Indonesian English
Items filtered by date: Oktober 2018
31 Oktober 2018 In Berita

 

Unand Teken Kerjasama dengan Japfa Foundation

 

Padang (Unand) – Universitas Andalas meneken kerjasama atau penandatanganan nota kesepahaman dengan Japfa Foundation pada Selasa (30/10) di Ruang Sidang Senat Lantai 4 Gedung Rektorat Kampus Unand Limau Manis Padang.

Penandatangan nota kesepahaman (MoU) dilakukan langsung oleh Rektor Universitas Andalas Prof. Dr. Tafdil Husni, SE, MBA dengan Andi Prasetyo Ketua Pengurus Yayasan Japfa Foundation dan didampingi oleh Wakil Rektor IV Universitas Andalas Dr. Endry Martius, MSc serta Anwar Tandiono PT Japfa Comfeed Indonesia Unit Padang.

Nota kesepahaman ini mengenai kerjasama dibidang pendidikan, penelitian dan pengembangan, pengabdian kepada masyarakat dan sumber daya manusia.

Rektor Universitas Andalas mengatakan kerjasama ini dimaksudkan untuk menyelaraskan program kegiatan bersama sebagai upaya dalam pengembangan potensi diantara kedua belah pihak.

“Kerjasama ini diharapkan dapat meningkatkan sinergisitas potensi sumber daya yang dimiliki oleh masing-masing pihak serta juga memberikan manfaat bagi kedua belah pihak terutama untuk pengembangan bidang peternakan dan pertanian,” ungkapnya.

Kerjasama ini nantinya meliputi pendidikan (praktikum, magang profesi, praktek lapangan kerja), pertemuan ilmiah seperti seminar, workshop, konferensi dan kuliah umum.

Selain itu juga meliputi penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pelatihan, pemberian beasiswa dan juga kegiatan lain yang disepakati oleh masing-masing pihak.

Disamping penandatanganan kerjasama juga ada Perjanjian Kerjasama (PKS) antara Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Andalas dengan Yayasan Japfa tentang Pemberian Beasiswa Japfa Foundation.

Penandatanganan ini ditandatangani langsung oleh masing-masing dekan yakni Dekan Fakultas Peternakan Prof. Dr. Ir. James Hellyward, MS dan Dekan Pertanian Universitas Andalas Dr. Munzir Busniah, MS dengan Andi Prasetyo Ketua Pengurus Yayasan Japfa Foundation.

Sementara itu Andi Prasetyo mengatakan Japfa foundation saat ini masih berumur tiga tahun yang berdiri ditahun 2015 dan bergerak dibidang pendidikan agriculture dan gizi.

“Tujuanya sebenarnya adalah untuk dunia yang lebih baik melalui ketahanan pangan dan gizi menjadi suatu hal yang tidak bisa dipisahkan satu dengan yang lainnya,” ujarnya.

Makanya ia fokus dibidang pendidikan agriculture dan gizi dengan tujuan untuk membina generasi muda agar memiliki masa depan yang lebih baik terutama dibidang pertanian dan peternakan.

Lebih lanjut ia menyampaikan mengenai Beasiswa yang nantinya diberikan kepada mahasiswa akan disupport dengan akademik konseling (bimbingan belajar), karir konseling dan pengembangan bahasa inggris untuk setiap penerima beasiswa.

Besok ia menseleksi mahasiswa peternakan dan pertanian selama dua hari kedepan yang nantinya terpilih sebanyak 20 mahasiswa penerima beasiswa ini, 20 mahasiswa ini merupakan total dari 10 untuk mahasiswa peternakan dan 10 untuk mahasiswa pertanian.

 

Sumber : Humas Unand

31 Oktober 2018 In Berita

Peringati HSP ke 90 Unand Gelar Upacara Bendera

 

Padang (Unand) – Keluarga besar Universitas Andalas mengelar upacara bendera dalam rangka peringatan Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke-90 Tahun 2018 pada Senin, (29/10) di Lapangan Upacara Rektorat Universitas Andalas Kampus Limau Manis Padang. 

Bertindak sebagai Pembina Upacara Wakil Rektor II Universitas Andalas, Prof. Dr. Syafrizal Sy dan pelaksana upacara Batalyon 101 Mahawira Resimen Mahasiswa Universitas Andalas.

Hari Sumpah Pemuda ke 90 kali ini mengambil tema “BANGUN PEMUDA SATUKAN INDONESIA”. Tema ini diambil atas dasar pentingnya pembangunan kepemudaan untuk melahirkan generasi muda yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, cerdas, kreatif, inovatif, mandiri, demokratis, bertanggung jawab, berdaya saing, serta memiliki jiwa kepemimpinan, kewirausahaan, kepeloporan, dan kebangsaan berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Upacara berlangsung khitmad dengan peserta upacara jajaran pimpinan, dosen, serta  kependidikan Universitas Andalas. Rangkaian upacara diiringi oleh Paduan Suara dari Unit Kegiatan Seni Universitas Andalas.

Wakil Rektor II Universitas Andalas, Prof. Dr. Syafrizal Sy membacakan amanat Meteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Imam Nahrawi dalam sambutanya ia menjelaskan perkembangan teknologi informasi ibarat dua mata pisau. Satu sisi ia memberikan jaminan kecepatan informasi sehingga memungkinkan para pemuda kita untuk meningkatkan kapasitas pengetahuan dalam perkembangan sumber daya serta daya saing, namun pada sisi yang lain perkembangan ini mempunyai dampak negatif, informasi-informasi yang bersifat destruktif mulai dari Hoax, Hate Speech, pornografi, narkoba, pergaulan bebas hingga radikalisme dan terorisme juga masuk dengan mudahnya apabila kaum muda tidak dapat membendung dengan filter ilmu pengetahuan serta kedewasaan dalam berbangsa dan bernegara.

Revolusi mental yang dicanangkan oleh Bapak Presiden Ir. Joko Widodo amatlah relevan delam mewujudkan pemuda yang maju. Ciri pemuda yang maju adalah pemuda berkarakter, berkapasitas dan berdaya saing. Oleh karena itu Revolusi Mental harus dapat kita jadikan sebagai pemicu untuk mempercepat terwujudnya pemuda yang maju. Dengan mewujudkan pemuda yang maju berarti kita dapat menghasilkan bangsa yang hebat.

Lebih lanjut ia menyampaikan tahun 2019 Bangsa Indonesia akan menggelar hajatan besar Pesta Demokrasi untuk memilih dan menentukan Pimpinan Nasional dan Daerah yaitu Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, Anggota Legislatif baik DPR RI, DPD RI, DPRD Tk.I dan DPRD Tk II. Untuk itu peran dan tanggung jawab pemuda dalam menyukseskan proses Pemilihan Umum nanti, amat sangat dibutuhkan. Partisipasi aktif pemuda dalam PEMILU 2019 perlu ditingkatkan untuk mewujudkan pemilu yang damai, kredibel, dan berkualitas.

“Kalau pemuda generasi terdahulu mampu keluar dari jebakan sikap-sikap primordial suku, agama, ras, dan kultur, menuju persatuan dan kesatuan bangsa, maka tugas pemuda saat ini adalah harus  sanggup membuka pandangan ke luar batas-batas tembok kekinian dunia, demi menyongsong masa depan dunia yang lebih baik,”tutupnya.

 

Sumber : Humas Unand

29 Oktober 2018 In Berita

logo Ristekdikti langsung dari Web Resmi Ristekdikti

Menteri Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir dalam konferensi pers Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri 2019 di Ruang Sidang Utama, Gedung D Kemenristekdikti  (22/10/) menyebutkan terdapat sejumlah ketentuan baru yang berbeda dari tahun sebelumnya, termasuk sistem tes yang dilakukan peserta sebelum mendaftar ke PTN.

Untuk informasi detail silahkan di buka link di bawah:

https://bit.ly/2qhJsY2

 

Sumber : 

Biro Kerjasama dan Komunikasi Publik

Kemenristekdikti

dan

Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru



 

 

26 Oktober 2018 In Berita

 

Unand Kukuhkan Dua Guru Besar Fakultas Peternakan

Padang (Unand) – Universitas Andalas mengukuhkan dua Guru Besar baru Fakultas Peternakan yakni Guru Besar Nutrisi dan Teknologi Pakan (Prof. Dr. Ir. Yetti Marlida, MS) dan Guru Besar Ternak Potong (Prof. Dr. Ir. Salam N. Aritonang, MS) pada Rabu (24/10) di Gedung Convention Hall Kampus Unand Limau Manis Padang.

Keduanya dikukuhkan sebagai guru Besar pada Fakultas Peternakan Universitas Andalas oleh Ketua Majelis Guru Besar (MGB) Prof. Dr. Ir. Fauzan Azima, MS didampingi oleh Rektor Universitas Andalas Prof. Dr. Tafdil Husni, SE, MBA.

Dalam pengukuhan Guru Besar ini juga dihadiri oleh tiga Guru Besar tamu dari universitas lain yakni dari Universitas Sam Ratulangi Manado (Prof. Dr. Marie Najoan, MS), dari Institut Pertanian Bogor (Prof. Dr. Imam Rahayu, MS) dan dari Universitas Yarsi Jakarta (Prof. Dr. Susi Endriani).

Prof. Dr. Ir. Yetti Marlida, MS menyampaikan tentang Potensi Bakteri Asam Laktat asal tempoyak penghasil  y-aminobutyric acid (GABA)  sebagai anti heat stres pada broiler.  Menurutnya peningkatan stres pada ternak terjadi akibat peningkatan kapasitas kandang yang melebihi kapasitas produksi pada industri peternakan ayam pedaging dan dapat mengakibatkan penyakit infeksi yang dapat mengurangi kekebalan ternak dan pada akhirnya mengurangi produktivitas dan koefisien produksi. 

"GABA adalah asam amino non protein yang tersebar luas di alam dan dihasilkan secara ireversibel melalui dekarboksilasi asam L-glutamat dalam reaksi yang dikatalisis oleh glutamat dekarboksilase, "ujarnya

Sedangkan Prof. Dr. Ir. Salam N. Aritonang, MS menyampaikan orasi ilmiah mengenai optimalisasi manajemen tata kelola ternak potong di peternakan rakyat dalam rangka meningkatkan ketahanan pangan.

Disampaikannya rendahnya pertumbuhan populasi dan produksi sapi potong di indonesia disebabkan pada umumnya sebagian besar ternak sapi potong yang dipelihara oleh peternak masih merupakan usaha sampingan dengan jumlah kepemilikan dalam skala kecil.

“Maka dari itu, untuk mengatasi permasalahan tersebut maka solusi yang dapat dilakukan sehingga pada akhirnya peternakan rakyat dapat andil dalam meningkatkan ketahanan pangan nasional adalah dengan mengoptimalkan menagemen tata kelola ternak sapi potong diantaranya inovasi dalam hal pembibitan, pakan dan system pemeliharaan,” jelasnya.

Ketua MGB Universitas Andalas mengatakan orasi ilmiah Guru Besar merupakan salah satu media bagi Guru Besar  untuk menyebarluaskan temuan-temuan baru dalam bidang ilmu yang menjadi ilmu bidang penugasannya serta menyampaikan gagasannya untuk kemajuan pembangunan. 

Ia berharap termuan dan gagasan yang disampaikan oleh kedua guru besar dapat memperkaya tatanan ilmu pengetahuan dan teknologi khusunya dibidang peternakan dan memberikan pencerahan kepada masyarakat dengan meningkatkan kiprahnya dalam pembangunan dinegara tercinta serta untuk kepentingan kemanusiaan dan kelangsungan seluruh kehidupan dimuka bumi serta keserasiaan alam semesta.

Senada dengan itu, Rektor Universitas Andalas mengatakan hari ini adalah momentum yang patut disyukuri dalam pengukuhan ini karena bertambahnya Guru Besar Universitas Andalas maka akan semakin meningkatkan peran dan fungsi perguruan tinggi.

“Sebagai bagian dari masyarakat perguruan tinggi turut memegang peran keberlangsungan peradaban bangsa dimana seorang Guru Besar pada hakikatnya adalah seorang guru, pendidik sekaligus peneliti yang hasil penelitiannya ditunggu masyarakat luas dan tentu sangat berguna untuk pembangunan bangsa,” paparnya.

Disampaikannya sudah barang tentu menjadi Guru Besar bukanlah akhir pencapaian karir seorang dosen tetapi menjadikan gelar pengukuhan ini sebagai spirit yang senantiasa membangkitkan inspirasi baru guna melahirkan karya-karya yang brilliant dan bermanfaat untuk khalayak umum.

 

Sumber : Humas Unand