43

Ilmu Gigi dan Mulut

Written by

Sejarah

Keberadaan bagian penyakit gigi dan mulut di FK Unand, tidak terlepas dari keberadaan pertama. Drg. Tan Koan Kiat (1960-1968) sampai beliau memasuki pensiun. Saat itu beliau langsung memberikan perkuliahan. Setelah beliau pensiun, kepala bagian digantikan oleh drg. R. Suparto (1968-1972). Dan drg. R. Suparto pensiun, kepala bagian digantikan oleh drg. Noor Hamid (1972-1984).

Pada awal bulan November 1984, drg. Noor Hamid meninggal. Dan beberapa minggu atau lebih kurang tiga minggu terjadi kekosongan, walaupun drg yang ada tetap pendidikan untuk membimbing mahasiswa Co Schap. Akhir November ditunjuk drg. Hartini Shah sebagai ketua UPF Gigi dan Mulut yang otomatis ketua bagian Ilmu Penyakit Gigi dan Mulut. Periode (1984-1999). Tahun 1983-1984 tidak ada lagi perkuliahan Penyakit Gigi dan Mulut.

Pada tahun 1985, dr. Hafid Ardi Sp.M, selaku ketua Sub Program Profesi, mengajak dokter gigi dibagian gigi dan mulut untuk menjadi dosen luar biasa di FK Unand. Drg. Hartini Shah, drg. Bahder Bakar, drg. Nurchyati, untuk membimbing mahasiswa FK yang Co Schap.Akhir tahun 1985 dan awal tahun 1986, diutus dua orang tenaga dokter gigi menjadi dosen tetap FK Unand yang menjadi Staf Bagian Gigi dan Mulut.

Pada tahun 1989-1991, drg. Mustafa mengikuti pendidikan S2 di FKG. UGM.

Dan drg. Isnindiah Koermiati, mengikuti pendidikan Oromrxillo Focial Surgery di Uni Kliniken Mainz Jerman (1990-1993).Dalam perjalanan tahun mahasiswa FK Unand yang Co Schap gigi sudah bertambah, tadinya lima sampai sepuluh orang dan Sp dua puluh orang. Pada tahun 1992-1993 tenaga dosen luar biasa ditambah tiga orang menjadi enam orang. Dimana pada waktu itu kuliah Ilmu Kesehatan Gigi dan Mulut sudah tidak ada. Waktu Co Schap 5 minggu. (satu minggu pertama diberi bimbingan untuk Co Schap).

Pada tahun 1999, Kepala Bagian Gigi dan Mulut ada pengantian oleh drg. Haryadi Mangkuto SpBM (1999-2003). Dan kemudian diangkat drg. Riflaini sebagai Ketua Bagian Gigi dan Mulut periode 2003 sampai sekarang.

Pada tahun 1999-2004. drg.Isnindiah Koermiati mengikuti pendidikan Pasca Sarjana Kedokteran di Unair Surabaya. Dan tahun 2010 ini juga drg. Mustafa Noer, MS sedang mengikuti pendidikan S3 Biomedik di FK Unand dibagian gigi dan mulut, hamper berakhir, karena selesainya semua yang Co Schap yang belajar konvesional.

Puncak mahasiswa Co Schap di bagian gigi dan mulut tahun 2007-2008 sampai tiga puluh orang, dalam periode Co Schap empat minggu.

 

Staf Pendidik

  1. drg. Hartini Shah
  2. drg. Hj. Riflaini
  3. drg. Mustafa Noer, MS
  4. drg. Isnindiah Koermiati
  5. drg. Haryadi Mangkuto SpBM

 

Kamis, 02 Maret 2017 03:39

Kardiovakular

Written by

Sejarah

Bagian Kardiologi dan Kedokteran Vaskular FK Unand diresmikan berdirinya tanggal 29 Januari 2005 oleh Rektor Unand dan dihadiri Menkes RI. Kolegium Ilmu Penyakit Jantung menetapkan Bagian Kardiologi dan KedokteranVaskuler Unand Menjadi Pusat Studi Binaan Februari 2006 dengan Pembinanya FKUI. Sudah berpengalaman mendidik PPDS Ilmu Penyakit Dalam dan Penyakit Paru sejak 2005 ( 8 Semester ) dan Sudah menerima dan mendidik PPDS Kardiologi FK Unand sejak2006 ( 6 semester ). Sudah dibuat perjanjian kerja sama antar Depertemen / Bagian yang diketahui oleh Kolegium Kardiovaskuler Indonesia, dimana Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskuler FKUI akan membina Bagian Kardiologi FK. Unan.

Sudah dibuat perjanjian kerja sama antar Depertemen / Bagian yang diketahui olehDekan FK. Unand dan Dekan FKUI , dimana Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskuler FKUI akan membina Bagian Kardiologi FK. Unand. Sudah dibuat perjanjian kerjasama antara Dekan FKUI dengan Dekan FK. Unand yang akan memayungi perjanjian kerjasama antar Bagian dalam saling meningkatkan mutu pendidika.

Menggunakan kurikulum yang dibuat oleh Kolegium Ilmu Penyakit Jantung Dan Pembuluh Darah Indonesia. Staf Pengajar saat ini berjumlah 15 orang dan 10 orang SpJP ( 3 Guru Besar 5 Lektor dan 2 asisten ) dan 10 orang Calon Staf dalam pendidikan. Fasilitas pendidikan cukup. Saat ini, 85 % dari modul kurikulum dapat dilakukan di Unand dan tahun 2010   diharapkan sudah 95 %. dan 2011 sudah full . Ini disebabkan 3 hal, yaitu :

a. Gedung Instalasi Gawat Darurat baru akan selesai pada tahun   2009.

b. Staf Bedah jantung masih diperbantukan dari Jakarta dan pendidikan SDM

Bedah Jantung akan selesai akhir tahun 2009 - 2010 .

c. Peralatan / SDM Elektrofisiologi diharapkan didapat tahun 2010 - 2011.

Jika pada awal tahun 2009 sudah dapat mandiri, maka 3 modul pendidikan yang belum sempurna itu diharapkan akan diatur berlandaskan kesepakatan kerja sama dengan FKUI   Modul Elektrofisiologi belum diperlukan dalam 4 semester kedepan. Pembina menyetujui bahwa untuk modul yang belum dapat dilaksanakan di FK. Unand akan dilakukan di FKUI dengan memberitahukan 6 bulan sebelumnya.

 

Staf Pendidik

  1. Prof. Dr. Asnil Sahim, SpJP(K)
  2. Prof. Ganesja M. Harimurti, SpJP(K)
  3. Prof. Dr. Idris Idham, SpJP(K)
  4. Dr. Aulia Sani, SpJP(K)
  5. Dr. Manufris Kasim, SpJP(K)
  6. Dr. M. Syukri, SpJP(K)
  7. Dr. Yerizal Karani, SpPD, SpJP(K)
  8. Dr. Yuli Ismail Sp, BT KV
  9. Dr. Muzni Muchtar, MSc
  10. Dr. Yaswir Jasrin, Ahli Ilmu Faal
  11. Dr. Masrul SpPD, SpJP(K)
  12. dr. Didik Haryanto, SpA(K)
  13. dr. Yudi Fadila, SpJP
  14. dr. Asril Hadis, SpJP
Kamis, 02 Maret 2017 03:33

llmu Kesehatan Kulit dan Kelamin

Written by

Sejarah

Didirikan pada tahun 1956, dan sampai tahun 1975 hanya dipimpin oleh dokter umum. Tahun 1964-1975, perkuliahan diberikan oleh “dosen terbang” dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Jakarta dan kepaniteraan klinik dilakukan di RSCM/FKUI. Pada awal tahun 1975 dr. M. Soedarto SpKK pindah dari Jakarta ke Padang dan langsung ditunjuk sebagai Kepala Bagian. Pertengahan tahun 1976, dr. Zainal Hakim SpKK telah menyelesaikan pendidikan keahliannya di FK-UNDIP Semarang dan pada akhir tahun 1976 selesai pula dr. Zulkarnain Makarim SpKK mengikuti pendidikan keahliannya di FKUI Jakarta.

Pada tahun 1980 dilakukan visitasi oleh CHS Jakarta untuk kemungkinan dibukanya pendidikan keahlian di FK-UNAND ini. Diputuskan oleh CHS bahwa FK. UNAND harus mencari “Bapak Angkat”, dan tahun 1981 FKUI menjadi “Bapak Angkat” namun proses “Bapak Angkat dan “Anak Angkat” ini belum berjalan mulus.

Untuk pengembangan staf pengajar PPDS-I dilakukan pendidikan pendahuluan di FK. UNAND selama 2 tahun dan pendidikan lanjutannya (finishing touch) dilakukan di FK. UNDIP dan FK. USU juga selama 2 tahun. Pada tahun 1966 hubungan “Bapak Angkat – Anak Angkat” dengan FKUI diperbaharui lagi dan tahun 1997 disepakati bahwa pendidikan pendahuluan dilakukan di FK. UNAND selama 1 tahun, seterusnya pendidikan lanjutan di FKUI Jakarta. Pada tahun 1999 disepakati pendidikan pendahuluan di FK. UNAND selama 2,5 tahun, seterusnya pendidikan lanjutan di FKUI Jakarta. Pada tahun 2000 telah diterima 2 orang residen untuk dididik di FK. UNAND dan menyelesaikan pendidikan di Jakarta. Pada tahun 2002 di buka program Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Fakultas Kedokteran Unand secara penuh.

Sistem tata Pamong Program Studi Ilmu Kesehatan (IK) Kulit dan Kelamin Fakultas Kedokteran (FK) Universatas Andalas (Unand) disusun berdasarkan Dokumen yang terdapat pada statuta dan SOTK Unand serta SOTK FK Unand

  • Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4302);
  • Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 1956 tentang Pendirian Universitas Andalas di Bukittinggi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1956 Nomor 40, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 1045);
  • Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2014 Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi;
  • Undang Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan  Nasional;
  • Undang Undang Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen;
  • Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 1999 Tentang Pendidikan Tinggi;
  • Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 0429/O/1992 tentang Status Universitas Andalas;
  • Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 25 tahun 2012 tentang Organisasi dan Tata Kerja Universitas Andalas;
  • Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor: 076/U/1980 tentang Program Pendidikan Dokter Spesialis I tanggal 10 Maret 1980;
  • Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 58/MPN.A4/KP/2011-2015 tentang Pengangkatan Rektor Universitas Andalas;
  • Keputusan Rektor Universitas Andalas Nomor 543/H6.1/KP/2010 tentang Pengangkatan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

 

Visi 

Visi Program Studi

Menjadi Program Studi Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin yang Terkemuka dan Bermartabat di Indonesia pada Tahun 2023

Terkemuka adalah Program Studi yang bereputasi baik, memiliki keunggulan terutama dalam pelaksanaan tridharma perguruan tinggi (pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat). Hal ini ditunjukkan dengan:

  • Dihasilkannya lulusan yang unggul baik knowledge, skill dan afektif melalui penerapan kurikulum berbasis kompetensi dengan memperhatikan kebutuhan masyarakat dan perkembangan IPTEK sehingga mempunyai daya saing global.
  • Publikasi hasil penelitian yang berkualitas yang diikuti dengan delivery hasil riset pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam rangka mendukung kemandirian bangsa.

Definisi terkemuka ini sesuai dengan yang digunakan oleh Universitas Andalas.

Bermartabat adalah lulusan Program studi Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin Fakultas Kedokteran Universitas Andalas selain memiliki kompetensi dan profesional juga memiliki karakter yang unggul. Karakter ini dirumuskan menjadi karakter Andalasian, yang dibangun oleh empat elemen, yakni elemen spiritual, karakter- karakter dalam keilmuan, amal dan sosial. Wujud dari visi Prodi IKKK FK Unand ini adalah bahwa di samping membangun kompetensi, juga bertekad membangun karakter bangsa. Definisi bermartabat yang digunakan ini juga disesuaikan dengan yang digunakan oleh Universitas Andalas.

        

Misi

Misi program studi

                                                                       

  1. Menyelenggarakan dan mengembangkan pendidikan berkualitas untuk  menghasilkan tenaga dokter Spesialis Kulit dan Kelamin yang profesional.
  2. Melaksanakan penelitian dalam mengembangkan Ilmu Pengetahuan di bidang Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin yang sesuai dengan perkembangan  ilmu pengetahuan dan teknologi.
  3. Melaksanakan pengabdian kepada masyarakat yang berkualitas berdasarkan perkembangan ilmu kedokteran di bidang Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin terkini dengan melibatkan peran serta masyarakat.
  4. Mengembangkan organisasi dalam meningkatkan tata kelola yang baik serta mampu beradaptasi dengan perubahan lingkungan yang strategis.

 

Tujuan 

Tujuan program studi

Penyelenggaraan Prodi IKKK FK Unand bertujuan untuk:

  1. Menghasilkan dokter Spesialis Kulit dan Kelamin yang berkualitas dan berakhlak mulia, tangguh, memiliki kemampuan dan wawasan akademik yang profesional  serta mampu mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi kedokteran, humaniora dan etika serta dapat bersaing di tingkat nasional dan internasional. Prodi IKKK FK Unand diharapkan juga dapat menghasilkan dokter Spesialis Kulit dan Kelamin yang memiliki standar kompetensi pendidikan dokter Spesialis Kulit dan Kelamin dan keunggulan kompetitif dalam penerapan prinsip pengelolaan sumber daya yang profesional.
  2. Meningkatkan upaya pemerataan dan perluasan akses serta dukungan untuk peserta didik.
  3. Menyelenggarakan penelitian dasar dan terapan yang inovatif serta pengabdian yang berkualitas untuk menunjang kemandirian bangsa.
  4. Meningkatkan implementasi hasil penelitian pada masyarakat (pengabdian berbasis riset) dengan menerapkan hasil penelitian dalam kegiatan pengabdian kepada mayarakat sesuai dengan masalah masyarakat setempat.
  5. Menjalin jaringan kerjasama yang produktif dan berkelanjutan dengan kelembagaan pendidikan, pemerintahan dan dunia usaha di tingkat daerah, nasional dan internasional.
  6. Menjadi Program studi Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin yang mandiri dan memiliki tata kelola yang baik.

 

Semenjak Program Pendidikan Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin FK. UNAND (PPDS FK. UNAND) diakui sebagai pusat pendidikan secara penuh pada tahun 2002, maka selanjutnya pendidikan dilaksanakan sepenuhnya di FK. UNAND, dan subbagian yang dikembangkan adalah :

  1. Subbagian Bangsal (3 bulan)
  2. Subbagian Poli Umum (Pria dan Wanita) (6 bulan)
  3. Subbagian Kosmetik Medik (3 bulan)
  4. Subbagian Alergi Imunologi (3 bulan)
  5. Subbagian Morbus Hansen (3 bulan)
  6. Subbagian Mikologi (3 bulan)
  7. Subbagian Infeksi Menular Seksual (3 bulan)
  8. Subbagian Tumor dan Bedah Kulit (3 bulan)
  9. Subbagian Dermatologi Anak (3 bulan)
  10. Subbagian Patologi Anatomi ( stase 2 bulan di Bagian Patologi Anatomi FK Unand)
  11. Subbagian Geriari (dalam pengembangan)

 

Staf Pendidik

   Nama : dr. Hj. Isramiharti, SpKK(K)

   Tanggal Lahir : 17 Juli 1945

   Email : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

   Curiculumvitae


   Nama : dr. Hj. Sri Lestari, SpKK(K)

   Tanggal Lahir : 13 Juli 1959

   Curiculumvitae

 


   Nama : dr. Rina Gustia, Sp.KK

   Tanggal Lahir : 19 Agustus 1964

   Email : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya. 

   Curiculumvitae


  Nama : Dr. dr. Satya Wydya Yenny, Sp.KK 

  Tanggal Lahir : 17 AGUSTUS 1969

  Curiculumvitae


   Nama : dr. Qaira Anum, Sp.KK

   Tanggal Lahir : 26 November 1968

   Curiculumvitae

 


  Nama : dr. Ennesta Asri, Sp.KK

  Tanggal Lahir : 31 Oktober 1974

  Email : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

  Curiculumvitae


  Nama : dr. Gardenia AKhyar, Sp.KK

  Tanggal Lahir : 28 Maret 1976

  Email : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

  Curiculumvitae

 

Kamis, 02 Maret 2017 03:32

Radiologi

Written by

Sejarah

Bermula dengan sebuah pesawat Roentgen, dikerjakan oleh seorang penata Roentgen di tahun 1950-an, pemeriksaan Roentgen sudah mulai berjalan, seiring dengan berdirinya rumah sakit dengan nama RSU Megawati di Jalan Gereja, Padang (SMP Santa Maria sekarang). Hasilnya sudah bisa, memenuhi permintaan dokter yang memerlukan pemeriksaan Roentgen (akhir-akhir ini kata “ Roentgen seakan hilang dari khazanah kata kedokteran, berganti dengan kata “ radiology “ bahkan dengan kata “imejing“). Lalu , berangsur-angsur, sesuai dengan perjalanan waktu, macam pemeriksaan makin beragam dengan bernagai jenis pesawat dan mesin Roentgen, kalau tadi orang hanya kenal dengan nama “ Pak Ramli “ sebagai tenaga “ ahli “ di bagian Roentgen, maka sejak tahun 1967 dengan kedatangan Dr. Darwin Arsyad, ( waktu itu pertengahan tahun 1960-an ) pelayanan radiologi yang dapat diberikan makin banyak dan makin beragam, dan dengan sendirinya kepercayaan akan hasil kerja Roentgen makin terbangun.

Apalagi sejak jajaran dokter spesialis radiologi diperkuat dengan kedatangan Dr. Khaidir Kasim di tahun 1970-an, maka kemampuan bagian atau unit radiologi makin tertantang untuk berkembang, baik sebagai instusi pendidikan maupun sebagai institusi pelayanan kedokteran. Maklum saja karena unit radiologi rumah sakit ini berada di bawah dua kendali induk yaitu rumah sakit umum Departemen Kesehatan, dan Fakultas Kedokteran universitas Andalas. Kini unit radiologi disebut sebagai SMF dan Instalasi Radiodiagnostik Radiotherapi dilihat dari sisi RSUP Dr. M. Djamil, dan disebut Bagian Radiologi bila dilihat dari sisi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas. Itu dilihat dari status, administrasi unit radiologi dan FK, bagaimana SDM dan teknologi?

Juga terjadi perkembangan yang berarti, terutama dari sisi kwantitas pesawat diagnostik dan terapi. Sampai sekarang ini, Instalasi Radiodiagnostik-Radioterapi (disingkat saja Instalasi RDRT ) belum lagi punya pesawat MRI dan Angiografi, yang seharusnya sebagai “ teaching hospital “ dengan kwalifikasi BI, sudah punya fasilitas radiologi yang moderen.

Sampai tahun 2002 ini unit diagnostik sudah punya pesawat CT Scan, pesawat mammografi, dan pesawat Gamma Camera di Unit Kedokteran Nuklir dan beberapa unit pesawat USG, BW maupun Colour Doopler.

Sementara itu unit radioterapi juga melengkapi diri, dengan pesawat – pesawat Cobalt 60, dilengkapi dengan pesawat Simulator, TPS dan Brakhiterapi. Dengan keberagaman fasilitas sarana, diagnostik dan terapi di Instalasi Radiodiagnostik-Radioterapi sudah lengkap, sehingga mestinya tidak perlu lagi penderita di Sumatera Bagian Tengah ini dirujuk ke Jakarta atau lari mencari pertolongan ke Johor atau ke Singapore. Bahkan pelayanan Kedokteran Nuklir yang merupakan layanan unggulan rumah sakit ini, sejak dicantumkannya di dalam Visi dan Misi Rumah Sakit DR. M. Djamil, mulai tahun 1980-an telah dapat menunjukkan kebolehannya, mulai dari pemeriksaan sederhana seperti pemeriksaan “up take jodium dan renogram” hingga ke pemeriksaan nuklir yang dianggap sulit dan canggih dengan menggunakan pesawat Gamma Camera.

Sejak akhir tahun 1980-an dan awal 1990-an, SDM radiologi diperkuat oleh dua orang spesialis radiologi lagi, yaitu Dr. Mukhtazar Sp. Rad untuk diagnostik, dan Dr. Risman Khamas, Sp.Rad, Onk yang bertanggung jawab mengelola unit radioterapi. Tenaga madya juga mulai lengkap, bahkan di antara mereka ada yang sudah mendapat pelatihan khusus di dalam maupun di luar negeri. Sedangkan pada tahun 2000 bertambah lagi satu orang dokter spesialis radiologi, Dr. Sylvia Rachman, Sp. Rad

Sejak meninggalnya Prof. Dr. H. Darwin Arsyad (tahun 2000) dan Dr. H. Khaidir Kasim (tahun 2001), tenaga medis dokter spesialis radiologi yang ada bertambah dengan Dr. Rozetti, SpRad. (2002) dan Dr. Lila Indrati, SpRad (2009). Sedangkan untuk Kedokteran Nuklir, SDM Radiologi diperkuat dengan Dr. Aisyah Elliyanti, SpKN, MKes. Dr. Muchtazar, SpRad meninggal dunia tahun 2006.

Selain tenaga dokter spesialis radiologi dan spesialis Kedokteran Nuklir, SDM Radiologi diperkuat oleh empat orang staf dokter umum, yaitu dr Tuti Handayani yang saat ini sedang menjalani PPDS I Radiologi di FK UI, dr Novita Ariani, dr Yulia Kurniawati dan dr Dina Arfiani.

 

Staf Pendidik

  1. Dr. Risman Khamas, Sp.Rad, Onk
  2. Dr. Sylvia Rachman Sp.Rad
  3. Dr. Rozetti Sp.Rad
  4. Dr. Aisyah Elliyanti, SpKN, M.Kes
  5. Dr. Lila Indrati Sp.Rad
  6. Dr. Tuti Handayani
  7. Dr. Novita Ariani
  8. Dr. Yulia Kurniawati
  9. Dr. Dina Arfiani
Kamis, 02 Maret 2017 03:29

Ilmu Kesehatan Mata

Written by

Sejarah

Pada tahun 1970, dr. Hafid Ardy melanjutkan pendidikan spesialisnya ke Jakarta. Kemudian tahun 1973 dr. Khalilul Rahman dan dr. Nerwati Ibrahim diterima sebagai asisten dan tahun 1976 melanjutkan pendidikannya ke Jakarta yang sebelumnya telah mengikuti pendidikan pendahuluannya di Padang. Setelah berpindah-pindah bangsal akhirnya tahun 1977, Bagian Mata mendapatkan ruangan yang cukup lengkap dengan 50 tempat tidur dan ruangan lain untuk keperluan pendidikan.

Seiring dengan kembalinya dr. Hafid Ardy tahun 1977, Bagian Ilmu Kesehatan Mata menerima 2 orang asisten lagi yaitu dr. Muslim dan dr. Syarif Amal. Pada tahun 1980, dr. Khalilul Rahman kembali ke Padang dan dengan demikian lengkaplah tenaga pengajar untuk program spesialis. Pada tahun 1981, Dirjen DIKTI melaksanakan visitasi, dengan demikian maka Bagian Mata FK Unand telah diakui sebagai tempat penyelenggaraan Program Pendidikan Dokter Spesialis Ilmu Kesehatan Mata dengan SK Dirjen DIKTI No.054/DJ/KEP/1982.

Dr. H. Muslim dan dr. Syarif Amal adalah lulusan perta dari Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS-1) Ilmu Kesehatan Mata FK Unand yang dilantik pada bulan Juli 1984. Sejak itu, Program Pendidikan Dokter Spesialis Ilmu Kesehatan Mata mulai menerima peserta didik. Menyusul kemudian, dr. Ardizal Rahman, SpM juga direktur menjadi staf pengajar namun sebelum ybs wajib mengikuti Wajib kerja Sarjana selama 2 tahun di Timor Timur. Setelah itu beliau kembali ke Bagian Mata FK Unand untuk mengikuti proses pendidikan spesialisnya di Bagian Ilmu Kesehatan Mata FK Unand. Saat ini di Ilmu Kesehatan Mata FK Unand dikelola oleh 16 orang staf pengajar.

PPDS Ilmu Kesehatan Mata FK Unand telah menghasilkan 42 orang dokter spesialis mata yang sudah tersebar di seluruh tanah air, yang mana sebagiannya juga dijadikan staf pengajar.

Seiring berjalannya waktu, para pengajar telah menjalani tambahan program fellowship untuk mengembangkan sub bagian, diantaranya yaitu:

  • dr. Hj. Getry Sukmawati, SpM (Fellowship Infeksi dan Imunologi di UI)
  • dr. Kemala Sayuti, SpM (Fellowship Pediatrik Oftalmologi di UI)
  • dr Yaskur Syarif, SpM (Fellowship Oftalmologi Komunitas di UnPad)
  • dr. Irayanti, SpM (Fellowship Refraksi dan Lensa Kontak di UI)
  • dr. M. Hidayat, SpM (Fellowship Neuro-Oftalmologi di UI)
  • dr. Heksan, SpM (Fellowship Vitreo Retina di UI)
  • dr. Harmen, SpM (Fellowship Glaukoma di UI)
  • dr. Hendriati,SpM(K) (Fellowship Rekonstruksi di UI)
  • dr. Marjis, SpM (Fellowship Fakoemulsifikasi di UnPad)
  • dr. Sri Handayani MP,SpM (Fellowship Strabismus di Unpad)
  • dr. Weni Helvinda, SpM (Fellowship Vitreo Retina di Unpad)

Sedangkan dr. Azmin Azizi, SpM direncanakan akan Fellowship Pediatrik Oftalmologi dalam waktu dekat.

Dalam lima tahun terakhir, staf yang pensiun diantaranya adalah Prof. dr. H. Ibrahim, S,SpM (K) yang pensiun tahun 2002 pada saat berumur 70 tahun, dan menjadi staf kembali sebagai guru besar Emeritus sampai sekarang. Prof. dr. H. Marias Marianas, SpM (K) pada tahun 2002 memasuki usia 65 tahun dan atas permintaan Bagian, masa pensiun diperpanjang sampai usia 70 tahun. Sedangkan Prof. dr. H. Hafid Ardy, SpM (K) meninggal dunia 20 Juni 2004 dalam usia 68 tahun. Pada tahun 2009, 2 staf memasuki masa pensiun yaitu dr. Muslim, SpM dan dr. Yaskur Syarif SpM. Atas permintaan Bagian, kedua orang staf ini masih tetap dilibatkan dalam program pendidikan dokter spesialis mata FK Unand.

 

Staf Pendidik

  1. dr. ARDIZAL RAHMAN, SpM
  2. dr. KEMALA SAYUTI, SpM
  3. dr. MUSLIM, SpM
  4. dr. M. HIDAYAT, SpM
  5. dr. Hendriati,SpM(K)
  6. dr. GETRY SUKMAWATI, SpM
  7. dr. Muslim, SpM
  8. dr. Getry Sukmawati, SpM
  9. dr. Kemala Sayuti, SpM
  10. dr. Kemala Sayuti, SpM
  11. dr. Irayanti, SpM
Kamis, 02 Maret 2017 03:19

Forensik

Written by

Sejarah

 

Bagian Ilmu Kedokteran Forensik didirikan pada bulan Agustus tahun 1964 oleh Rektor Universitas Andalas, Drs. Harun Zain dan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Dr. Soelaiman Sastrawinata.

Tahun 1964-1988, Kepala Bagian Ilmu Kedokteran Forensik adalah Dr. H. Chaidir Kamil. Kegiatan yang dilakukan yaitu berupa kuliah dan kepaniteraan klinik yang dibimbing oleh Dr. Chaidir Kamil. Pada tahun 1988-1990, Kepala Bagian Ilmu Kedokteran Forensik pindah tangan kepada dr. AR. Syahrial, Sp. OG. Setelah itu, pada tahun 1990-1995, Kepala Bagian Ilmu Kedokteran Forensik menjadi Dr. Julius Djamil, Sp. S.

Tahun 1995-2009, Kepala Bagian Ilmu Kedokteran Forensik adalah Dr. H. M. Husni Gani, Sp. F. Kegiatan di bagian Forensik masih berupa kuliah dan kepaniteraan klinik. Namun, pada tahun 2009, Dr. H. M. Husni Gani, Sp. F pensiun dan digantikan oleh  Dr. Rika Susanti, Sp. F, dengan masa jabatan dari tahun 2009-2017.

Dr. Rika Susanti bergabung menjadi staf bagian Forensik pada tahun 2002, dan setelah itu, pada tahun 2004-2007, menempuh pendidikan spesialis Forensik di Fakultas Kedokteran Universitas Andalas. Pada tahun 2002, Dra. Hj. Daryati Mardja, Apt bergabung kedalam bagian Forensik setelah dihapuskannya Bagian Farmasi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas.

Tahun 2010, Dr. Rika Susanti, Sp. F. disahkan menjadi Kepala Bagian Ilmu Kedokteran Forensik. Sejak tahun 2010 kegiatan dibagian Forensik telah berkembang menjadi beberapa kegiatan, seperti :

-          Kepaniteraan klinik dari system konvensional menjadi system PBL (Problem Based Learning)

-          Pemeriksaan mayat yang mengalami tindak pidana ( forensik patologi ).

-          Forensik klinik di IGD (Instalasi Gawat Darurat)

Pada tahun 2009, Dr. Taufik Hidayat bergabung ke dalam bagian Forensik. Melanjutkan pendidikan spesialis di Fakultas Kedokteran UGM pada tahun 2013-2016. Kembali bertugas pada tahun 2017 dan menjabat menjadi Kepala Instalasi Kedokteran Forensik pada tahun 2017.

Tahun 2010, Dr. Citra Manela masuk ke dalam staf bagian Forensik dan melanjutkan pendidikan spesialis di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia pada tahun 2011-2014. Kembali menjadi staf bagian Forensik pada tahun 2016 dan menjabat menjadi Kepala Bagian Forensik pada tahun 2017.

Kegiatan pengabdian masyarakat yang pernah dilakukan dibagian Forensik :

-          Sosialisasi UU PKDRT di wilayah kerja kecamatan Kuranji pada tahun 2008.

-          Pelatihan pembuatan VeR dokter umum di Puskesmas Kodya Padang tahun 2009.

-          Identifikasi korban gempa bumi Padang, 30 September 2009 dengan tim DVI Pusat.

-          Penyuluhan tentang kekerasan fisik dan seksual pada anak di TK adzkia Kuranji Padang, tahun 2015.

-          Penyuluhan tentang kekerasan fisik dan seksual pada anak di TK Al Azhar Padang, tahun 2015

-          Pelatihan penulisan VeR untuk dokter di Kabupaten Kepulauan Mentawai tahun 2016.

Pada saat ini total jumlah staf pengajar di Bagian Ilmu Kedokteran Forensik adalah empat orang, DR. Dr. Rika Susanti, Sp. F (Wakil Dekan I), Dr. Citra Manela, Sp. F (Kepala Bagian), Dr. Taufik Hidayat, Sp. F (Sekretaris Bagian) dan Dr. Noverika Windasari (sedang tugas belajar di UNPAD).

 

Keunggulan Bagian Forensik dan Medikolegal

 

  1. Forensik Klinik (Pemeriksaan Korban Hidup)
    1. Kecelakaan lalu lintas
    2. Kecelakaan kerja
    3. Kekerasan dalam rumah tangga
    4. Kejahatan seksual
    5. Kekerasan terhadap anak
  2. Forensik Patologi (Pemeriksaan Korban Meninggal)
    1. Pemeriksaan luar jenazah
    2. Pemeriksaan dalam jenazah (autopsy)
    3. Pengawetan jenazah (embalming)
  3. Konsultasi Medikolegal
  4. Konsultasi Paternity Test

 

Staf Pendidik

Pada saat ini total jumlah staf pengajar di Bagian Ilmu Kedokteran Forensik adalah empat orang, DR. Dr. Rika Susanti, Sp. F (Wakil Dekan I), Dr. Citra Manela, Sp. F (Kepala Bagian), Dr. Taufik Hidayat, Sp. F (Sekretaris Bagian) dan Dr. Noverika Windasari (sedang tugas belajar di UNPAD).

No

Tahun

Nama

Keterangan

1.

1964 - 1988

Dr. H. Chaidir Kamil

Meninggal tahun 2009

2.

1988 - 1990

Dr. HAR Syahrial, Sp. OG

Pindah ke Bagian kebidanan

3.

1990 - 1995

Dr. H. Julius Djamil, Sp. S

Pindah ke Bagian Syaraf

4.

1995 - 2009

Dr. H. M. Husni Gani, Sp. F

Pensiun Oktober 2009

5.

2009 - 2017

DR. Dr. Rika Susanti, Sp. F

Menjadi Wakil Dekan I

6.

2017 - Sekarang

Dr. Citra Manela, Sp. F

  1. NAMA-NAMA STAF BAGIAN FORENSIK DAN MEDIKOLEGAL

No.

Nama

Pendidikan

Tempat Pendidikan

Alamat

Keterangan

1.

DR. Dr. Rika Susanti, Sp. F

Dokter Umum FK. UA

Sp. Forensik dan Medikolegal FK. UI

S3. Biomedik FK. UA

FK. UA, 2002

FK. UI, 2007

FK. UA, 2016

Perumahan Pelangi Regensi Blok A, No. 6, Padang

Wakil Dekan I

2.

Dr. Taufik Hidayat, M. Sc, Sp. F

Dokter Umum FK. UA

Sp. Forensik dan Medikolegal Fk. UGM

S2. Ilmu Kedokteran Klinik Fk. UGM

FK. UA, 2008

FK. UGM, 2016

Kel. Gurun Lawas RT/RW. 02/03, No. 34, Kec. Nanggalo

Sekretaris Bagian/Kepala Instalasi Forensik

3.

Dr. Citra Manela, Sp. F

Dokter Umum FK. UA

Sp. Kedokteran Forensik FK. UI

FK. UA, 2008

FK. UI, 2014

Komplek PT. Semen Padang L 75 Blok C3 No. 9, Indarung, Padang

Kepala Bagian Foensik

4.

Dr. Noverika Windasari

Dokter Umum FK. UA

FK. UA, 2010

Komplek Kodam blok C-5, Siteba, Padang

Staf Bagian Forensik

 

 

Kamis, 02 Maret 2017 03:18

Anestesiologi

Written by

Sejarah

Bagian Anestesi Fk-Unand / RSUP dr. M. Djamil sebelum berdiri sendiri adalah merupakan bagian dari bagian ilmu bedah Fk-Unand. Pendiriannya diresmikan oleh Dekan Fk-Unand waktu itu dr. Soemanto dan Direktur RSUP dr. M. Djamil adalah dr. Syamsir Daili dan pada saat peresmiannya itu dihadiri oleh Bapak Prof. dr. Mohammad Kelan, pendiri anestesiologi Indonesia yang waktu itu menjabat sebagai kepala bagian anestesiologi FKUI/RSCM Jakarta.

Staf Pendidik

  1. dr. Hari Purnomo, Sp.An. Pindah ke Jakarta
  2. dr. Syahrial Ahmad, Sp.An. Pindah ke Bgn. Anestesi RS. Persahabatan
  3. dr. H. Yusril, Sp.An. Pensiun
  4. dr. AZ Rifki, Sp.An. Pensiun

 

Kamis, 02 Maret 2017 02:48

Kimia

Written by

Sejarah

Didirikan tahun 1955, dengan Kepala Bagian pertamanya Prof. Isrin Nurdin. Perlengkapan Laboratorium disumbang oleh Stanvac. Saat ini telah memiliki 2 Staf S2 yang mendapat pendidikan, hal ini dilakukan oleh para staf agar para dokter yang dihasilkan oleh FK-Unand adalah dokter yang berkemampuan dasar ilmu kedokteran yang baik untuk dapat bersaing di era globalisasi.

 

Staf Pendidik

  1. Dra. Elmatris SY. M.S
  2. Dra. Asterina, MS
  3. Drs. Endrinaldi, MS

 

Halaman 3 dari 5