Indonesian English
Items filtered by date: Oktober 2019
29 Oktober 2019 In Berita dan Peristiwa

HSP 2019, WR III Unand : Pemuda Dituntut Memiliki Kapasitas Intelektual dan Skill Kepemimpinan

 

Padang (Unand) – Universitas Andalas memperingati hari yang sangat bersejarah bagi bangsa Indonesia yaitu Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke-91 tahun 2019.

Upacara yang di gelar di Lapangan Upacara Rektorat kampus Unand Limau Manis Padang pada Senin (28/10) dihadiri oleh segenap civitas akademika di lingkungan Universitas Andalas.

Wakil Rektor III Universitas Andalas Prof. Dr. Ir. Hermansah, MS, MSc bertindak selaku Pembina upacara mengungkapkan pemuda dituntut harus memiliki kapasitas intelektual dan skill kepemimpinan.

Selain itu juga harus memiliki jiwa kewirausahaan dan kepeloporan yang mumpuni serta pemuda harus memiliki inovasi agar mampu berperan aktif dalam kancah internasional.

Pesatnya perkembangan teknologi informasi dikatakannya ibarat dua mata pisau, satu sisi ia memberikan jaminan kecepatan informasi sehingga memungkinkan para pemuda kita untuk meningkatkan kapasitas pengetahuan dalam pengembangan sumber daya serta daya saing.

“Namun pada sisi yang lain perkembangan ini mempunyai dampak negatif, informasi-informasi yang bersifat destrukif mulai dari pornografi, narkoba, pergaulan bebas hingga radikalisme dan terorisme juga masuk dengan mudahnya apabila pemuda tidak dapat membendung dengan filter ilmu pengetahuan dan karakter positif dalam berbangsa dan bernegara,” sambungnya.

Maka dari itu, disampaikannya pemuda yang memiliki karakter yang tangguh adalah pemuda yang memiliki karakter moral dan karakter kinerja, pemuda yang beriman dan bertagwa, berintegritas tinggi, jujur, santun, bertanggung jawab, disiplin, kerja keras, kerja cerdas, kerja ikhlas dan tuntas.

Lebih lanjut, ia menyampaikan saat ini di belahan dunia telah lahir generasi muda yang memiliki pola pikir yang serba cepat, serba instan, lintas batas, cenderung individualistik dan gramatik. 

“Canggihnya ilmu pengetahuan dan teknologi serta mudahnya akses terhadap sosial media, telah menjelma menjadi tempat favorit berkumpulnya anak-anak muda lintas negara, lintas budaya, lintas agama, dan interaksi mereka di sosial media berjalan real time 24 jam,” ujarnya.

Ditambahkannya disinilah diharapkan peran pemuda dapat bersaing dalam bentuk apapun tentunya dalam hal yang posistif. 

“Pemuda adalah masa depan bangsa dan Negara, pemuda juga harapan bagi dunia, pemuda Indonesia harus maju dan berani menaklukan dunia, saya berharap kedepan akan banyak muncul tokoh-tokoh muda yang mendunia,” tekannya.(*)

 

Humas

Sumber : https://www.unand.ac.id/id/berita-peristiwa/berita/item/3370-hsp-unand-2019.html

28 Oktober 2019 In Berita dan Peristiwa

1570376992014

 

Medical Student Research Center ( MRC ) Fakultas Kedokteran Universitas Andalas mengadakan ajang Medical Olympiad for School 2019 untuk siswa/i SMA se Sumatera. Acara ini berlangsung di Fakultas Kedokteran Limau Manis Padang , pada tanggal 6 Oktober 2019. Rangkaian acara yang diadakan meliputi lomba olimpiade kedoteran, essai ilmiah dan workshop . Acara yang diikuti oleh total 364 peserta ini, memiliki dua cabang lomba, lomba olimpiade kedokteran berbasis CBT dan lomba esai ilmiah yang diikuti oleh sepuluh finalis. Walau diikuti oleh pelajar tingkat SMA, materi yang dilombakan tidak kalah sulitnya. Dari anatomi, fisiologi, biologi, histologi, dan juga biokimia, dengan jumlah total 60 soal dan waktu pengerjaan 60 menit. Dan juga, lomba esai ilmiah dengan tema utama “ Hubungan Perilaku Remaja dalam Menentukan Kualitas Hidup,“ yang diikuti total 14 orang dan berakhir dengan sepuluh finalis.

Dengan tiga ketukan Wakil Dekan 3 Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Dr. dr. Hj. Netti Suharti, M.Kes, maka Medfos resmi dibuka dan perlombaan pun dimulai. Sembari menunggu giliran, para peserta mengikuti workshop dengan materi yang sangat menarik mengenai pengenalan perguruan tinggi dari jalur masuk, daya saing, dan penentuan jurusan serta manajemen waktu oleh Multazam Fahreza, Ketua MRC periode 2018/2019, dan mengenai kehidupan perkuliahan dan peminatan oleh M. Yusan Pratama, Ketua MRC periode 2017/2018. Kemudian, setelah mengikuti workshop, barulah para peserta yang menunggu giliran tadi memulai perlombaan olimpiade kedokteran dengan menggunakan computer based test di laboratorium komputer Fakultas Kedokteran Unand, Limau Manis. Sedangkan peserta yang baru saja keluar dari laboratorium komputer akan mengikuti workshop juga.

Akhirnya acara ditutup dengan pengumuman pemenang dari tiap cabang lomba. Dengan juara pertama olimpiade kedokteran diraih oleh M.Rizki Siregar dari SMA 10 Padang, juara kedua Hafizah Mutmainnah dari SMA 1 Sumatera Barat, juara ketiga Ibadurrahman dari Man 1 Insan Cendekia Padang Pariaman. Sedangkan untuk juara esai ilmiah, juara pertama diraih oleh Yolanda Pratama Putri dari SMAN 1 Tualang, juara 2 Alifah Azzahra Amanda dari SMAN 1 Padang, dan juara 3 Rahayu Rahmadila dari SMAN 2 Payakumbuh.

Pada MEDFOS tahun ini, SMA Negeri 1 Tualang Provinsi Riau berhasil menyabet gelar sebagai juara umum dan berhak membawa pulang piala bergilir MEDFOS. Penilaian juara umum ini berdasarkan sekolah yang paling banyak mendapatkan juara dalam setiap cabang lomba serta paling banyak masuk ke babak final. Dari penghitungan poin tersebut, nama SMA Negeri 1 Tualang keluar sebagai juara umum MEDFOS 2019.

Semoga dengan adanya acara Medical Olympiad for School ini, diharapkan dapat memberikan manfaat kepada para peserta, siswa/i SMA se-Sumatera. Dari sisi pengalaman, penggambaran tentang dunia kuliah terutama kuliah di fakultas kedokteran, serta memperluas tali persaudaraan antar peserta .

 

 

ICT FK UA

25 Oktober 2019 In Berita dan Peristiwa

Bahas Reformasi Agraria dan Tantangan Pembangunan di Sumbar, Faperta Unand Gelar Kuliah Umum

Padang (Unand) – Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Andalas mengelar Kuliah Umum membahas tentang Reformasi Agraria dan Tantangannya Dalam Pembangunan di Sumatera Barat.

Kuliah umum ini berlangsung di Ruang Seminar F pada Kamis (24/10) Kampus Unand Limau Manis Padang dengan menghadirkan Saiful, S.P, MH Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Sumatera Barat. 

Saiful, S.P, MH mengatakan Reforma Agraria merupakan penataan Kembali struktur penguasaan, pemilikan, penggunaan, dan pemanfaatan tanah yang lebih berkeadilan melalui penataan aset dan disertai dengan penataan akses untuk kemakmuran rakyat Indonesia. 

“Reforma Agraria hadir karena melihat berbagai persoalan umum di bidang Agraria, Sosial, Ekonomi, Politik, Pertahanan & Keamanan,” ungkapnya.

Disampaikannya Reforma Agraria dapat terwujud melalui pemberian Aset dan Akses. Kementerian ATR/BPN berfungsi memberikan Aset yang bertujuan untuk menata penguasaan, pemilikan, penggunaan, dan pemanfaatan tanah.

Lebih lanjut ia menyampaikan adapun tujuan dari Reforma Agraria ini diantaranya mengurangi ketimpangan penguasaan dan pemilikan tanah, menciptakan lapangan kerja untuk mengurangi kemiskinan, memperbaiki akses masyarakat kepada sumber ekonomi.

“Selain itu juga memperbaiki dan menjaga kualitas lingkungan hidup, menangani dan menyelesaikan konflik agraria, meningkatkan ketahanan dan kedaulatan pangan dan menciptakan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya. 

Lalu, ia juga mengungkapkan kendala dan masalah pendaftaran tanah di Sumatera Barat salah satunya penguasaan tanah bersifat komunal (kepemilikan bersama),   memerlukan surat persetujuan dari pemegang ulayat dan anggota kaum seperti: Ulayat Nagari harus persetujuan Ketua dan unsur Kerapatan Adat  Nagari, Ulayat Suku/Rajo harus persetujuan Penghulu Suku, Rajo dan Kerapatan  Adat Nagari.

Disamping itu juga, sulit mendapatkan persetujuan anggota kaum karena anggota kaum banyak berdomisili dirantau dan belum adanya kesepakatan untuk membagi peruntukan tanah ulayat.

Salah satu solusi dan upaya untuk percepatan pendaftaran tanah di Sumatera Barat dikatakannnya Peraturan daerah Provinsi  Sumatera Barat Nomor. 6 tahun 2008 pasal 8 tentang pendaftaran dan subjek hukum tanah ulayat  yakni Untuk menjamin kepastian hukum dan keperluan penyediaan datal informasi pertanahan, Tanah Ulayat dapat didaftarkan pada Kantor Pertanahan Kabupaten/Kota dengan ketentuan : Terhadap Tanah Ulayat Nagari dapat didaftarkan, yang bertindak sebagai subjek pemegang hak adalah ninik mamak KAN dengan status Hak Guna Usaha, Hak Pakai atau Hak Pengelolaan, Terhadap Tanah Ulayat Suku dapat didaftarkan, sebagai subjek pemegang hak adalah Penghulu-penghulu Suku, dengan status hak milik. 

Selanjutnya, terhadap Tanah Ulayat Kaum dapat didaftarkan, sebagai subjek pemegang hak adalah anggota kaum dan mamak kepala waris, dengan status hak milik, terhadap Tanah Ulayat Rajo dapat didaftarkan, sebagai subjek pemegang hak adalah anggota kaum dan pihak ketiga, dengan status hak pakai dan hak kelola. 

Kemudian terhadap bagian Tanah Ulayat yang sudah diberikan izin oleh penguasa dan pemilik tanah ulayat kepada perorangan yang dikerjakan secara terus-menerus dan sudah terbuka sebagai sumber kehidupan, bila dikehendaki dapat didaftarkan, setelah memenuhi “ Adat di Isi Limbago di Tuang”.

Sementara itu, Wakil Rektor III Universitas Andalas Prof. Dr. Ir. Hermansah, MS, MSc yang didampingi Dekan Fakultas Pertanian Dr. Munzir Busniah, MSi mengatakan kuliah umum ini merupakan salah satu rangkaian dari Lustrum ke 13 atau Dies Natalis ke 65 tahun Fakultas Pertanian tepatnya 30 November mendatang.

“Kegiatan ini penting bagi mahasiswa untuk menambah pengetahuan apalagi terkait  pendaftaran tanah karena seyogyagnya sejengkal tanahpun sudah harus punya sertifikat dan tahu siapa pemiliknya,” jelasnya.

Menurutnya banyak mahasiswa yang hanya mengetahui tanah itu secara teknis, seperti tanah ini hanya ditanami cengkeh, kulit manis, jagung dan juga mengetahui tingkat kesuburannya.

Artinya dari aspek regulasi, kepemilikan, banyak mahasiswa yang belum dan ada juga mahasiswa yang belum pernah melihat sertifikat tanah, bahkan tanah orang tuanya banyak yang belum punya sertifikat.

Disampaikannya penyegaran-penyegaran seperti ini penting dilaksanakan untuk memberikan wawasan bagi mahasiswa disamping kuliah didalam kelas terutama tentang status tanah apakah HGB, HGU dan lainnya dengan mengundang narasumber dari pemerintahan.(*)

Humas

23 Oktober 2019 In Berita dan Peristiwa

Yudisium Sarjana KedokteranPsikologiKebidanan

 

      Padang ( Rabu/23/10/2019) FK Unand Sukses menggelar Yudisium Sarjana Kedokteran,Sarjana Psikologi, Sarjana Kebidanan yang di perkirakan berjumlah 69 Orang yang terbagi  dalam tiga prodi: Kedokteran,Psikologi, dan Kebidanan. Kegiatan Yudisium ini di hadiri Wakil Dekan I DR.dr.Rika Susanti,Sp.F, Wakil Dekan II  DR. Adrial, M.Kes, Ka. Prodi Pendidikan Dokter DR.Elliyanti, Sp.KN, Sekretaris Prodi Dra. Dian Pertiwi,MS, Ka prodi Spikologi Yantri Maputra,M.Ed,PhD, Nila Anggreiny,M.Psi,Psikolog selaku sekretaris Psikologi, Ka Prodi Kebidanan Yulizawati,M.Keb, Lusiana Elshinta,SSt,M.Keb  sebagai Sekretaris.Wali atau orang tua  Mahasiswa yang hadir  dan segenap tamu undangan di Aula Jati Padang.

                Pada Yudisium  kali ini disebutkan beberapa nama lulusan terbaik dari masing-masing prodi:

  1. Kedokteran :   1. Monika Pradevi terbaik 1 dengan IPK 3,56 lama studi 4tahun 3 bulan
  2.                         2. Rahmatul Firdausty terbaik 2 dengan IPK 3,56  masa studi 4 Tahun 3 bulan
  3.                         3. Vanessa Della Sandy terbaik 3 dengan IPK 3,49 masa studi 4 tahun 3 bulan
  1. Psikologi  :            1. Terbaik 1 Aulia Rahman Putra IPK 3,54 lama studi 3 tahun 11 Bulan dengan Pujian
  2.                              2. Terbaik 2 Ira  Wahyuni  IPK 3,71 dengan lama studi 4 tahun 2 bulan
  3.                              3. Terbaik 3 Satria Siddik  IPK 3,79 dengan lama studi 4 tahun 4 bulan
  1. Kebidanan :     1. Terbaik 1 Mutiara Suhaidi IPK 3,57 Studi 3 tahun 11 Bulan dengan Pujian
  2.                         2. Hilma Rahmadani  IPK 3,46 lama Studi 3 tahun 11 bulan
  3.                         3. Nadhiati Awlia N IPK 3,43 lama studi 3 tahun 11 bulan

Dalam rangkaian kegiatan ini Wakil Dekan I DR.Rika Susanti,Sp.F menyampaikan permohonan maaf dekan karena tidak bisa hadir karena ada agenda lain di luar kota dalam rangkaian kegiatan Akreditasi Rumah Sakit.Wakil Dekan I sampaikan kalau semakin tinggi tingkat kelulusan siswa tepat waktu dan rating pencapaian nya semakin baik, maka semakin bagus pencapaian sebuah lembaga perguruan tinggi tersebut secara nasional. Peranan dari Dosen  selaku tenaga pendidik  dan pembimbing di harapkan mampu mengakomodir terlaksana nya hal tersebut secara baik,transparan dan akuntabel.

Dalam tahap ini untuk profesi dokter mesti menempuh 4 semester lagi menuju gelar dokter umum setelah lulus ujian Nasional,dan 3 semester lagi untuk prodi Bidan menuju profesi Bidan, sedangkan Sarjana Psikologi sudah selesai di tahap ini.

Janji  Profesi  untuk di tepati bukan untuk sekedar di ucapkan. Beradaptasi dengan baik di lingkungan Profesi akan mampu memberikan pengaruh yang positif kepada mahasiswa bersangkutan dalam menjalankan proses sampai akhir pendidikan selesai. 

 

ICT FK UA

 

Halaman 1 dari 4