Indonesian English
Items filtered by date: November 2018
30 November 2018 In Berita

Beasiswa Indonesia Cerdas BRI 2018

 

Persyaratan:

  1. Mahasiswa reguler/ non extension program Strata-1 (S1) dan Diploma (D3) yang berprestasi dan atau kurang mampu
  2. Bagi mahasiswa berprastasi dibuktikan dengan Bukti Prestasi (Piagam, Sertifikat, copy IPK yang dilegalisir) dan atau Surat Keterangan dari / Perguruan Tinggi yang menerangkan prestasi ybs.
  3. Untuk mahasiswa dengan kategori kurang mapu dibuktikan dengan Keterangan Keluarga tidak mapu yang dikeluarkan oleh Kelurahan atau Kantor Desa.
  4. IPK Minimal 3.00
  5. Surat Permohonan dari Mahasiswa penerima beasiswa
  6. Mahasiswa yang mengajukan permohonan minimal sedang mem=nempuh semester 3 dan maksimal semester 7 (untuk strata 1) atau semester 5 (untuk Diploma 3)
  7. Tidak dalam status ikatan dinas , dibuktikan dengan Surat Pernyataan yang menyatakan bahwa mahasiswa penerima beasiswa tidak dalam status ikatan dinas.
  8. Tidak sedang menerima beasiswa dari pihak lain, dibuktikan dengan Surat Pernyataan yang menyatakan bahwa mahasiswa penerima beasiswa tidak sedang memperoleh beasiswa sejenis dari pihak lain.
  9. Memperoleh rekomendasi dari Perguruan Tinggi yang bersangkutan

Adappun persyaratan yang dikumpulkan ke Fakultas adalah :

  1. KRS semester sekarang yang ditandatangani Penasehat Akademik (PA).
  2. Transkrip Nilai Semestara yang ditanda tangani Ketua Jurusan.
  3. Sertifikat / piagam /bukti sebagai mahasiswa berprestasi
  4. Surat keterangan tidak mapu dari lurah / wali Nagari (Bagi yang kurang mapu)
  5. Surat permohanan dan pernyataan (Download disini)

Semua berkas dimasukan dalam map yang ditulis nama,No BP, Jurusan dan No HP di depanya dengan warna :

Biru (Sistem informasi)

Merah (Sistem Komputer)

Berkas Seleksi Penerimaan Beasiswa paling lambat di kumpul ke Fakultas Tanggal 3 Desember 2018 jam 10.00 WIB.

 

Sumber : https://bit.ly/2zwHPL2

28 November 2018 In Berita

Unand Di Visitasi Tim Asesor BANPT

 

Padang (Unand) – Dalam rangka Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi Universitas Andalas dikunjungi oleh tim Asesor Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BANPT) pada Senin (26/11).

Adapun tim asesor BANPT terdiri dari Prof. Dr. drh. Bambang Sektiari Lukiswanto, DEA (Universitas Airlangga), Prof. Subhilhar, Ph. D (Universitas Sumatera Utara), Prof. Dr. Made Sudarma, SE, MM (Universitas Brawijaya), Prof. Dr. Nadjadji Anwar, MSc (Institute Teknologi Sepuluh Nopember), Prof. Dr. Elly Wahyudin, MSc (Universitas Hasanuddin) dan Dr. Budhy Kurniawan, MSi (Universitas Indonesia).

Rektor Universitas Andalas Prof. Dr. Tafdil Husni, SE, MBA mengucapkan selamat datang dan terimakasih serta apresiasi tinggi atas kedatangan asesor yang telah meluangkan waktu dan pikiran untuk melakukan visitasi akreditasi di  Universitas Andalas.

Dikatakannya ini merupakan hari yang ditunggu-tunggu selama tiga bulan dimana Universitas Andalas telah menyerahkan  pengisian borang pada pertengahan Agustus 2018 lalu.

Untuk itu, dikatakannya ia siap untuk divitasi, dikroscek, disimborang dan siap untuk dihubungi mengenai  fasilitas-fasilitas yang ada di Universitas Andalas.

Ia juga meminta kepada pimpinan, tenaga pendidik (tendik) dan seluruh civitas akademika untuk menyukseskan visitasi ini karena ini merupakan masa depan Universitas Andalas.

Selain itu, Ia juga mempresentasikan perubahan dan perkembangan serta capaian terbaru di Universitas Andalas dihadapan para asesor BAN PT dan juga menggelar expo aneka produk-produk hasil inovasi penelitian.

Sementara itu, Prof. Dr. drh. Bambang Sektiari Lukiswanto, DEA mengatakan ia hadir bersama tim asesor lainnya ditugaskan BANPT untuk memotret, mengkofirmasi, memverifikasi, melihat realtime, melihat kondisi nyata berdasarkan apa yang telah di submit pada BAN PT dalam bentuk borang.

Meskipun ia berenam berasal dari berbagai Perguruan Tinggi yang berbeda tetapi dikatakannya ia dan asesor lainnya akan memberikan penilain secara objektif berdasarkan pada pedoman pandauan dimana masing-masing asesor juga sudah memberikan penilaian awal.

Menurunya yang paling penting adalah hari ini, karena hari ini adalah betul-betul pembuktian, verifikasi  dan konfirmasi terhadap apa yang telah dituliskan.

“Jadi kalau ada nilai baik sekali berarti berkinerja, tapi kalau ada nilai kurang baik itu juga kembali kepada kinerja bapak ibu, ia hanya menilai secara objektif,” ujarnya.

Ia juga mengharapkan kerjasamanya kalau nantinya asesor meminta justifikasi, bukti-bukti,  meminta hal-hal yang dibutuhkan sesuai dengan apa yang sudah dituliskan. 

Penilaiain ini nantinya akan diberikan kepada dewan ekseklutif BANPT yang nantinya akan memberikan data final terkait prediket yang akan didapatkan oleh Universitas Andalas. 

Sebagai utusan BANPT ia tidak memiliki wewenang untuk memberikan penilaian dalam konversi status akreditasi tetapi ia punya hak untuk memberikan berbagai hal dalam rekomendasi atau pembinaan selanjutnya.

Dikatakannya kehadirannya bukan bearti mencari kekurangan dan kesalahan tetapi mencari titik-titik mana yang bisa menjadi daya ungkit yang bisa menjadi stimulan bagi Universitas Andalas untuk menjadi universitas terkemuka dan bermartabat.

Disampaikannya Universitas Andalas hari ini harus lebih baik dari hari kemarin dan Universitas Andalas dimasa yang akan datang harus lebih baik dari hari ini.

Selain itu, asesor juga mewawancarai dosen, mahasiswa, alumni, tenaga pendidik dan pengguna lulusan serta juga melakukan kunjungan mengenai sarana prasana Universitas Andalas seperti Rumah Sakit, Perpustakaan dan lainnya.

 

Sumber : Humas Unand

26 November 2018 In Berita

Rektor Unand Ajak Para Lulusan Untuk Berwirausaha

 

Padang (Unand) – Rektor Universitas Andalas Prof. Dr. Tafdil Husni, SE, MBA mengajak para lulusan untuk berwirausaha atau merobah orietasi dari Job Seeker (pencari kerja) menjadi Job Creator.

Hal itu disampaikannya pada Rapat Wisuda IV Program Sarjana (S1) dan Diploma (D3) di Gedung Auditorium Kampus Unand Limau Manis Padang (24/11).

Diungkapkannya masa depan bangsa kelak berada ditangan anak muda sekarang ini, ia optimis tentang peran anak muda yang telah melahirkan ide kreatif dalam bidang teknologi dan wirausaha social atau social entrepreneur.

Dalam beberapa tahun terakhir dikatakannya banyak anak-anak muda yang mulai mendirikan berbagai usaha rintisan atau start up company dengan ide cemerlang yang dapat merubah dunia.

“Mereka mendirikan wirausaaha sosial dengan tujuan mulia, memajukan pengetahuan dan keahlian berusaha dengan ketulusan hati untuk membantu seesama manusia,” ujarnya.

Ia berharap para wisudawan menjadi bagian dalam terobosan ini dan menjadi motor perubahan untuk mewujudkan pembangunan nasional berbasis pengetahuan dan teknologi di era distrupsi.

Ia juga meminta para lulusan untuk dapat selalu memberikan kesejukan ditengah masyarakat yang saa tini terus diwarnai dengan berbagai polemik untuk selalu mengedepankan persaudaraan, kekeluargaan, keamanan dan kedamainan dalam bermasyarakat.

Ia juga mencontohkan seperti dalam penerimaan PNS membuktikan bahwa persaingan yang semakin ketat dalam mendapatkan lapangan pekerjaan, yang mendaftar atau melamar sebanyak 4 juta orang sedangkan formasi yang tersedia hanya 240.000 orang. “Ini menandakan hanya 6% tersedia, sisanya 94% tidak terserap,” ujarnya.

Maka dari itu, ia meminta para lulusan untuk terus meningkatkan kualitas diri dengan mengembangkan budaya inovasi karena temuan baru yang inovatif merupakan kunci dalam suatu perkembangan bangsa.

“Kekayaan Sumber daya alam dan kesuburan tanah air ini tidak banyak membantu jika tidak dibarengi dengan karya-karya yang inovatif,” sambungnya.

Sementara itu, Biro Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Andalas Syafwardi, SE, MPd mengatakan hari ini Universitas Andalas dengan bangga melepas lulusan program, Sarjana sebanyak 1.131 wisudawan.

Sedangkan untuk kemarin Universitas Andalas telah mewisuda program Pascasarjana sebanyak 462 wisudawan.

”Dengan dilaksanakan wisuda hari ini dan kemarin, jumlah alumni Universitas Andalas telah mencapai sebanyak 125.289 orang,” ujarnya. 

Selain itu, Universitas Andalas juga memberikan penghargaan kepada Bintang Aktivis Kampus (BAK) dan Lulusan terbaik dari berbagai fakultas serta juga kepada mahasiswa asing.

 

Sumber : Humas Unand

23 November 2018 In Berita

Unand Hasilkan 462 Wisudawan Pascasarjana Pada Wisuda IV

 

Padang (Unand) -  Sebanyak 462 Wisudawan-wisudawati program Pascasarjana Universitas Andalas yang terdiri dari Spesialis, Profesi, Magister dan Doktor di wisuda pada Jumat (23/11) di Gedung Auditorium Kampus Unand Limau Manis Padang.

“Ini merupakan wisuda keempat (IV) atau yang terkahir dilaksanakan karena prosesi wisuda di Universitas Andalas dilaksanakan sebanyak empat kali dalam setahun, dimana pelaksanaan wisuda untuk Strata 1 dengan Pascasarjana terpisah,” ujar Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Andalas Syafwardi, SE, MPd.

Untuk wisuda kali ini disebutkannya wisudawan terbanyak berasal dari Fakultas Kedokteran yang terdiri dari Magister, Spesialis dan Profesi Dokter sebanyak 139 wisudawan.

Disamping itu Universitas Andalas juga memberikan penghargaan kepada sembilan lulusan terbaik dari berbagai fakultas dilingkungan Universitas Andalas dan tertinggi berhasil diraih oleh Ns. Shinta Dewi Kasih Bratha, S. Kep dari Fakultas Keperawatan dengan Indeks Prestasi Komulatif (IPK) 3.93 lama studi 2 tahun 0 bulan prediket lulus dengan pujian.

Dalam waktu yang bersamaan juga memberikan penghargaan kepada mahasiswa berprestasi luar negeri dari Malaysia yang mengambil Profesi Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Andalas.

Sementara itu, Rektor Universitas Andalas Prof. Dr. Tafdil Husni, SE, MBA mengucapkan selamat kepada seluruh wisudawan yang telah menyelesaikan pendidikan yang Insya Allah saudara berhak menyandang  gelar Profesi, Spesialis, Master dan  Doktor sesuai dengan peraturan yang berlaku.

“Semoga Tuhan Yang Maha Esa memberikan lebih banyak kesuksesan dimasa yang akan datang bagi Saudara, maupun keluarga,” ujarnya.

Dikatakannya momentum kali ini merupakan saat yang tepat untuk melakukan refleksi atas kontribusi nyata pendidikan tinggi dalam pembangunan bangsa   secara keseluruhan. 

“Kendati masih harus menyelesaikan berbagai permasalahan pengelolaan internal seperti upaya penjaminan mutu pelaksanaan pendidikan, perguruan tinggi seyogiyanya sudah harus lebih banyak mendorong sikap outward looking guna memberikan kontribusi yang lebih nyata dalam pembangunan,” sambungnya.

Dalam konteks tersebut, ia menilai sangatlah tepat jika dalam satu dekade terakhir ini diperkenalkan konsep pendidikan transformatif di pendidikan tinggi dengan mengupayakan berbagai kegiatan di perguruan tinggi untuk sebanyak-banyaknya memberikan kemaslahatan bagi masyarakat dengan cara mengajarkan sikap-sikap kepemimpinan  akademik.  

Diungkapkannya mengingat tantangan pembangunan saat ini yang dihadapkan pada upaya menjaga  keberlanjutan, sebagaimana disepakati oleh para pemimpin dunia melalui deklarasi dengan tujuan pembangunan  berkelanjutan (Sustainable Development Goals) maka berbagai upaya perguruan tinggi dalam mentransformasikan kapasitasnya bagi pembangunan harus selalu memperhatikan aspek keberlanjutannya.

“Sejalan dengan itu, Universitas  Andalas  harus  berdiri  di  depan, menjadi salah  satu  universitas yang mampu berkontribusi untuk kehidupan masyarakat yang lebih baik,” ucapnya. 

 

Sumber : Humas Unand