Indonesian English
Bagian FK Unand

Bagian FK Unand (30)

29 Maret 2021
BRAND2021
 

 

Sejarah Bagian Ilmu Kesehatan Mata FK Unand

Pada tahun 1970, dr. Hafid Ardy melanjutkan pendidikan spesialisnya ke Jakarta. Kemudian tahun 1973 dr. Khalilul Rahman dan dr. Nerwati Ibrahim diterima sebagai asisten dan tahun 1976 melanjutkan pendidikannya ke Jakarta yang sebelumnya telah mengikuti pendidikan pendahuluannya di Padang. Setelah berpindah-pindah bangsal akhirnya tahun 1977, Bagian Mata mendapatkan ruangan yang cukup lengkap dengan 50 tempat tidur dan ruangan lain untuk keperluan pendidikan.

Seiring dengan kembalinya dr. Hafid Ardy tahun 1977, Bagian Ilmu Kesehatan Mata menerima 2 orang asisten lagi yaitu dr. Muslim dan dr. Syarif Amal. Pada tahun 1980, dr. Khalilul Rahman kembali ke Padang dan dengan demikian lengkaplah tenaga pengajar untuk program spesialis. Pada tahun 1981, Dirjen DIKTI melaksanakan visitasi, dengan demikian maka Bagian Mata FK Unand telah diakui sebagai tempat penyelenggaraan Program Pendidikan Dokter Spesialis Ilmu Kesehatan Mata dengan SK Dirjen DIKTI No.054/DJ/KEP/1982.

Dr. H. Muslim dan dr. Syarif Amal adalah lulusan peserta dari Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS-1) Ilmu Kesehatan Mata FK Unand yang dilantik pada bulan Juli 1984. Sejak itu, Program Pendidikan Dokter Spesialis Ilmu Kesehatan Mata mulai menerima peserta didik. Menyusul kemudian, dr. Ardizal Rahman, SpM juga direktur menjadi staf pengajar namun sebelum ybs wajib mengikuti Wajib kerja Sarjana selama 2 tahun di Timor Timur. Setelah itu beliau kembali ke Bagian Mata FK Unand untuk mengikuti proses pendidikan spesialisnya di Bagian Ilmu Kesehatan Mata FK Unand. Saat ini di Ilmu Kesehatan Mata FK Unand dikelola oleh 16 orang staf pengajar.

PPDS Ilmu Kesehatan Mata FK Unand telah menghasilkan 42 orang dokter spesialis mata yang sudah tersebar di seluruh tanah air, yang mana sebagiannya juga dijadikan staf pengajar.

Seiring berjalannya waktu, para pengajar telah menjalani tambahan program fellowship untuk mengembangkan sub bagian, diantaranya yaitu:

  • dr. Hj. Getry Sukmawati, SpM (Fellowship Infeksi dan Imunologi di UI)
  • dr. Kemala Sayuti, SpM (Fellowship Pediatrik Oftalmologi di UI)
  • dr Yaskur Syarif, SpM (Fellowship Oftalmologi Komunitas di UnPad)
  • dr. Irayanti, SpM (Fellowship Refraksi dan Lensa Kontak di UI)
  • dr. M. Hidayat, SpM (Fellowship Neuro-Oftalmologi di UI)
  • dr. Heksan, SpM (Fellowship Vitreo Retina di UI)
  • dr. Harmen, SpM (Fellowship Glaukoma di UI)
  • dr. Hendriati,SpM(K) (Fellowship Rekonstruksi di UI)
  • dr. Marjis, SpM (Fellowship Fakoemulsifikasi di UnPad)
  • dr. Sri Handayani MP,SpM (Fellowship Strabismus di Unpad)
  • dr. Weni Helvinda, SpM (Fellowship Vitreo Retina di Unpad)

Sedangkan dr. Azmin Azizi, SpM direncanakan akan Fellowship Pediatrik Oftalmologi dalam waktu dekat.

Dalam lima tahun terakhir, staf yang pensiun diantaranya adalah Prof. dr. H. Ibrahim, S,SpM (K) yang pensiun tahun 2002 pada saat berumur 70 tahun, dan menjadi staf kembali sebagai guru besar Emeritus sampai sekarang. Prof. dr. H. Marias Marianas, SpM (K) pada tahun 2002 memasuki usia 65 tahun dan atas permintaan Bagian, masa pensiun diperpanjang sampai usia 70 tahun. Sedangkan Prof. dr. H. Hafid Ardy, SpM (K) meninggal dunia 20 Juni 2004 dalam usia 68 tahun. Pada tahun 2009, 2 staf memasuki masa pensiun yaitu dr. Muslim, SpM dan dr. Yaskur Syarif SpM. Atas permintaan Bagian, kedua orang staf ini masih tetap dilibatkan dalam program pendidikan dokter spesialis mata FK Unand.

Struktur Organisasi Bagian Ilmu Kesehatan Mata FK Unand

Ketua                                                : dr. M. Hidayat, SpM (K)

Sekretaris                                         : dr. Weni Helfinda, Sp.M (K)

Koordinator Program Studi PPDS : dr. Andrini Ariesti, Sp.M (K)

Sekretaris Program Studi PPDS    : dr. Rinda Wati, Sp.M (K)

Staff Pengajar :

  1. Prof. Dr. Khalilul Rahman, Sp.M (K)
  2. Dr. dr. Ardizal Rahman, Sp.M (K)
  3. Dr. dr. Kemala Sayuti, Sp.M (K)
  4. Dr. dr. Hendriati, Sp.M (K)
  5. dr. M. Hidayat, Sp.M (K)
  6. dr. Getry Sukmawati, Sp.M (K)
  7. dr. Yaskur Syarif, Sp.M
  8. dr. Fitratul Ilahi, Sp.M (K)
  9. dr. Weni Helfinda, Sp.M (K)
  10. dr. Rinda Wati, Sp.M (K)
  11. dr. Andrini Ariesti, Sp.M (K)
  12. dr. Havriza Vitresia, Sp.M(K)
  13. dr. Julita, Sp.M
  14. dr. Muhammad Syauqie, Sp.M (K)
 

NEW LOGO 2020 ORI BLACK

 
24 Maret 2021
BRAND2021
 

 

Sejarah Bagian Psikiatri FK Unand

Keberadaan Bagian Psikiatri pada Fakultas Kedokteran Universitas Andalas tidak terlepas dari pembentukan dan perkembangan Rumah Sakit Jiwa Padang, mula-mula dipimpin oleh dr. HB Basyiruddin (alm) terakhir memangku jabatan sebagai Kepala IKes (terakhir guru besar Psikiatri di FK Unpad, Bandung). Selanjutnya dipimpin oleh dr. Jasir Datuk Mudo (terakhir sebagai Kepala Ikes Sumatera tengah). Digantikan kemudian oleh dr. Tjiu Wie Tek, kemudian pindah ke Bogor, dan pengganti selanjutnya adalah dr. Tjiu Kian ham (dr. Paulus Hamdani,psikiater di Semarang).

Karena dr. Tjiu Kian Ham mengikuti pendidikan spesialisasi ke Jakarta pada tahun 1972, maka pimpinan berikutnya di pegang oleh dr. Pamusuk Harahap, yang juga merupakan dosen tetap pada Fakultas Kedokteran Universitas Andalas. Setelah beliau wafat tahun 1980 pimpinan RSJ dilanjutkan oleh dr. Darmuis, SpKJ sampai tahun 1993, kemudian dilanjutkan oleh dr. Nazif Manaf, Sp.KJ sampai Januari 2012; pada masa pimpinan dr. H. Nazif Manaf, Sp.KJ nama RSJ diresmikan sebagai RSJ Hasan Basri Sa’anin Padang (RSJ HB Sa’anin). Sejak Januari 2002 direktur RSJ dipegang oleh dr. Heryezi Tahir,Sp.KJ sampai September 2007. Selanjutnya sejak September 2007 sampai sekarang direktur RSJ HB Sa’anin dipegang oleh dr. Kurniawan Sejahtera, Sp.KJ.

Pada mulanya perkuliahan Psikiatri diberikan oleh dosen terbang yang didatangkan dari FKUI, sedangkan Kepaniteraan Klinik dilakukan di Bagian Psikiatri FKUI. Sebagai dosen terbang telah datang ke Padang yaitu dr. Tarmizi, Kamal, dr. Michael Bharya, dr. AJ Hukom dan dan Lim Lay Hok.

Sekembalinya dr. Yaunin Ma’arif dari pendidikan Spesilisasi maka pada September 1972 berdirilah Bagian Psikiatri FK Unand. Dan dengan demikian Kepaniteraan Klinik mahasiswa FK Unand dilaksanakan di RSJ Padang untuk rawat inap, sedangkan untuk rawat jalan dilaksanakan di RS dr. M. Djamil dan RSJ Padang.

Dengan dibentuknya unit rawat inap Psikiatri di RS. Dr. M. Djamil pada bulan November 1996, maka sejak bulan Desember 1986 kepaniteraan klinik untuk rawat jalan rawat inap dilaksanakan di RS dr. M. Djamil dan RSJ Padang.

Dalam perkembangan Bagian Psikiatri sangat dibantu oleh partisipasi aktif dari tenaga yang bekerja pada RSJ Prof. dr. Hasan Basri Sa’anin, (status RSJ Padang ditingkatkan sejak tahun 1993 menjadi RSJ Pusat) dan RS. dr. M. Djamil, demikian juga dengan tenaga yang sudah pensiun masih tetap mengabdikan dirinya dalam kegiatan pendidikan maupun pelayanan.

Salah satu staf Psikiatri, dr. Adnil Edwin Nurdin, Sp.KJ telah menyelesaikan pendidikan S3 pada FK Unair Surabaya, dimana sebelumnya tahun 1985 beliau telah mengikuti “Advanced Course of Geriatry Psychiatry” di Adelaide. Sementara itu dr. Amel Yanis melanjutkan pendidikan Sp2 dan Psikiatri Anak di FKUI. Saat ini Bagian Psikiatri FK Unand sudah mendapat pengakuan pelaksanaan PPDS Psikiatri dengan bapak angkat FKUI.

Struktur Organisasi Bagian Psikiatri FK Unand

Ketua                                                : dr. Amel Yanis, SpKJ (K)

Sekretaris                                         : dr. Rini Gusya Liza, SpKJ, M.Ked

Staff Pengajar :

  1. Dr. Yan Rusli Munthe, SpKJ
  2. Dr. Nadjmir, SpKJ(K)
  3. Dr. dr. Yaslinda Yaunin, SpKJ (K)
  4. Dr. dr. Adnil Edwin Nurdin, SpKJ (K)
  5. dr. Amel Yanis, SpKJ (K)
  6. dr. Taufik Ashal,SpKJ
  7. dr. Rini Gusya Liza, M.Ked-KJ SpKJ
  8. dr. Darmuis, SpKJ
  9. dr. H. Nazif Manaf, SpKJ
  10. dr. JS Nurdin, SpKJ
  11. dr. Kurniawan, SpKJ
  12. dr. Heryezi Tahir, SpKJ
  13. dr. Helmi Azhar, SpKJ
  14. dr. Nelwiza Djalil
  15. dr. Eldi Sauma
  16. dr. Veronica Diana T
 

NEW LOGO 2020 ORI BLACK

 
24 Maret 2021
BRAND2021
 

 

Sejarah Bagian Ilmu THT-KL FK Unand

Bagian THT-KL sebagai salah satu bagian dan SMF di Fakultas Kedokteran UNAND/ RSUP. Dr. M. Djamil Padang yang terdiri dari sembilan subbagian bertujuan menjadi salah satu pusat layanan dan pendidikan ilmu kesehatan THT-KL yang terkemuka dan bermartabat di Indonesia dengan menyelenggarakan dan mengembangkan pendidikan, penelitian serta pelayanan yang berkualitas tinggi, berkesinambungan,  efisien dan efektif. Kami menjalankan ketiga unsur pekerjaan klinis, pendidikan dan penelitian secara seimbang.

Sebagai pusat rujukan di sumatera bagian tengah, kami berusaha meningkatkan pelayanan dengan melakukan peningkatan profesionalisme sumber daya manusia (SDM) serta melengkapi sarana dan prasarana penunjang diagnostik dan terapi.

Saat ini kami telah melakukan pelayanan rawat jalan dan rawat inap serta operasi baik emergensi maupun elektif. Pada pelayanan rawat jalan di poliklinik THT-KL RS.Dr.M. Djamil, disamping pemeriksaan THT rutin, sudah dilengkapi pemeriksaan nasoendoskopi, mikroskop, telelaringoskopi, tes alergi serta nasolaringoskopi fleksibel. Berbagai operasi THT-KL telah rutin dilakukan seperti tonsilektomi, tonsiloadenoidektomi, trakeostomi, septoplasti, timpanoplasti, timpanomastoidektomi, Fungtional Endoscopic Sinus Surgery (FESS), laringektomi, Neck Dissection, Laringoskopi, Esofagoskopi, Bronkoskopi, rinoplasti, parotidektomi, ORIF pada fraktur maksilofasial, labiopalatoplasty dan operasi tumor kepala dan leher.

Bagian THT-KL Universitas Andalas telah melaksanakan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) mandiri sejak Juli 2008.

Struktur Organisasi Bagian Ilmu THT-KL FK Unand

Ketua                                                : dr. Novialdi, Sp.THT-KL(K), FICS

Sekretaris                                         : Dr. dr.  Effy Huryati, Sp. THT-KL(K), FICS

Koordinator Program Studi PPDS : Dr.dr. Sukri Rahman, Sp.THT-KL(K), FICS, FACS

Sekretaris Program Studi PPDS    : dr. Al Hafiz, Sp.THT-KL(K), FICS

Staff Pengajar :

  1. Dr. dr. Bestari J Budiman, Sp. THT-KL(K), FICS
  2. Dr. dr. Yan Edward, Sp. THT-KL(K), FICS
  3. Dr. dr. Effy Huriyati, sp. THT-KL(K), FICS
  4. Dr. dr. Sukri Rahman, Sp. THT-KL(K), FICS, FACS
  5. dr. Novialdi, Sp. THT-KL(K), FICS
  6. dr. Fachzi Fitri, Sp. THT-KL(K) MARS
  7. dr. Jacky Munilson, Sp. THT-KL(K), FICS
  8. dr. Nirza Warto, Sp. THT-KL(K), FICS
  9. dr. Ade Asyari, Sp.THT-KL(K), FICS
  10. dr. Al hafiz, Sp.THT-KL(K), FICS
  11. dr. Dolly Irfandy, Sp. THT-KL(K), FICS
  12. dr. Rossy Rosalinda, Sp. THT-KL, FICS

Website Bagian Ilmu THT-KL FK Unand

 

NEW LOGO 2020 ORI BLACK

 
24 Maret 2021
BRAND2021
 

 

Sejarah Bagian Dermatologi dan Venerologi FK Unand

Bagian Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin FK. Unand didirikan pada tahun 1956, dan sampai tahun 1975 dipimpin oleh dokter umum. Tahun 1964-1975, perkuliahan Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin untuk mahasiswa diberikan oleh “dosen terbang” dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Jakarta dan untuk kepaniteraan klinik dilakukan di RSCM/FKUI. Pada awal tahun 1975 Alm. Prof. dr. H. M. Soedarto SpKK(K)  dari Jakarta ditempatkan di Padang dan langsung ditunjuk sebagai Kepala Bagian Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin. Pertengahan tahun 1976, Prof. dr. H. Zainal Hakim SpKK(K) telah menyelesaikan pendidikan spesialisnya di FK-UNDIP Semarang dan pada akhir  tahun 1976 telah selesai pula Alm. dr. H Zulkarnain Makarim SpKK(K) yang  menyelesaikan pendidikan spesialisnya di FKUI Jakarta.

Pada tahun 1980 dilakukan visitasi oleh CHS (Consorsium Health Science) Jakarta untuk kemungkinan dibukanya pendidikan spesialis di FK-UNAND ini. Selanjutnya oleh CHS diputuskan bahwa FK. UNAND harus mencari “Bapak Angkat”, dan pada tahun 1981 FKUI menjadi “Bapak Angkat” namun proses “Bapak Angkat dan “Anak Angkat” ini belum berjalan dengan mulus.

Pada tahun 1996 hubungan “Bapak Angkat – Anak Angkat” dengan FKUI diperbaharui lagi dan tahun 1997 disepakati bahwa pendidikan pendahuluan dilakukan di FK. UNAND selama 1 tahun, kemudian pendidikan lanjutan dilaksanakan di FKUI Jakarta. Namun pada tahun 1999 disepakati pendidikan pendahuluan di FK. UNAND selama 2,5 tahun, dan pendidikan lanjutan diselesaikan di FKUI Jakarta. Pada tahun 2000 telah diterima 2 orang residen untuk dididik di FK. UNAND dengan pendidikan pendahuluan di FK. UNAND selama 4 semester dan menyelesaikan pendidikan lanjutan di FKUI Jakarta. Pada tahun 2002 akhirnya di buka program pendidikan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Fakultas Kedokteran Unand yang penerimaan dan menyelesaikan pendidikan secara penuh di FK Unand. Adapaun divisi-divisi yang dikembangkan adalah:

  1. Divisi Bangsal
  2. Divisi Dermatologi Non Infeksi
  3. Divisi Dermatologi Infeksi
  4. Divisi Dermatologi Kosmetik
  5. Divisi Tumor dan Bedah Kulit
  6. Divisi Alergi Imunologi
  7. Divisi Infeksi Meular Seksual

Struktur Organisasi Bagian Dermatologi dan Venerologi FK Unand

Ketua                                                : dr. Gardenia Akhyar, Sp.KK

Sekretaris                                         : dr. Tutty Ariani, Sp.DV

Staff Pengajar :

  1. Dr. dr. Satya Wydya Yenny, Sp.KK(K), FINSDV
  2. dr. Sri Lestari, Sp.KK(K), FAADV, FINSDV
  3. dr. Rina Gustia, Sp.KK, FINSDV
  4. dr. Qaira Anum, Sp.KK, FINSDV
  5. dr. Gardenia Akhyar, Sp.KK
  6. dr. Ennesta Asri, Sp.KK
  7. dr. Tutty Ariani, SpDV
  8. dr. Irdawaty Izrul, SpKK, FINSDV
  9. dr. Yose Rizal, SPKK, FINSDV
  10. dr. Mutiara Sari, SpD

Website Bagian Dermatologi dan Venerologi FK Unand

 

NEW LOGO 2020 ORI BLACK

 
24 Maret 2021
BRAND2021
 

 

Sejarah Bagian Radiologi FK Unand

Bermula dengan sebuah pesawat Roentgen, dikerjakan oleh seorang penata Roentgen di tahun 1950-an, pemeriksaan Roentgen sudah mulai berjalan, seiring dengan berdirinya rumah sakit dengan nama RSU Megawati di Jalan Gereja, Padang (SMP Santa Maria sekarang). Hasilnya sudah bisa memenuhi permintaan dokter yang memerlukan pemeriksaan Roentgen (akhir-akhir ini kata “Roentgen” seakan hilang dari khazanah kata kedokteran, berganti dengan kata “ radiologi “ bahkan dengan kata “imejing“). Lalu berangsur-angsur, sesuai dengan perjalanan waktu, jenis pemeriksaan makin beragam dengan berbagai jenis pesawat dan mesin Roentgen, kalau sebelumnya orang hanya kenal dengan nama “Pak Ramli“ sebagai tenaga “ahli“ di bagian Roentgen, maka sejak tahun 1967 dengan kedatangan dr. Darwin Arsyad, (waktu itu pertengahan tahun 1960-an) pelayanan radiologi yang dapat diberikan makin banyak dan makin beragam sehingga dengan sendirinya kepercayaan akan hasil kerja Roentgen makin terbangun.

Apalagi sejak jajaran dokter spesialis radiologi diperkuat dengan kedatangan dr. Khaidir Kasim di tahun 1970-an, maka kemampuan bagian atau unit radiologi makin tertantang untuk berkembang, baik sebagai instusi pendidikan maupun sebagai institusi pelayanan kedokteran. Maklum saja karena unit radiologi rumah sakit ini berada di bawah dua kendali induk yaitu rumah sakit umum Departemen Kesehatan, dan Fakultas Kedokteran Universitas Andalas. Kini unit radiologi disebut sebagai SMF dan Instalasi Radiodiagnostik Radioterapi dilihat dari sisi RSUP Dr. M. Djamil, dan disebut Bagian Radiologi bila dilihat dari sisi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas. Itu dilihat dari status, administrasi unit radiologi dan FK, bagaimana SDM dan teknologi?

Juga terjadi perkembangan yang berarti, terutama dari sisi kwantitas pesawat diagnostik dan terapi. Sampai sekarang ini, Instalasi Radiodiagnostik-Radioterapi (disingkat saja Instalasi RDRT) belum mempunyai pesawat Angiografi, yang seharusnya sebagai “ teaching hospital “ dengan akreditasi A, sudah punya fasilitas radiologi tersebut.

Sampai tahun 2015 ini unit diagnostik sudah memiliki pesawat CT Scan 6 slice, pesawat mammografi, panoramik dan beberapa unit pesawat USG, BW maupun Color Doopler. Alat terbaru yang dimiliki unit diagnostik adalah MRI 1.5 T dan CT scan 128 slice yang insyaAllah akan mulai beroperasi pada akhir tahun 2015.

Sementara itu unit radioterapi juga melengkapi diri, dengan pesawat – pesawat Cobalt 60, dilengkapi dengan pesawat Simulator dan TPS.

Dengan keberagaman fasilitas sarana, diagnostik dan terapi di Instalasi Radiodiagnostik-Radioterapi sudah lengkap, sehingga mestinya tidak perlu lagi penderita di Sumatera Bagian Tengah ini dirujuk ke Jakarta atau lari mencari pertolongan ke Johor atau ke Singapura.

Sejak akhir tahun 1980-an dan awal 1990-an, SDM radiologi diperkuat oleh dua orang spesialis radiologi lagi, yaitu dr. Mukhtazar Sp. Rad untuk diagnostik, dan dr. Risman Khamas, Sp.Rad, Onk yang bertanggung jawab mengelola unit radioterapi. Tenaga madya juga mulai lengkap, bahkan di antara mereka ada yang sudah mendapat pelatihan khusus di dalam maupun di luar negeri. Sedangkan pada tahun 2000 bertambah lagi dokter spesialis radiologi yaitu dr. Sylvia Rachman, Sp.Rad(K), pada tahun 2002 dr. Rozetti, SpRad dan pada tahun 2003 dr.Yanuel Aziz, SpRad (Bukittinggi).

Sejak meninggalnya Prof. dr. H. Darwin Arsyad (tahun 2000) dan dr. H. Khaidir Kasim (tahun 2001), dr. Muchtazar, SpRad (tahun 2006) tenaga medis dokter spesialis yang ada bertambah dengan dr. Lila Indrati, SpRad (2009), dr.Tuti Handayani, SpRad (2014) dan pada akhir 2015 ini bertambah satu orang lagi di unit radiologi diagnostik yaitu dr. Dina Afriani Rusdi, SpRad. Di unit radioterapi, dr. Risman Khamas, Sp.Rad, Onk telah pensiun sejak tahun 2009 yang kemudian digantikan oleh dr. Enrico, SpRad,Onk (tahun 2011-2015), saat ini terdapat satu dokter spesialis yaitu dr. Novita Ariani. SpRad, Onk (2015). Sedangkan untuk Kedokteran Nuklir, SDM Radiologi diperkuat dengan Dr. dr. Aisyah Elliyanti, SpKN, M.Kes.

Saat ini di bagian radiologi menerima stase PPDS dari bagian lain seperti PPDS neurologi, PPDS THT-KL, PPDS anak dan PPDS paru Unand.

Struktur Organisasi Bagian Radiologi FK Unand

Ketua                                                : dr. Lila Indrati, Sp.Rad

Sekretaris                                         : dr. Dina Arfiani Rusjdi, Sp.Rad

Staff Pengajar :

  1. Prof. Dr. dr. Aisyah Ellyanti, Sp.KN, M.Kes
  2. dr. Sylvia Rahman, Sp.Rad(K)
  3. dr. Rozetti, Sp.Rad
  4. dr. Lila Indrati, Sp.Rad
  5. dr. Tuti Handayani, Sp.Rad
  6. dr. Dina Afriani Rusjdi, Sp.Rad
  7. dr. Fathiya Juwita Hanum, Sp.Onk, Rad
  8. dr. Novita Ariani, Sp.Onk.Rad
 

NEW LOGO 2020 ORI BLACK

 
24 Maret 2021
BRAND2021
 

 

Sejarah Bagian Neurologi FK Unand

Bagian Ilmu Penyakit Saraf Fakultas Kedokteran Universitas Andalas memiliki rangkaian sejarah yang hampir tidak terpisahkan dengan RS. Dr. M. Djamil Padang. Pembangunan fisik Bagian Ilmu Penyakit Saraf sudah terwujud pada tahun 1968 di RS. Dr. M. Djamil dengan kapasitas sekitar 50 tempat tidur, namun pada saat itu belum bisa beroperasi karena belum ada ahli saraf, dan untuk sementara bangsal tersebut dimanfaatkan oleh Bagian Ilmu Kesehatan Anak. Pada bulan April 1974 barulah diresmikan berdirinya Bagian Ilmu Penyakit Saraf FK Unand/ RS. Dr. M. Djamil, setelah Dr. Nasrul Idris selesai mengikuti pendidikan spesialis penyakit saraf di FKUI. Beliau sekaligus menjabat sebagai Kepala Bagian Ilmu Penyakit Saraf yang pertama.

Kegiatan harian pada waktu itu sebagian besar terfokus di poliklinik saraf, karena bangsal penyakit saraf yang sudah ada sebelumnya masih ditempati oleh Bagian Ilmu Kesehatan Anak (IKA). Sedangkan pasien rawat inap menjalani perawatan di dua bagian berbeda, yakni Bagian Penyakit dalam untuk kasus non trauma, dan Bagian Bedah untuk kasus trauma kepala. Sejak itu kepaniteraan klinik (Ko-schaap) untuk mahasiswa tingkat A.I dan A.II sudah dimulai, dan FK Unand tidak lagi mengirimkan mahasiswa untuk menjalani kepaniteraan klinik neurologi ke FKUI.

Pengembangan Bagian Ilmu Penyakit Saraf terus berlanjut, sampai akhirnya pada bulan April 1975 sudah mendapatkan ruang rawat inap berkapasitas 22 tempat tidur, yakni bekas ruangan yang digunakan sebelumnya oleh Bagian Penyakit Dalam sebagai poliklinik khusus. Pelayanan rawat inap dilakukan di bangsal dengan kapasitas 11 tempat tidur laki-laki dan 11 tempat tidur wanita, dan beberapa tempat tidur VIP di Pav. Embun Pagi. Pelayanan rawat jalan dilakukan di poliklinik yang dibuka setiap hari kerja, dan pada hari Jum`at disediakan pelayanan khusus untuk kasus epilepsi yang dilengkapi dengan alat elektroensefalografi (EEG). Pada tahun 1981 telah diselesaikan pembangunan ruang rawat inap baru dengan kapasitas 24 tempat tidur untuk kelas III, dan 10 tempat tidur untuk kelas II dan perawatan kelas I di Paviliun Embun Pagi.

Untuk melengkapi staf bagian, pada bulan April 1975 diterima satu seorang dokter asisten, yaitu Dr. Basjiruddin Ahmad, dimana sebelumnya beliau merupakan staf Bagian Mikrobiologi FK – Unand. Pada bulan Februari 1977 diterima lagi dua orang dokter asisten yaitu Dr. Syamsir Mukhtar (dari Depkes) dan Dr. Julius Djamil (sebelumnya staf Bagian Kedokteran Kehakiman FK-Unand). Dr. Basjiruddin melanjutkan pendidikan ke Bagian Neurologi FKUI pada Oktober 1976 dan selesai tahun 1979, Dr. Syamsir Mukhtar melanjutkan pendidikan bulan Maret 1978 dan selesai tahun 1981, serta Dr. Julius Djamil melanjutkan pendidikan bulan Juni 1978 dan menyelesaikannya pada tahun 1982. Dengan demikian Bagian Neurologi FK-Unand sudah memiliki staf pengajar sebanyak 4 orang.

Pada tanggal 6 Oktober 1984, Kepala Bagian Ilmu Penyakit Saraf FK-Unand membuat surat kepada Kepala Bagian Neurologi FKUI (Prof. Dr. Soemargo Sastrodiwirjo,DSS) yang menyatakan minat untuk menjajaki kemungkinan dilaksanakannya Program Pendidikan Dokter Spesialis-1 (PPDS-1) Ilmu Penyakit Saraf di FK-Unand. Maksud tersebut ditanggapi dengan balasan surat tertanggal 25 Oktober 1984, yang menyatakan kesediaan Ketua Bagian Neurologi FKUI bersama dengan Ketua Program Studi (KPS) yaitu Dr. Soemarmo Markam, DSS mengadakan visitasi ke Padang pada bulan November 1984. Kedatangan mereka pada tanggal 22 November 1984 sekaligus melakukan pembicaraan dengan Direktur RSUP Dr. M. Djamil (Dr. Imbalo S. Pohan, MPH) dan Dekan Fakultas Kedokteran (Dr. Havid Ardy) mengenai masalah fasilitas pendidikan. Tanggal 23 November 1984 peninjauan dilanjutkan ke Bagian Neurologi RS.Ahmad Mochtar Bukittinggi, yang juga telah lama digunakan oleh FK-Unand sebagai Rumah Sakit lahan pendidikan. Kepala bagian neurologi RS. Ahmad Mochtar waktu itu adalah Dr. Syamsir Mukhtar, DSS.

Setelah melakukan visitasi mengenai kelengkapan sarana dan prasarana penunjang pendidikan, dihasilkan keputusan dari tim visitasi bahwa Bagian Neurologi FK-Unand telah dibolehkan mendidik peserta PPDS-1 untuk 4 semester pertama mulai tahun ajaran 1986, kemudian dilanjutkan 4 semester berikutnya di Bagian Neurologi FKUI, dengan syarat calon peserta PPDS-1 telah lulus ujian yang diadakan FKUI. Namun calon peserta PPDS baru ada pada tahun 1987. Maka sejak tahun 1987 dimulailah pendidikan spesialisasi penyakit syaraf di FK-Unand, dengan peserta PPDS pertama, yaitu Dr. Hadril Busudin. PPDS lainnya yang menjalani pendidikan serupa adalah :

  • Dr. Roezwir (sekarang di RS. Lampung)
  • Dr. Amilus Ismail (RS. Ahmad Mochtar Bukittinggi)
  • Dr. Hasmi (RS. Bengkulu)
  • Dr. Yus Kasim (RS. Koja)
  • Dr. Ridwan (RS. Pasar Rebo)
  • Dr. Yuliarni Syafrita
  • Dr. Yetti Ramli (Staf FKUI/RSCM Jakarta)
  • Dr. Yulson (RS. Solok)
  • Dr. Syarif Indra

Pada tahun ajaran Januari 2000 pengiriman peserta PPDS ke FKUI terhenti, dengan diberlakukannya kebijakan baru yaitu perubahan kurikulum PPDS, dengan diterapkannya program “Double Degree” sejak awal pendidikan. Mulai saat itu tak ada lagi penerimaan peserta PPDS (residen) di Bagian Ilmu Penyakit Saraf FK-Unand / RSUP Dr. M. Djamil. Namun, pada tahun 2005 dimulai era baru program pendidikan PPDS di Bagian Ilmu Penyakit Saraf FK-Unand, dengan dibukanya program PPDS Ilmu Penyakit Saraf mandiri, yang sampai sekarang jumlah pesertanya mencapai 17 orang.

Penambahan jumlah staf pengajar mulai dipikirkan setelah musibah yang menimpa Bagian neurologi FK – Unand, yaitu meninggalnya Dr. Syamsir Mukhtar, DSS (Agustus 1988) yang disusul oleh Dr. H. Nasrul Idris, DSS (Agustus 1989), sehingga staf yang ada hanya 2 orang. Selaku Kepala Bagian, Dr. Basjiruddin, DSS melakukan negosiasi dengan Kepala Bagian Neurologi FKUI (Prof. Dr. Soemarmo Markam, DSS) untuk kemungkinan menambah staf, dan beliau menjanjikan akan menambah seorang staf dalam waktu dekat. Pertengahan tahun 1990, Depkes RI menempatkan Dr. Hardy AR, DSS di Bagian Neurologi RS. Ahmad Mochtar Bukittinggi menggantikan Dr. Syamsir Mukhtar, DSS. Pada tahun 1993 diterima 3 orang staf lagi, yaitu Dr. Darwin Amir, Sp.S (Januari 1993), Dr. Hadril Busudin, Sp.S (Maret 1993) dan Dr. Meiti Frida, Sp.S (September 1993) untuk ditempatkan di RS DR. M. Djamil. Dan pada Agustus 1996 diterima Dr. Siti Hanafiah, Sp.S di RS DR. M. Djamil. Untuk periode berikutnya berturut-turut diterima Dr. Amilus Ismail, Sp.S (tahun 1998, di RS. Dr. Ahmad Mochtar Bukittinggi), Dr. Yuliarni Syafrita, Sp.S (tahun 1999, di RS. Dr. M. Djamil), Dr. Yulson, Sp.S (tahun 2002, di RSUD Solok), dan Dr. Syarif Indra, Sp.S (tahun 2002, di RS. Dr. M. Djamil)

Dengan demikian, setelah mendapat tenaga tambahan maka proses pendidikan dapat berjalan dengan lebih baik, dimana beban pengajaran yang dipikul oleh dokter spesialis penyakit saraf yang berada di Sumatera Barat sudah terdistribusi secara optimal, khususnya yang berdomisili di Kota Padang. Selain mendidik di FK Unand, beberapa staf juga diperbantukan untuk asuhan mata pelajaran neurologi di FK-Swasta dan beberapa buah Akademi Keperawatan (negeri dan swasta).

Struktur Organisasi Bagian Neurologi FK Unand

Ketua                                                : Dr. dr. Yuliarni Syafrita, Sp.S

Koordinator Program Studi PPDS : dr. Restu Susanti,Sp.S, M. Biomed 

Sekretaris Program Studi PPDS    : dr. Hendra Permana, Sp.S (K), M. Biomed

Staff Pengajar :

  1. Prof. Dr. dr. Darwin Amir, Sp.S(K)
  2. Dr. dr. Yuliarni Syafrita, Sp.S
  3. dr. Meiti Frida, Sp.S(K)
  4. dr. Syarif Indra, Sp.S
  5. dr. Dedi Sutia, Sp.N (K), FINA
  6. dr. Fanny Adhy Putri, Sp.N
  7. dr. Reno Bestari, Sp.N
  8. dr. Restu Susanti,Sp.S, M. Biomed
  9. dr. Hendra Permana, Sp.S (K), M. Biomed
 

NEW LOGO 2020 ORI BLACK

 
25 Maret 2021
BRAND2021
 

 

Sejarah Bagian Forensik dan Medikolegal FK Unand

Bagian Ilmu Kedokteran Forensik didirikan pada bulan Agustus tahun 1964 oleh Rektor Universitas Andalas, Drs. Harun Zain dan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Dr. Soelaiman Sastrawinata.

Tahun 1964-1988, Kepala Bagian Ilmu Kedokteran Forensik adalah Dr. H. Chaidir Kamil. Kegiatan yang dilakukan yaitu berupa kuliah dan kepaniteraan klinik yang dibimbing oleh Dr. Chaidir Kamil. Pada tahun 1988-1990, Kepala Bagian Ilmu Kedokteran Forensik pindah tangan kepada dr. AR. Syahrial, Sp. OG. Setelah itu, pada tahun 1990-1995, Kepala Bagian Ilmu Kedokteran Forensik menjadi Dr. Julius Djamil, Sp. S.

Tahun 1995-2009, Kepala Bagian Ilmu Kedokteran Forensik adalah Dr. H. M. Husni Gani, Sp. F. Kegiatan di bagian Forensik masih berupa kuliah dan kepaniteraan klinik. Namun, pada tahun 2009, Dr. H. M. Husni Gani, Sp. F pensiun dan digantikan oleh  Dr. Rika Susanti, Sp. F, dengan masa jabatan dari tahun 2009-2017.

Dr. Rika Susanti bergabung menjadi staf bagian Forensik pada tahun 2002, dan setelah itu, pada tahun 2004-2007, menempuh pendidikan spesialis Forensik di Fakultas Kedokteran Universitas Andalas. Pada tahun 2002, Dra. Hj. Daryati Mardja, Apt bergabung kedalam bagian Forensik setelah dihapuskannya Bagian Farmasi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas.

Tahun 2010, Dr. Rika Susanti, Sp. F. disahkan menjadi Kepala Bagian Ilmu Kedokteran Forensik. Sejak tahun 2010 kegiatan dibagian Forensik telah berkembang menjadi beberapa kegiatan, seperti :

  • Kepaniteraan klinik dari system konvensional menjadi system PBL (Problem Based Learning)
  • Pemeriksaan mayat yang mengalami tindak pidana ( forensik patologi ).
  • Forensik klinik di IGD (Instalasi Gawat Darurat)

Pada tahun 2009, Dr. Taufik Hidayat bergabung ke dalam bagian Forensik. Melanjutkan pendidikan spesialis di Fakultas Kedokteran UGM pada tahun 2013-2016. Kembali bertugas pada tahun 2017 dan menjabat menjadi Kepala Instalasi Kedokteran Forensik pada tahun 2017.

Tahun 2010, Dr. Citra Manela masuk ke dalam staf bagian Forensik dan melanjutkan pendidikan spesialis di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia pada tahun 2011-2014. Kembali menjadi staf bagian Forensik pada tahun 2016 dan menjabat menjadi Kepala Bagian Forensik pada tahun 2017.

Kegiatan pengabdian masyarakat yang pernah dilakukan dibagian Forensik :

  • Sosialisasi UU PKDRT di wilayah kerja kecamatan Kuranji pada tahun 2008.
  • Pelatihan pembuatan VeR dokter umum di Puskesmas Kodya Padang tahun 2009.
  • Identifikasi korban gempa bumi Padang, 30 September 2009 dengan tim DVI Pusat.
  • Penyuluhan tentang kekerasan fisik dan seksual pada anak di TK adzkia Kuranji Padang, tahun 2015.
  • Penyuluhan tentang kekerasan fisik dan seksual pada anak di TK Al Azhar Padang, tahun 2015
  • Pelatihan penulisan VeR untuk dokter di Kabupaten Kepulauan Mentawai tahun 2016.

Struktur Organisasi Bagian Forensik dan Medikolegal FK Unand

Ketua                                                : Dr. Citra Manela, Sp. F

Sekretaris                                         : Dr. Taufik Hidayat, Sp. F

Staff Pengajar :

  1. Dr. dr. Rika Susanti, Sp.F.M (K)
  2. dr. Taufik Hidayat, M. Sc, Sp.F
  3. dr. Citra Manela, Sp.F
  4. dr. Noverika Windasari, Sp.F
 

NEW LOGO 2020 ORI BLACK

 
24 Maret 2021
BRAND2021
 

 

Sejarah Bagian Kardiologi dan Kedokteran Vaskuler FK Unand

Bagian Kardiologi dan Kedokteran Vaskular Universitas Andalas masih berusia sangat muda, diresmikan pendiriannya pada tanggal 29 Januari 2005 oleh Rektor UNAND dan Menkes Dr. dr. Fadilah Supari, Sp.JP(K). Pendirian Bagian ini melalui liku-liku yang panjang. Keinginan untuk mendirikan Bagian ini di Universitas Andalas berakar sejak dikirimnya Dr. Asnil Sahim, Dosen FK UNAND untuk mengikuti pendidikan Dokter Spesialis Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah ke Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK UI) Jakarta pada tahun 1977, setelah tamat dan kembali ke Padang di tahun 1981, ternyata Bagian ini belum dapat didirikan. Pendiriannya perlu didahului oleh pendirian Pusat Jantung Regional (PJR) di RSUP dr. M. Djamil Padang. Pusat pelayanan jantung ini diperlukan untuk tempat pendidikan Dokter Spesialis Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah. Akhirnya pendirian PJR di RSUP dr. M. Djamil Padang mulai dicanangkan pada 20 September 2001 dan diresmikan operasionalnya 5 Juli 2003 oleh Mentri Kesehatan Republik Indonesia dan Gubernur Sumatera Barat.

Dalam rangka pengembangan kualitas sumber daya manusia dalam menunjang program PJR tersebut, maka dibutuhkan peningkatan tenaga spesialis kardiovaskular, di bidang klinik, invasif dan non invasif, bedah jantung, anastesi, aritmia, dan sub bidang lainnya yang lebih bermutu sehingga di harapakan tenaga spesialis dan subspesialis dibidang kardiovaskular akan memenuhi kebutuhan penganggulangan kasus kasus sulit dan menghasilkan pendidikan dokter spesialis jantung yang mandiri. Dengan demikan upaya melengkapi tenaga spesialis penyakit jantung dan pembuluh darah di regional ini akan menjadi kenyataan untuk menghadapi era globalisasi. Pada tahun 2007, program studi pendidikan profesi dokter spesialis (PPDS) ilmu penyakit jantung dan pembuluh darah FK UNAND sudah dapat menerima peserta didik dibawah binaan prodi PPDS ilmu penyakit jantung dan pembuluh darah FK UI. Sedangkan pendidikan PPDS secara mandiri sudah dapat dilaksanakan di prodi PPDS ilmu penyakit jantung dan pembuluh darah FK UNAND mulai Januari 2010, dengan adanya surat keputusan yang dikeluarkan oleh Departemen Pendidikan Nasional, Direktorat Jendral Pendidikan tinggi no.1845/D/T/2009, tanggal 14 Oktober 2009 tentang izin penyelenggaraan Program Studi Ilmu Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah (sp-1) FK UNAND.

Saat ini Program Studi Ilmu Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah (sp-1) FK UNAND telah terakreditasi peringkat B oleh LAM-PTKes per 01 Desember 2018 sesuai dengan surat keputusan No. 0758/LAM-PTKes/Akr/Spe/XII/2018, prodi juga telah memiliki total 12 dosen tetap dengan 9 orang diantaranya telah menyelesaikan subspesialis di berbagai bidang. per Juli 2019 Program Studi Ilmu Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah (sp-1) FK UNAND telah meluluskan 34 dokter spesialis yang telah bekerja di rumah sakit di berbagai provinsi di Pulau Sumatera dan Jawa.

Struktur Organisasi Bagian Kardiologi dan Kedokteran Vaskuler FK Unand

Ketua                                                : dr. Muhammad Syukri, Sp.JP (K)

Sekretaris                                         : dr. Hauda El-Rasyid, Sp.JP (K)

Koordinator Program Studi PPDS : Dr. dr. Masrul Syafri, Sp.PD, Sp.JP (K)

Sekretaris Program Studi PPDS    : dr. Rita Hamdani, Sp.JP

Staff Pengajar :

  1. Prof. Dr. dr. Asnil Sahim, SpJP (K)
  2. Dr. dr. Masrul Syafri, SpPD, SpJP (K)
  3. dr. Muhammad Syukri, SpJP (K)
  4. dr. Yerizal Karani, SpPD, SpJP (K)
  5. dr. Didik Haryanto, SpA (K)
  6. dr. Hauda El Rasyid, SpJP (K)
  7. dr. Muhammad Fadil, SpJP (K)
  8. dr. Mefri Yanni, SpJP (K)
  9. dr. Eka Fithra Elfi, SpJP (K)
  10. dr. Yose Ramda Ilhami, SpJP
  11. dr. Rita Hamdani, SpJP (K)
  12. dr. Kino, SpJP (K)
  13. dr. Citra Kiki Krevani, SpJP
  14. dr. Nani, Sp.JP
  15. dr. Denada Florencia Leona

 

 

NEW LOGO 2020 ORI BLACK

 
Halaman 1 dari 3