Print this page

CONSTANTINE (COVID-19 and Its Impact on Human Rights for Vulnerable People in Indonesia)

08 Februari 2021

Constantine

Padang (FK Unand) - CONSTANTINE (COVID-19 and Its Impact on Human Rights for Vulnerable People in Indonesia). WHO mengumumkan bahwa wabah virus COVID-19 telah menjadi pandemi global, setelah itu negara-negara di seluruh dunia mengambil langkah-langkah untuk menerapkan lockdown dan perintah 'tinggal di rumah'. COVID-19 memberi dampak pada semua bagian kehidupan, dari kesehatan, ekoknomi bahkan beberapa orang tertentu terancam HAM nya. Diantara orang orang yang terancam hak haknya adalah tenaga medis dan penyandang disabilitas.

Hak tenaga medis terancam karena sejak adanya pandemi COVID-19 ini, rumah sakit selalu penuh sehingga para tenaga medis pun kewalahan. Tidak sedikit yang overworked, dan tidak sedikit juga yang bayarannya tidak sepadan dengan kerja yang dilakukannya. Disisi lain para penyandang disabilitas adalah golongan yang rentan bahkan sebelum pandemi COVID-19. Dengan adanya pandemi ini kerentanan merekapun bertambah, dimana mereka membutuhkan informasi dan bantuan khusus dalam menghadapi pandemi COVID—19.

Maka dari itu SCORP-CIMSA BEM KM FK Unand dan SCORP CIMSA FK UIN SH bekerja sama dan mengadakan aktivitas yang disebut CONSTANTINE (COVID-19 and Its Impact on Human Rights for Vulnerable People in Indonesia) dalam rangka merayakan Human Rights Day yang jatuh pada 10 Desember 2020. Aktivitas ini bertujuan untuk membahas dan menambah kepedulian masyarakat mengenai permasalahan HAM yang baru muncul sejak pandemi ini berlangsung.

Aktivitas ini terdiri dari beberapa rangkaian kegiatan. Rangkaian pertama adalah training yang diberikan untuk member SCORP-CIMSA BEM KM FK Unand dan SCORP CIMSA FK UIN SH yang dibawakan oleh Human Rights Trainer dari masing masing lokal yang dilaksanakan pada 11 Desember 2020.

Rangkaian kedua adalah Webinar 1, dengan menangkat tema ‘Hak Tenaga Kesehatan dan Pasien selama Pandemi COVID-19’. Pembicara yang mengisi webinar berasal dari instansi instansi yang cukup ternama yaitu Amnesty International lndonesia, IDI Sumatera Barat, dan Kemenkes RI. Webinar ini dilaksanakan pada tanggal 12 Desember 2020 melalui zoom cloud meetings.

Rangkaian selanajutnya diadakan pada 13 Desember 2020. Pada hari itu diadakan talkshow beserta siaran radio. Talkshow diisi oleh dr. Gia Pratama dan seorang survivor COVID-19, sedangkan siaran radio diisi oleh Ketua dari Komnas HAM Sumatera Barat. Tema yang dibahas masih sejalan dengan tema webinar 1.

Rangkaian terakhir adalah webinar 2, yang mengangkatkan tema ‘Hak-Hak Penyandang Disabilitas di tengah Pandemi COVID-19’. Webinar kedua ini diisi oleh pihak yang berasal dari organisasi organisasi yang berfokus pada penyandang disabilitas yaitu, PPDI (Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia) dan SIGAB (Sasana Inklusi & Gerakan Advokasi Difabel).

Sebagai penutup dari aktivitas ini kami juga mem-publish sebuah video yang membahas hak hak difabel dimasa pandemi COVID-19 ini. Semoga dengan diadakan aktivitas ini member maupun masyarakat dapat bertambah wawasan dan kepeduliannya mengenai isu isu ini.

NEW LOGO 2020 ORI BLACK

 

Read 8421 times