Indonesian English

Prebiothics Scope & Score Bioethics Day

12 Desember 2020

Prebiothics

Padang (FK Unand) - Hingga saat ini masalah etika merupakan hal yang penting dalam dunia kedokteran sehingga World Medical Association (WMA) telah menetapkan kebijakan terkait dengan etika itu sendiri.

Meski bioetika sudah masuk dalam kurikulum berbasis kompetensi, wujud riilnya dalam keseharian masih belum terwujud. Dalam melaksanakan program pertukaran pelajar, masih banyak mahasiswa kedokteran dari negara berkembang seperti Indonesia yang kurang memperhatikan masalah etika. Hal ini dapat terjadi karena kurangnya pemaparan informasi tentang etika dan penerapannya kepada mahasiswa kedokteran, serta perbedaan yang luas dalam sistem bioetika di setiap negara.

Deklarasi Helsinki tahun 1964 merupakan titik awal dimana bioetika sangat penting untuk dijunjung. Melihat pada era perang dunia ke II banyak ilmuwan yang melakukan penelitian yang tidak sesuai dengan norma manusia. Peraturan bioetika dan hukum sebenarnya tercantum dalam standar kualitas Good Clinical Practice (GCP) yang diterbitkan oleh International Conference on Harmonization of Technical Requirements for Registration of Pharmaceuticals for Human Use (ICH) serta integrasi pemeriksa etika lokal. Namun penerapan bioetika yang benar masih sangat minim di negara-negara di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Berdasarkan penelitian Avian Influenza tahun 2007 oleh The Southeast Asian Influenza Clinical Research Network, banyak terdapat permasalahan etika yang mengindikasikan kurangnya perhatian terhadap pentingnya etika dalam penelitian.

Di Indonesia, masih banyak kasus pelanggaran bioetika. Dilansir dari BBC News Indonesia, pada tahun 2018 terjadi penganiayaan yang dilakukan oleh seorang dokter kepada salah satu perawat di Rumah Sakit Nasional, Surabaya, Jawa Timur, dimana sebelumnya terjadi penganiayaan oleh perawat terhadap pasien. Kemudian pada Februari 2010 terjadi kasus malpraktek yang menimpa seorang perempuan bernama Siti Chomsatun saat menjalani operasi tiroidektomi di sebuah rumah sakit di pulau Jawa. (sumber: www.bantuanhukum.or.id)

PREBIOTHICS merupakan salah satu project dalam bentuk event dan air campaign yang diangkat oleh SCOPE X SCORE CIMSA-BEM KM FK Unand dengan tema “bioetika” yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan kepedulian mahasiswa kesehatan dan hukum di kota Padang tentang prinsip dan peran bioetika di bidang praktik klinis, penelitian, dan hukum. Kegiatan ini dilakukan dalam bentuk webinar dan diskusi terbuka melalui aplikasi zoom meeting, serta air campaign “Bioethics’ Day” melalui media sosial CIMSA Unand dan mitra eksternal.

Kegiatan ini mendukung salah satu fokus CIMSA pada SDG ke-4, yaitu: "Menjamin pendidikan yang inklusif dan berkeadilan serta mendorong kesempatan belajar sepanjang hayat bagi semua orang". Serta mendukung Program CIMSA: "Sumber Daya Manusia untuk Kesehatan", serta Pernyataan Kebijakan CIMSA Indonesia 2019 tentang "Bioetika".

PREBIOTHICS terdiri dari 2 webinar yang masing-masing mengundang narasumber yang berbeda dan diharapkan dapat menambah pengetahuan mahasiswa kesehatan dan hukum di kota Padang mengenai prinsip dan peran bioetika dalam bidang praktek klinik, penelitian dan hukum.

Pada tanggal 7 November 2020, SCOPE & SCORE CIMSA-BEM KM FK Unand telah menyelenggarakan webinar pertamanya. Webinar kali ini mengangkat tema “The Importance of Bioethics in Clinical Practice, Research, and Law”, yang dibawakan oleh narasumber yang merupakan anggota dari Majelis Etik Kedokteran Indonesia (MKEK) PB IDI, dr. Bahtiar Husain Sp.p, MH. Kes, serta dosen hukum bidang Hukum Pidana dan Kesehatan, Dr. Siska Elvandari, SH., MH., dan dimoderatori oleh dr. Fitri Sakinah yang merupakan Alumni CIMSA-BEM KM FK Unand tahun 2013.

Pada tanggal 14 November 2020, SCOPE & SCORE CIMSA-BEM KM FK Unand juga telah menyelenggarakan webinar kedua yang bertemakan “Reinforcing the Knowledge of Bioethics to Improve Equity and Justice”. Materi ini dibawakan oleh Bapak Nur Azid Mahardinata, MD selaku Co-Principal Investigator of UNESCO Chair Bioethics, dan dimoderatori oleh dr. Rismita Saldeni yang merupakan Alumni CIMSA-BEM KM FK Unand 2013.

SCOPE dan SCORE CIMSA-BEM KM FK Unand juga menjalin kerjasama dengan mitra eksternal, Star Radio, dalam memperluas kampanye mengenai “Bioethics Day” berupa penyiaran langsung materi yang mengangkatkan tema “World’s Bioethics Day” dengan mengundang M. Gilang Dwiputra yang merupakan salah satu Dokter Muda di RSUP M. Djamil Padang dan Projects Development Assistant SCORE IFMSA 20/21, sebagai pembicara dan dimoderatori oleh Khairfani Swandi yang merupakan salah satu member SCORE CIMSA-BEM KM FK Unand 2019.

Semoga semua materi yang disampaikan oleh pemateri, serta kampanye yang diadakan oleh seluruh member SCOPE dan SCORE CIMSA-BEM KM FK Unand dapat diterima dan diimplemetasikan dengan baik oleh para peserta khususnya mahasiswa kesehatan dan hukum, serta dapat menjadi bekal dalam menjalankan profesinya dimasa yang akan datang. 

NEW LOGO 2020 ORI BLACK

 

Read 233 times