Indonesian English
Items filtered by date: November 2019
07 November 2019 In Berita dan Peristiwa

 IMG 20191107 WA0011 1

            National Camp Midwifery Student Competition (NCMSC) adalah suatu kompetisi tahunan yang diadakan oleh IKAMABI yang tahun ini diselenggarakan di Universitas Airlangga, Surabaya. National Camp Midwifery Student Competition (NCMSC) 2019 diselenggarakan pada tanggal 25-27 Oktober 2019 dengan 6 cabang lomba, yaitu Debat Ilmiah Sarjana, Debat Ilmiah Vokasi, Poster Publik, Artikel Penyegar, Vocal Solo dan Vocal Group.                                                                                 

            Jum’at 25 Oktober 2019 dilaksanakan technical meeting di Hotel Grand Surabaya, registrasi dimulai pada pukul 17.00 dan technical meeting berlangsung sampai pukul 22.00. Dimulai dengan pembukaan oleh perwakilan pengurus IKAMABI, dan dilanjutkan dengan pemaparan teknik presentasi masing-masing cabang lomba, dan diakhiri dengan pengundian nomor urut presentasi serta penentuan mosi untuk cabang lomba debat ilmiah. Setelah itu semua peserta dibubarkan.

           Sabtu, 26 Oktober 2019 pukul 05.00 tim debat menuju ke Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga yang menjadi tempat berlangsungnya lomba. Lalu disusul oleh tim cabang lomba lainnya pada pukul 07.00. Kemudian seluruh peserta dikumpulkan di Gedung kuliah untuk menghadiri Opening Ceremony dan sarapan pagi. Setelah itu masing-masing tim cabang lomba menuju ke ruang pelaksanaan lomba. Dan untuk cabang lomba debat ilmiah, dikarantina sampai tiba gilirannya untuk tampil.

IMG 20191028 WA0025

            Cabang lomba poster public terdiri dari 10 tim finalis yang berasal dari 9 Universitas berbeda. Tim Poster Publik dari Universitas Andalas mendapatkan nomor urut presentasi ke 8. Tim poster public melakukan presentasi karya dengan durasi 7 menit dan sesi tanya jawab antara tim dan dewan juri dengan durasi 8 menit. Pada sesi tanya jawab, tim poster public Universitas Andalas mendapatkan pujian karena kreativitas presentasi karyanya yang membawa ciri khas dari minang, yaitu kalimat rancak bana dan ornamen rangkiang.

           Cabang lomba debat ilmiah terdiri dari 22 tim finalis yang berasal dari 18 Universitas berbeda. Universitas Andalas mengirimkan 2 tim Debat Ilmiah. Pada babak kualifikasi Tim A mendapatkan nomor urut 5, dimana tim lawannya  adalah Universitas Airlangga. Dan Tim B mendapatkan nomor urut 3, dimana tim lawannya adalah Universitas Nasional Jakarta. Sambil menunggu giliran sesuai nomor urut, para tim debat ilmiah dikarantina di ruangan yang berbeda-beda dan tidak diperkenankan menggunakan alat komunikasi satu pun serta tidak diperkenankan membawa kertas dan alat tulis. Durasi babak kualifikasi adalah 35 menit, dengan rincian masing-masing pembicara diberi waktu 5 menit 20 detik dan 3 menit 20 detik untuk menyampaikan kesimpulan. Setelah seluruh tim debat ilmiah tampil, panitia mengumumkan tim yang lolos ke babak semi final, dan Tim B dari Universitas Andalas dinyatakan lolos ke tahap semi final dengan kedudukan nomor 3 dari seluruh tim yang ada.  Kemudian tim yang dinyatakan lolos ke tahap semi final dikaratina kembali dan diberikan waktu selama 20 menit untuk melakukan case building dan tim diberikan laptop dan akses internet untuk mencari sumber-sumber terkait mosi yang sudah ditetapkan. Kemudian para peserta kembali memasuki ruangan lomba untuk melakukan tahap semifinal selama 35 menit, dan setelah selesai kembali diumumkan tim yang lolos ke babak final. Dimana Tim B dari Universitas Andalas dinyatakan lolos ke babak final dengan kedudukan nomor 2. Lalu tim yang lolos ke babak final kembali dikaratina untuk melakukan case building dan mosi kembali ditetapkan serta dilakukan pengundian untuk menentukan kedudukan pro dan kontra. Pada babak final, lomba debat ilmiah tidak hanya dihadiri oleh dewan juri namun juga oleh peserta lomba lainnya, durasi pada babak final adalah 50 menit.

           Cabang lomba artikel penyegar terdiri dari 10 tim finalis yang berasal dari 9 Universitas berbeda. Tim Artikel Penyegar dari Universitas Andalas mendapatkan nomor urut presentasi ke 7. Tim artikel penyegar melakukan presentasi karya dengan durasi 7 menit dan sesi tanya jawab antara tim dan dewan juri dengan durasi 8 menit. Presentasi karya dilakukan dengan menggunakan software Microsoft Power Point.

          Setelah waktu perlombaan seluruh cabang lomba selesai, para peserta kembali ke Hotel Grand Surabaya untuk persiapan acara Farewell Party yang dilaksanakan di Ballroom Hotel Grand Surabaya. Acara dimulai pada pukul 19.00 dan di meja registrasi kami diberikan kartu yang berisi nomor secara acak untuk menentukan tempat duduk. Hal ini bertujuan agar peserta dapat berbaur dan mengenal satu sama lain. Acara berlangsung dengan hangat dan diwarnai dengan penampilan music yang disiapkan oleh panitia.

          Keesokan harinya, Minggu 27 Oktober 2019 rangkaian acara NCMSC 2019 dilanjutkan dengan kegiatan Seminar Nasional ESTRADIOL (Health Seminar and Discussion by Midwifery Students of Airlangga) dengan tema “Improving Maternal Health Through Holistic Care”. Dimana materi seminar ini dibawakan oleh Tantri M. Setyorini, Amd.Keb, E-RYT, RPYT dan Jamilatus Sa’diyah, Amd.Keb. Setelah seminar selesai, acara NCMSC 2019 ditutup dengan pengumuman pemenang dari masing-masing cabang lomba. Dimana tim dari Universitas Andalas mendapatkan Juara 3 Poster Publik, Juara 3 Artikel Penyegar dan Juara 1 Debat Ilmiah Sarjana.

     

 

Dokumentasi : Kebidanan FK Unand

  

 

04 November 2019 In Berita dan Peristiwa

FK Unand Tuan Rumah Kongnas, Temilnas dan Pengabdian Masyarakat KIBI 2019

Padang (Unand) – Fakultas Kedokteran Universitas Andalas menjadi tuan rumah dalam penyelenggaraan Kongres Nasional (Kongnas), Temu Ilmiah Nasional (Temilnas) dan Pengabdian Masyarakat Konsorsium Ilmu Biomedik Indonesia (KIBI) 2019.

Ketua Panitia Prof. dr. Nur Indrawaty Lipoeto, M.Sc, PhD, Sp. GK mengatakan Kongnas KIBI merupakan kegiatan organisasi yang rutin diselenggarakan setiap 2 tahun, sedangkan Pertemuan Ilmiah Nasional diselenggarakan setiap tahun. 

Kongres Nasional KIBI kali ini yang merupakan Kongres yang ke-3 yang akan di selenggarakan di Padang pada tanggal 31 Oktober hingga 2 November 2019 yang akan diikuti oleh 18 Prodi Magister dan Doktor Biomedik sebagai anggota pendiri KIBI serta Anggota baru KIBI dan bersamaan dengan dilaksanakan Pertemuan Ilmiah Tahunan yang akan diselenggarakan di Convention Hall Universitas Andalas. 

Disampaikannya Kongnas, Temilnas dan Pengabdian Masyarakat KIBI 2019 mengangkat mengusung tema penyakit tidak menular dengan focus pada masalah penuaan atau aging dengan menghadirkan berbagai narasumber diantaranya Prof. Dr. Mohamed Sadikin, MSc (Universitas Indonesia), Prof. Dr. dr. Eriyati Darwin, PA (K) (Universitas Andalas), Dr. dr. Andani Eka Putra, MSc (Universitas Andalas), Prof. Osamu Ohneda, Ph. D (Tsukuba University), Assoc. Prof. Dr. Dimo A. Tejo (USCSI University Malaysia), Dr. dr. Afriwardi, SH, Sp.KO, MA (Universitas Andalas) dan Prof. Dr. dr. Delmi Sulastri, MS, Sp. GK (Universitas Andalas).

Diharapkan Kegiatan ilmiah  ini dapat menjadi sarana bagi pakar, mahasiswa, dosen, dan alumni program studi Biomedik seluruh Indonesia untuk  mendapatkan informasi terkini Ilmu Biomedik yang mendukung pemahaman berbagai fenomena terutama Bioinformatika dan Pemahaman tentang Telomer serta Mitokhondria dalam Ilmu dan teknologi Biomedik yang akan berdampak pada penanganan untuk masalah kesehatan. 

Berbagai rangkaian acara disampaikannya tidak hanya kongres dan temu ilmiah saja tetapi kemarin (31/10) telah dilaksanakan pengabdian masyrakat di daerah Sungai Pisang Teluk Kabung Padang yang diikuti lebih kurang 60 orang terdiri dari dosen Fakultas Kedokteran Universitas Andalas dan peserta yang datang dari berbagai penyelenggaraan ilmu biomedik Fakultas Kedokteran di Indonesia.

Dikatakannya kegiatan pengabdian masyarakat ini dengan dua kegiatan diantaranya pemeriksaan untuk orang dewasa Artropometri dan pengambilan sampel darah untuk pemerikasaan gula darah, penyuluhan dan pengambilan sampel feces anak usia Sekolah Dasar di SDN 12 Teluk Kabung.

Sementara itu, Ahmadyani staf ahli Gubernur Sumatera Barat bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Sumber Daya Manusia meyambut baik kegiatan yang digelar di Sumatera Barat baik berskala nasional maupun internasional.

“Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat mengharuskan kita untuk bersiap menghadapi tantangan akibat perkembangannya,” ujarnya.

Disampaikannya pada satu sisi perkembangan iptek menjadikan urusan manusia lebih mudah namun satu sisi juga berdampak terhadap sendi-sendi kehidupan.

“Era teknologi 4.0 menjadikan semua sudah terkomputerisasi sehingga mengurangi peran manusia dalam kegiatan sehari-hari, situasi ini juga menyambar dunia kedokteran cara pengobatan yang mengunakan pendekatan iptek tentu saja memaksa pihak terkait harus memahami dan mendalami dasar-dasar teori sebelum melakukan pengobatan,” ungkapnya.

Pengembangan proses pendidikan dan riset yang tergabung dalam rukun ilmu biomedik perlu terus dikembangkan.

Ia berharap ajang temu ilmiah KIBI dapat memunculkan pandangan-pandangan baru serta hasil-hasil riset didalam ilmu biomedik dan memberikan sumbangsih langsung terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat.(*)

 

 

Sumber : Humas Unand

Halaman 4 dari 4