Indonesian English

Pertemuan dengan Bupati Kabupaten 50 Kota

20 Agustus 2021

YUDISIUM DOKTER III

Limapuluh Kota (20/8) Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Andalas beserta rombongan melakukan kunjungan bersama Dr. dr. Andani Eka Putra, M.Sc sambangi  Bupati Kabupaten 50 Kota dan Nagari Situjuh Batua dalam rangka Kunjungan PPKM untuk Pencegahan dan Penularan Covid-19.

Dari institusi Pendidikan, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Dr. dr. Afriwardi, SH, Sp.KO, MA melihat bahwa yang paling penting dalam penanganan Covid-19 adalah menerapkan protokol kesehatan. Terjadinya penyebaran adalah karena abainya masyarakat terhadap prokes. Walaupun Covid-19 ini adalah sebuah self limiting disease, namun masalahnya adalah adanya comorbid, dimana jumlah comorbid di masyarakat masih signifikan, sehingga angka kematian dikhawatirkan akan tetap tinggi.

Rencana melakukan isoman dalam tingkat nagari merupakan salah satu solusi yang adekuat dalam menekan angka kejadian covid 19. Yang masih sulit untuk dihadapi adalah masyarakat Sumatera Barat yang cenderung masih religius, dimana mempersulit kita untuk membatasi aktivitas keagamaan di Sumatera Barat. Dari institusi, Fakultas Kedokteran siap membantu dengan mengirimkan SDM untuk penanganan Covid-19 di Kabupaten 50 Kota. Diusulkan sangsi denda pada pelanggaran prokes untuk mempertegas dan lebih mendisiplinkan masyarakat, karena juga sudah dipayungi dengan undang2 berupa perda.

Ini adalah momentum bagi daerah untuk berbuat bagi masyarakat. Rumah sakit sudah overload dan tidak sanggup menampung pasien. Angka kematian di RSUP. Dr. M. Djamil tinggi karena dirujuk dalam keadaan yang tidak memungkinkan lagi untuk hidup. Pasien sudah terlambat untuk ditolong karena saturasi oksigen sudah dibawah 70 persen. Banyaknya angka mudik ke kampung halaman juga membuat angka penularan covid melonjak. Sumbar jadi sorotan karena masyarakatnya tidak patuh dengan prokes.

Angka vaksinasi yang rendah di sumatera barat juga berperan terhadap tingginya angka kejadian covid 19. Serapan yang rendah terhadap vaksinasi covid 19 dimasa lalu membuat distribusi vaksin ke sumatera barat juga rendah. Masyarakat sumatera barat tidak patuh terhadap penerapan covid 19. Pandemi ini baru akan selesai jika masyarakat kita sudah paham dengan covid. Diusulkan pengadaan masker kain yang lebih ramah terhadap masyarakat. Konsep PPKM harus lebih dikuatkan lagi. Isolasi mandiri dirumah sebaiknya tidak diizinkan jika kondisi rumah tidak memadai. Isolasi mandiri dirumah seharusnya hanya untuk kasus - kasus ringan. Solusinya adalah dengan meningkatkan isolasi desa atau nagari. Rumahnya sudah disiapkan, tinggal mendorong dan mempersuasi masyarakat untuk melakukan isolasi nagari, yang seharusnya bisa disiapkan oleh satgas. Ketiga adalah memfokuskan kegiatan ekonomi, dengan tetap menerapkan prokes yang tegas dengan adanya surat perjanjian yang tegas dengan sangsi atas pelanggaran prokes. Pembatasan - pembatasan tidak ada gunanya karena hanya akan menyakiti sektor ekonomi. Masalah pada covid bukan pada angka kematiannya, tapi adalah tingkat penyebarannya.

Narasi : dr. Muhammad Reza, PhD (Staff Dosen FK Unand)
Editor : Tim TIK FK Unand

NEW LOGO 2020 ORI BLACK

 

Read 2150 times