Indonesian English
Items filtered by date: November 2019
15 November 2019 In Berita dan Peristiwa

 Sporadist ok

 

Di sepanjang tahun 2018 kejadian gempa bumi di wilayah Sumatra Barat (Sumbar) naik dua kali lipat dibanding tahun 2017. Pada tahun 2018 aktivitas gempabumi yang terekam ebanyak 454, sedangkan di tahun 2017 sebanyak 204 kali dan ditahun 2016 sebanyak 191 kali. (BMKG SUMBAR 2018)

Berdasarkan data dari BNPB kejadian bencana gempa bumi tsunami di Kota Padang mulai tahun 2000 – 2018 telah menyebabkan 390 nyawa meninggal dan hilang serta 1.240 luka – luka. Hal ini merupakan bencana dengan angka paling tertinggi memakan korban jiwa di Kota Padang. (Data Informasi Bencana Indonesia (DIBI)

Pada saat ini terdapat 7 agenda Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024. RPJMN menjelaskan bahwa pulau Sumatera termasuk dalam penduduk terbanyak yang terdampak oleh gempa bumi (±48 juta jiwa) setelah pulau jawa dan bali (±130 juta jiwa). Hal ini sangat mendukung salah satu aktivitas SCORP CIMSA-BEM KM FK UNAND khususnya untuk membangun lingkungan hidup, meningkatkan ketahanan bencana dan perubahan iklim.

Oleh karena itu,SCORP CIMSA UNAND mengangkatkan sebuah Sustainable Project SPORADIST dalam bentuk penutupan suspro dengan menciptakan kader yang mandiri dan berkelanjutan dalam melaksanakan kegiatan mitigasi bencana gempa dan tsunami di sekolah sehingga kegiatan mitigasi bencana gempa dan tsunami disekolah tersebut dapat berjalan secara terus-menerus dalam bentuk kepanitiaan PMR. Kegiatan ini bergerak pada tahap pra bencana untuk meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan murid SMPN 3 dalam menghadapi gempa dan tsunami, sehingga dapat mengurangi angka korban akibat gempa dan tsunami dan mencegah/memperkecil kemungkinan terlanggarnya hak – hak pengungsi.

SPORADIST juga  mendukung visi Kebijakan Penanggulangan Bencana 2015–2019 yaitu Menjadikan Bangsa yang Tangguh Menghadapi Bencana, SDGs 13 point 13.1 yaitu memperkuat daya lenting dan kapasitas adaptif terhadap bahaya terkait iklim dan bencana alam di semua negara dan CIMSA program Environtment Sustainability

SPORADIST dilaksanakan dalam 1x pre-intervensi dan 3x intervensi. Pre-intervensi SPORADIST dilaksanakan pada hari Jumat, 6 September 2019. Disini member SCORP CIMSA-BEM KM FK UNAND melakukan penyebaran assessment ke kader sebelumnya di SMPN 3 Padang dalam bentuk grup diskusi. Selain itu, member dan kader melakukan kumpul kembali guna merancang guideline dan diskusi mengenai SPORADIST.

 

Pada hari Sabtu, 21 September 2019, SCORP UNAND telah selesai melaksanakan Intervensi 1 yaitu Training SPORADIST. Di training ini, member SCORP CIMSA UNAND diberikan penjelasan materi mengenai Mitigasi Bencana Gempabumi & Tsunami oleh BPBD kota Padang, Dasar Kebencanaan Sekolah oleh KOGAMI  Kota Padang, Basic project,communication skills and team building oleh Cimsa Trainer, dan Pertolongan Pertama Gawat Darurat oleh HET BEM KM FK UNAND. Acara berlangsung lancar dan member terlihat antusias dalam memahami materi yang diberikan. Setelah training ini, diharapkan member SCORP UNAND menjadi semakin siap dan mantap ketika membagi ilmunya kepada calon Disaster Management Responsive Team di SMPN 3 Padang. Pada training ini, didapatkan peningkatan pengetahuan member SCORP dari 65% menjadi 89,5%.

 

Pada intervensi 2,  Kader PMR SMP Negeri 3 Padang yang telah mendapatkan materi mengenai mitigasi bencana dan pertolongan pertama oleh member SCORP UNAND pada tahun sebelumnya disegarkan kembali ingatannya (recalling). Recall materi diberikan melalui diskusi grup dan quiz. Pada intervensi 2 ini didapatkan peningkatan pengetahuan dari murid PMR tersebut dari 48,5% menjadi 90%.

 

Pada intervensi 3, kader PMR kelas 8 SMPN 3 Padang yang telah dibekali pemahaman mengenai basic project, communication skills & team building bertindak sebagai panitia pelaksana atau sebagai subjek. Kegiatan intervensi 3 terdiri dari pemberian materi mengenai mitigasi bencana gempabumi dan tsunami tingkat sekolah. Dilanjutkan dengan dilakukan simulasi gempa dan tsunami mengikuti rute evakuasi menuju titik evakuasi di hotel Grand Zuri Padang. Akan tetapi, sebelum dilakukan evakuasi tujuan diganti menuju ke titik kumpul di mesjid Nurul Iman Padang karena Hotel Grand Zuri sedang melakukan pembangunan. Setelah melakukan latihan evakuasi ke mesjid nurul iman Padang, seluruh murid kelas 7 dan 8 PMR SMPN 3 Padang dan member SCORP CIMSA-BEM KM FK UNAND kembali ke sekolah untuk melakukan kegiatan praktek pertolongan pertama gawat darurat dengan dibentuk per-kelompok. Dilanjutkan dengan pelantikan tim mitigasi bencana gempabumi dan tsunami SCORP yang tergabung didalam kepanitiaan PMR SMPN 3 Padang.

Disisi lain seluruh murid PMR SMPN 3 Padang dan member SCORP CIMSA-BEM KM FK UNAND melakukan kegiatan makan bersama agar membangun bonding antara member dan murid PMR SMPN 3 Padang. Games-games menarik juga dimainkan untuk meningkatkan kerjasama dalam team sekaligus sebagai strategi bonding.

Disaster Management Responsive Team juga dibekali dengan SPORADIST guideline yang berisikan materi – materi selama SPORADIST berlangsung, yang diharapkan bisa digunakan oleh team sebagai pedoman dalam menjalankan program yang akan dilaksanakan. Dan selanjutnya akan dilakukan follow up rutin tentang program kerja SPORADIST team secara langsung maupun melalui pihak sekolah.

          Terakhir, SPORADIST ditutup dengan  pelatikan kader DMRT dan pemberian kenang- kenangan kepada murid kelas 7 dan kelas 8 SMPN 3 Padang sebagai bentuk terima kasih telah membantu keberlangsungan SPORADIST. Semoga SPORADIST Team bisa terus berperan dalam perluasan ilmu mitigasi bencana, agar seluruh murid  SMPN 3 Padang menjadi masyarakat yang pro aktif dan mandiri bila bencana terjadi.

 

Dokumentasi Cimsa 

 

14 November 2019 In Berita dan Peristiwa

Migas Center Pertama di Sumatera, Diresmikan di Unand

 

Padang (Unand) – Sebagai wadah untuk menambah wawasan dan peluang-peluang yang ada di industri minyak dan gas, SKK Migas bersama PT Rizki Bukit Barisan Energi membangun Migas Center di Universitas Andalas.

Migas Center ini diresmikan langsung oleh Rektor yang didampingi Wakil Rektor IV Universitas Andalas bersama Kepala Perwakilan SKK Migas Wilayah Sumbagut, Kepala Perwakilan SKK Migas Wilayah Papua dan Maluku Alfonso Rinto Pudyantoro dan General Manager K3S PT Riski Bukit Barisan Energi pada Selasa (13/11) di lantai III Perpustakaan Kampus Unand Limau Manis Padang. 

Kepala Perwakilan SKK Migas Wilayah Sumbagut Avicenia Darwis mengatakan Migas Center yang ada di Universitas Andalas merupakan Migas Center yang pertama di bangun di Pulau Sumatera.

Lebih lanjut, ia mengatakan Migas Center tidak hanya dibangun di Universitas Andalas tetapi juga dibangun dibeberapa Perguruan Tinggi lain di Sumatera.

Disebutkannya seperti di Universitas Putra Batam, Universitas Riau (UNRI), di Aceh pada akhir tahun ini dan di awal tahun akan di bangun di Sumatera Utara.

Dijelaskannya Migas Center ini sebagai suatu kepedulian SKK Migas terhadap dunia pendidikan sehingga mahasiswa dapat menambah wawasan terhadap berlangsungnya aktivitas di industri migas dan bisa menentukan pilihan dalam rencana karir kedepannya.

Dengan hadir migas center ini maka masyarakat ataupun oil and gas community betul-betul lahir, dengan lahirnya suatu komuniti ini kebutuhan dan keinginan mahasiswa terpetakan sehingga terstruktur dengan baik.

Diharapkannya ada suatu sistem yang hidup nantinya yang disertai dengan kurikulum dan ia juga akan menghadihadirkan pakar-pakar di industri migas.

“Disamping itu, juga bisa mengadakan Focus Group Discussion (FGD) serta juga bisa mengadakan inter aksi antar migas center nantinya sehingga betul-betul focus terhadap Sumber Daya Manusia menuju indonesia maju,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Andalas mengucapkan terimakasih kepada SKK Migas yang telah menujuk Universitas Andalas untuk bisa membuka Migas Center.

Menurutnya, di industri minyak dan gas tidak hanya orang-orang dari program studi perminyakan saja tetapi juga di  dari prodi-prodi lain seperti civil, mesin, teknik industri, akuntansi dan hokum.

“Migas Center ini juga dapat memberikan informasi-informasi mengenai perkembangan migas dan banyak hal lain yang bisa diketahui,” ujarnya.

Disamping meresmikan Migas Center, juga dilaksanakan penandatanganan MoU antara Universitas Andalas dengan PT. Rizki Bukit Barisan Energi yang dilanjutkan dengan Kuliah Umum mengenai Pengenalan Industri Hulu Migas dan Bisnis Hulu Migas serta mengurai persoalan dan memahami masa depan bisnis hulu migas Indonesia.

 

Humas Unand

12 November 2019 In Berita dan Peristiwa

 Unand Kukuhkan Eva Decroli Sebagai Guru Besar Ilmu Penyakit Dalam

 

Padang (Unand) – Universitas Andalas mengukuhkan Prof. Dr. dr. Eva Decroli, SpPD-KEMD sebagai Guru Besar Tetap dalam Bidang Ilmu Penyakit Dalam pada Fakultas Kedokteran.

 

Pengukuhan ini berlangsung di Gedung Convention Hall Kampus Unand Limau Manis Padang pada Senin (11/11) yang dihadiri oleh Guru Besar tamu dari Universitas lain seperti Universitas Indonesia, Universitas Sumatera Utara dan Universitas Udayana.

Pemasangan kalung tanda kehormatan dipasangkan langsung oleh Ketua Majelis Guru Besar (MGB) Universitas Andalas Prof. Dr. Fauzan Azima, MS didampingi oleh Rektor Prof. Dr. Tafdil Husni, SE, MBA dan Sekretaris MGB Prof. Dr. Erizal Mukhtar, MS, Dekan Fakultas Kedokteran (Dr. dr. Wirsma Arif Harahap, SpB (K) Onk.

Dalam orasi ilmiahnya Prof. Dr. dr. Eva Decroli, SpPD-KEMD menyampaikan terkait optimalisasi upaya preventif dan promotif menghadapi ancaman Diabetes Mellitus Tipe 2 (DMT2) di Indonesia pada era revolusi industri 4.0.

Menurutnya, DMT2 merupakan penyakit yang menjadi ancaman utama bagi kesehatan umat manusia pada abad sekarang.

“Berdasarkan perkiraan World Health Organization (WHO) tahun 2000 jumlah penderita DMT2 diatas umur 20 tahun berjumlah 150 juta orang, namun dalam kurun waktu 25 tahun kemudian tepatnya tahun 2025 jumlah membengkak menjadi 300 juta orang dan diestimasikan 439 orang tahun 2030,” ujarnya.

Disampaikannya DMT2 dalam perjalananya selalu didahului oleh keadaan yang dinamakan dengan prediabetes, kemudian prediabetes didahului pula oleh pre-prediabetes yaitu berupa factor resiko seperti obesitas, riwayat keluarga dan bertambah tua.

“Dampak serius dari DMT2 adalah munculnya berbagai komplikasi terutama glukotoksisitas dan lipotoksisitas yang bisa memperburuk resistensi insulin dan fungsi sel β  pangkreas,” jelasnya.

Dengan demikian, dikatakannya DMT2 akan mempermudah komplikasi sehingga apa yang disebut dengan penyakit jantung diabetic, penyakit ginjal diabetic, penyakit pembuluh darah karena diabetic, penyakit kaki diabetic, disfungsi ereksi dan lainnya.

Untuk upaya optimalisasi promotif pada DMT2 ini dengan melakukan pendekatan kesehatan masyarakat, maka insidensi, prevalensi, kebiasaan beraktivitas fisik, diet sehat dan lainnya dapat di optimalisasi.

“Optimalisasi lainnya yang diperlukan menghadapi tantangan diabetes adalah mengkampanyekan pasien prediabetes untuk melakukan program pencegahan guna mencapai penurunan berat badan dibawah 7% dan melaksanakan olahraga minimal 150 menit/minggu,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengunggkapkan menurunkan berat badan termasuk mengurangi makan dan meningkatkan aktivitas fisik merupakan hal penting untuk menurunkan resiko diabetes pada orang yang keelbihan berat badan dan gemuk.

Pemanfaatan teknologi untuk perbaikan gaya hidup mungkin efektif dalam hal menurunkan berat badan dan resiko diabetes karena pesan pencegahan diabetes dapat diviralkan melalui smartphone dan aplikasi website. “Kebiasaan merokok juga dapat meningkatkan resiko DMT2,” tambahnya.

Disampaikannya didunia kesehatan dan kedokteran revolusi 4.0 ditandai dengan munculnya perubahan signifikan dan teknologi medis yang berdampak menyeluruh dalam bidang kesehatan.

“Health 4.0 merupakan cara pengembangan dan model managerial bidang kesehatan yang memungkinkan pengambaran secara gradual keadaan pasien, petugas kesehatan, baik secara formal maupun informal,” unggkapnya.(*)

 

Humas Unand

11 November 2019 In Berita dan Peristiwa

bdik m

Padang (Unand) – Wakil Rektor III Universitas Andalas Prof. Dr. Ir. Hermansah, MS, MSc menekankan kepada mahasiswa penerima Beasiswa Bidikmisi untuk menonjolkan prestasi baik dibidang akademik maupun non akademik.

Hal itu, disampaikannya saat Orientasi Penerima Beasiswa Bidikmisi tahun 2019 di Gedung Auditorium Kampus Unand Limau Manis Padang pada Sabtu (9/11) yang diikuti 1.673 mahasiswa penerima beasiswa Bidikmisi bersama orang tuanya.

Dikatakannya mahasiswa penerima Bidikmisi memang berasal dari keluarga kurang mampu tapi jangan jadikan itu sebagai alasan untuk bermalas-malasan namun hal itulah yang harus dijadikan cambuk untuk menonjolkan kemampuan sendiri dalam bentuk prestasi.

Lebih lanjut, ia juga merasa puas dengan prestasi yang telah dicapai oleh mahasiswa Bidikmisi karena kebanyakan mahasiswa yang mengikuti perlombaan tingkat nasional berasal dari mahasiswa yang meraih beasiswa bidikmisi. 

Dicontohkan dalam ajang Olimpiade Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (ON MIPA) banyak peserta yang mengikuti olimpiade ini merupakan mahasiswa penerima Bidikmisi ataupun dalam ajang lain seperti MTQ Mahasiswa tingkat nasional serta Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) dan ajang lainnya baik skala nasional maupun internasional.

Maka dari itu, diingatkannya kepada mahasiswa baik yang menerima bidikmisi maupun tidak bahwa setiap orang itu punya prestasi dibidangnya masing-masing tinggal personalnya saja yang mau mengembangkan atau tidak.

“Sebagai institusi Universitas Andalas sudah menyediakan wadah bagi mahasiswanya untuk menyalurkan bakat, minat dan kreatifitasnya,” unggkapnya.

Dalam kegiatan ini, ia juga menghadirkan narasumber untuk memotivasi mahasiswa penerima Bidikmisi dari Penulis sekaligus motivator Dedi Muhardi serta Dr. Henmaidi, ST, M. Eng (Trainer Karakter Andalasian).

Kepada orang tua mahasiswa, ia mengajak untuk bersama-sama mengontrol dan memantau anak-anaknya dengan selalu menjalin komunikasi begitupun juga mahasiswa untuk selalu melaporkan kepada orang tua atau wali mengenai perkembangan perkuliahannya.

Muslimah (orang tua mahasiswa penerima beasiswa bidikmisi) sangat bersyukur sekali kepada pemerintah terutama Universitas Andalas karena anaknya telah terpilih menjadi salah satu penerima beasiswa Bidikmisi.

Menurutnya, dengan adanya beasiswa ini dapat membantu kelanjutan pendidikan anaknya ke jenjang yang lebih tinggi.

Ia berharap anaknya dapat menyelesaikan pendidikan tepat waktu dengan Indeks Prestasi Komulatif (IPK) yang berkualitas serta juga dibekali skill lainnya.(*)

 

Humas dan Protokol Unand 

Halaman 3 dari 4