Indonesian English

Cegah Peningkatan Penularan Kasus Covid-19, FK Unand Deklarasikan SAKATO

09 Mei 2021

YUDISIUM PPDS PERIODE IV

Padang (FK Unand) - Dalam upaya pencegahan peningkatan kasus positif Covid-19 menjelang akhir Ramadhan, Fakultas Kedokteran Universitas Andalas menyelenggaralan Webinar Siaga Covid-19 : FK Unand Sakato pada Sabtu (08/05) secara daring.

Webinar ini diselenggarakan dengan target audiens para Civittas Akademik dan Tenaga Pendidikan di lingkungan Universitas Andalas. Webinar ini dibagi menjadi 2 sesi yaitu Sesi Pagi dengan Audiens para Mahasiswa dan Sesi Siang dengan Audiens para Dosen dan Tenaga kependidikan.

Adapun narasumber dalam Webinar Ini yaitu :

Sesi Pagi :

  1. Dr. dr. Andani Eka Putra, M.Sc : Update perkembangan COVID Sumbar dan prediksi pasca Idul Fitri
  2. dr. Fenty Anggraini, SpP : Kenapa harus taat prokes bahkan walau sudah di vaksin?
  3. Prof. Dr. dr.  Rizanda Machmud, M.Kes : Tips dan triks mengajak masyarakat untuk kuatkan usaha akhiri COVID-19

Sesi Siang:

  1. Dr. dr. Andani Eka Putra, M.Sc : Update perkembangan COVID Sumbar dan prediksi pasca Idul Fitri
  2. dr. Irvan Medison, Sp.P(K) : Kenapa harus taat prokes bahkan walau sudah di vaksin?
  3. dr. Hardisman, MHID, PhD : Tips dan triks mengajak masyarakat untuk kuatkan usaha akhiri COVID 19

Acara ini dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Andalas Prof. Yuliandri, SH, MH dan dihadiri juga oleh Dekan FK Unand Dr. dr. Afriwardi, SH, Sp.KO, MA. 

Dalam penyampaian materinya Kepala Laboratorium Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Dr. dr. Andani Eka Putra, MSc mengatakan tidak ada gunanya sosialisasi, periode sekarang adalah penegakan hukum bagi yang tidak pakai prokes dengan pemberian sangsi.

Disampaikan dr. Andani ada kekhawatiran yang sangat luar biasa dengan meningkat kasus namun faktor resiko besar sekarang diantaranya tidak patuhnya masyarakat akan Prokes baik di Masjid, di Kantor, di Mall termasuk di Pasar. “Faktor resiko selanjutnya adalah mudik, dan ini harus menjadi perhatian serius bagi pemerintah hendaknya,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan penegakan hukum harus dimajukan kedepan sebab sudah terlambat, yang menyebarkan hoax tangkap, hal-hal seperti ini langsung ditindak supaya kasus ini betul-betul bisa dikendalikan.

Kondisi di Sumatera Barat (Sumbar) sendiri dikatakannya untuk jumlah testing saat ini menurun karena spesimen berkurang, padahal kapasitas laboratorium tidak ada masalah sama sekali, tracing berkurang rationya 3-5% yang sebelumnya bisa mencapai 10-12%. “Ini sudah menjadi masalah klasik di seluruh daerah di Indonesia,” ungkapnya. 

Disamping itu, narasumber lain juga mengemukakan belum optimalnya isolasi. “Shelter Desa, Kabupaten dan bahkan Provinsi apakah masih ada sekarang,” ujarnya. 

Dikatakannya yang terjadi sekarang banyak isolasi mandiri di rumah, kalau ekonomi bagus tidak masalah tapi kalau ekonomi bermasalah ini malah akan menimbulkan problem baru.

Lalu, kapasitas penanganan kasus berat di Rumah Sakit masih mengkhawatirkan, dikatakannya ventilator kita yang betul-betul bisa digunakan hanya sekitar 40, semua Rumah Sakit punya ventilator tetapi dengan bermacam-macam masalah tidak bisa digunakan.

Apakah vaksin ini bermanfaat atau tidak dalam kondisi pandemi ini, disampaikan dr. Andani vaksin merupakan bentuk ikhtiar atau usaha. “Kalau ditanya efektif, belum tentu efektif karena virus ini berubah-berubah, sebab virus ini tergolong arenavirus,” terangnya.

Begitu tangkapan vaksin itu bergeser maka vaksin tidak efektif lagi, makanya vaksin-vaksin untuk arenavirus sulit dikembangkan, kita tidak menemukan vaksin untuk HIV, Rota virus, Hepatitis C dan sebagainya. 

Disetiap Akhir sesi acara ini peserta webinar diminta untuk menyampaikan deklarasi secara bersama - sama.

 NEW LOGO 2020 ORI BLACK

Read 2744 times