Indonesian English
Items filtered by date: Rabu, 09 Januari 2019
09 Januari 2019 In Berita

       

  Kiprah Mahasiswa FK Unand Pengabdian Masyarakat Hippocrates Emergency Team Angkatan XXIX

           Hari Jum’at-Sabtu, 30-31 Maret 2018 telah dilaksanakan kegiatan Pengabdian Masyarakat (Dimas) Hippocrates Emergency Team Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (HET FK UNAND) angkatan XXIX. Panitia dari kegiatan ini merupakan mahasiswa Profesi Dokter Fakultas Kedokteran UNAND tahun 2016. Kegiatan Dimas dilaksanakan  di Nagari Duku, Kecamatan Koto XI, Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan, Painan.

            Pengabdian Masyarakat HET bersama Wakil Dekan III

Kegiatan Dimas dilaksanakan selama dua hari yang dihadiri oleh 19 orang panitia Dimas HET Angkatan XXIX, ketua panita Dimas HET Angkatan XXIX, ketua HET FK UNAND, beserta senior dari HET FK UNAND yang merupakan dokter-dokter handal di bidangnya. Pada hari pertama kami mengadakan penyuluhan mengenai GERMAS yang diselenggarakan di Masjid Raya Nurul Huda yang dekat dari SD 22 Nagari Duku Tarusan yang ditujukan untuk masyarakat sekitar. Di hari kedua kegiatan dimulai dengan meriah oleh penampilan tari pasambahan yang dipersembahkan oleh murid SD 22 Nagari Duku Tarusan. Acara selanjutnya adalah kata sambutan dari ketua panita Diklat HET Angkatan XXIX, ketua HET FK UNAND, wakil dekan III FK UNAND DR.dr. Netti Suharti M.Kes dan dari wali nagari koto XI Tarusan sekaligus membuka acara tersebut. Kemudian dilanjutkan dengan kegiatan sirkumsisi hingga selesai.

Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini khusunya bagi HET yaitu memberikan pengalaman dan pelajaran bagi anggota biasa angkatan XXIX yang baru selesai dilantik jadi anggota HET. Selain itu juga memberikan pengalaman dan ajang silaturahmi bagi anggota HET yang lain dari berbagai angkatan. Sangat banyak manfaat dari kegiatan pengabdian masyarakat ini bagi anggota HET, termasuk bagi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas yang menerapkan Tri Darma Perguruan Tinggi yaitu salah satunya pengabdian. Selain itu manfaat juga didapatkan oleh warga Nagara Duku baik dari penyuluhan maupun sirkumsisinya yang sangat membantu mereka.  Kegiatan berlangsung dengan lancar walaupun ada beberapa anak yang ketakutan dan membatalkan niatnya untuk di sirkumsisi. Meskipun demikian setiap peserta sudah merasakan bagaimana rasanya melakukan berbagai Teknik yang sudah diajarkan kepada mereka dengan pengawasan dari mahasiswa PPDS Bedah Fakultas Kedokteran Universitas Andalas. 

 

Pebriyantoson,SS

09 Januari 2019 In Berita

 

 HET Dan Bantuan Korban Bencana Lampung

Akibat gelombang Tsunami setinggi 4 meter yang melanda sejumlah pantai di wilayah Selat Sunda, Hippocrates Emergency Team (HET) Fakultas Kedokteran Universitas Andalas menurunkan tim bantuan medis sebanyak 8 orang ke wilayah Lampung Selatan pada Jumat (28/12/2018) untuk membantu penanganan medis warga yang terdampak akibat terjangan Tsunami. Tim terdiri dari 1 dokter spesialis, 1 dokter, 2 dokter muda dan 4 mahasiswa preklinik. Pembina tim ini yaitu Dr. dr. H. Afriwardi, SpKO, MA, AIFO dan koordinator lapangan (korlap) yaitu Syihabuddin Hasan Kholili. Sebelum keberangkatan, berlangsung upacara pelepasan untuk melepas delegasi tim bantuan medis (TBM) HET FK Unand yang dihadiri oleh Bapak Wakil Rektor III Unand Prof. Dr. Ir. Hermansah, MS, M.Sc dan Ibu Wakil Dekan III FK Unand Dr. dr. Netti Suharti, M.Kes beserta Ketua Umum KM FK Unand juga petinggi-petinggi Unit Kegiatan Mahasiswa FK Unand. Tim membawa bantuan donasi yang telah dikumpulkan dari berbagai instansi dan organisasi berupa uang tunai, pakaian, bantal, selimut, sepatu, pakaian dalam dan obat-obatan.

Pemberian Bantuan Ke korban Bencana Tsunami Lampung

 

Minggu (30/12/18), tim sampai ke Lampung Selatan. Tim HET FK Unand bekerjasama dengan TBM Coronarius FK Malahayati. Hari pertama, dibagi menjadi 3 tim. Tim pertama di Desa Sukaraja, tim kedua di posko induk PTBMMKI di Desa Waymuli, dan tim ketiga di Puskesmas Rajabasa. Sebelum menjalankan tugas di masing-masing posko, tim menurunkan seluruh bantuan yang akan disalurkan kepada korban di Posko Induk PTBMMKI. Pada hari ini untuk korban yang ditangani tim pertama ada 14 pasien dan 2 diantaranya balita dengan keluhan utama hipertensi dan diare, tim kedua ada sekitar 20 orang pasien yang datang berobat dengan keluhan utama hipertensi dan melakukan pembersihan luka sedangkan tim ketiga di puskesmas hanya 5 orang pasien yang datang dengan keluhan luka-luka dan trauma psikis. Dari wawancara yang dilakukan dengan warga setempat untuk bantuan yang masih diperlukan adalah bantal, selimut, dan alat masak. Untuk bantuan pakaian sudah tidak dibutuhkan oleh warga disana karna sudah terlalu banyak yang menyumbang sehingga banyak yang tidak terpakai.

Senin (31/12/18), tim mengganti tempat tujuan dari puskesmas ke daerah Desa Cugung karena untuk puskesmas sudah terkontrol oleh dokter puskesmas. Tim tetap dibagi 3 yaitu tim pertama di Desa Sukaraja, tim kedua di Posko Induk PTBMMKI Desa Waymuli, dan tim ke tiga di Desa Cugung. Tim pertama menangani korban sebanyak 64 orang dengan penderita balita sekiar 20 orang dengan keluhan utama pusing, diare, myalgia, pergantian perban,gatal-gatal, dan ISPA (infeksi saluran nafas atas), tim kedua menangani korban sekitar 20 orang untuk kontrol dan ganti perban luka, di posko ini juga dilakukan trauma healing untuk anak-anak dan dewasa oleh TAGANAS dan juga Tim Sedekah Rombongan (TSR), sedangkan tim ketiga di Desa Cugung kami mendata pengungsi yang kebanyakan mengeluhkan batuk pilek.

Selasa (1/1/19), tim hanya fokus ke posko yang berada di Desa Cugung dan Posko Induk PTBMMKI karena di Posko Sukaraja sudah ditangani oleh dokter dari badan amil zakat nasional. Tim yang di Desa Cugung melanjutkan pendataan kesehatan pengungsi dimana didapatkan pengungsi kebanyakan mengeluhkan batuk pilek, tim di Posko Induk PTBMMKI membantu dokter menangani pasien yang luka-luka serta membantu pemberian obat-obatan kepada pasien yang sudah diresepkan dokter. Setelah melihat keadaan posko-posko di Lampung Selatan kami memutuskan untuk kembali ke Padang karna kondisi korban yang sudah stabil dan kebutuhan serta tenaga medis yang sudah mencukupi di setiap poskonya.

Berdasarkan dari pengamatan kami selama di lapangan, bantuan yang dibutuhkan oleh korban tsunami di Lampung Selatan lebih focus kepada trauma healing dan bantuan logistik berupa alat masak, selimut, dan bantal. Pengungsi pun berharap agar pemerintah daerah setempat maupun nasional dapat lebih cepat membangun kembali rumah layak huni untuk para korban tsunami di Lampung Selatan.

 

FK Unand

Pebriyantoson,SS