Indonesian English

Hippocrates Emergency Team (HET) Fakultas Kedokteran Universitas Andalas turunkan Tim Medis ke daerah Bencana Tsunami Lampung

 

 HET Dan Bantuan Korban Bencana Lampung

Akibat gelombang Tsunami setinggi 4 meter yang melanda sejumlah pantai di wilayah Selat Sunda, Hippocrates Emergency Team (HET) Fakultas Kedokteran Universitas Andalas menurunkan tim bantuan medis sebanyak 8 orang ke wilayah Lampung Selatan pada Jumat (28/12/2018) untuk membantu penanganan medis warga yang terdampak akibat terjangan Tsunami. Tim terdiri dari 1 dokter spesialis, 1 dokter, 2 dokter muda dan 4 mahasiswa preklinik. Pembina tim ini yaitu Dr. dr. H. Afriwardi, SpKO, MA, AIFO dan koordinator lapangan (korlap) yaitu Syihabuddin Hasan Kholili. Sebelum keberangkatan, berlangsung upacara pelepasan untuk melepas delegasi tim bantuan medis (TBM) HET FK Unand yang dihadiri oleh Bapak Wakil Rektor III Unand Prof. Dr. Ir. Hermansah, MS, M.Sc dan Ibu Wakil Dekan III FK Unand Dr. dr. Netti Suharti, M.Kes beserta Ketua Umum KM FK Unand juga petinggi-petinggi Unit Kegiatan Mahasiswa FK Unand. Tim membawa bantuan donasi yang telah dikumpulkan dari berbagai instansi dan organisasi berupa uang tunai, pakaian, bantal, selimut, sepatu, pakaian dalam dan obat-obatan.

Pemberian Bantuan Ke korban Bencana Tsunami Lampung

 

Minggu (30/12/18), tim sampai ke Lampung Selatan. Tim HET FK Unand bekerjasama dengan TBM Coronarius FK Malahayati. Hari pertama, dibagi menjadi 3 tim. Tim pertama di Desa Sukaraja, tim kedua di posko induk PTBMMKI di Desa Waymuli, dan tim ketiga di Puskesmas Rajabasa. Sebelum menjalankan tugas di masing-masing posko, tim menurunkan seluruh bantuan yang akan disalurkan kepada korban di Posko Induk PTBMMKI. Pada hari ini untuk korban yang ditangani tim pertama ada 14 pasien dan 2 diantaranya balita dengan keluhan utama hipertensi dan diare, tim kedua ada sekitar 20 orang pasien yang datang berobat dengan keluhan utama hipertensi dan melakukan pembersihan luka sedangkan tim ketiga di puskesmas hanya 5 orang pasien yang datang dengan keluhan luka-luka dan trauma psikis. Dari wawancara yang dilakukan dengan warga setempat untuk bantuan yang masih diperlukan adalah bantal, selimut, dan alat masak. Untuk bantuan pakaian sudah tidak dibutuhkan oleh warga disana karna sudah terlalu banyak yang menyumbang sehingga banyak yang tidak terpakai.

Senin (31/12/18), tim mengganti tempat tujuan dari puskesmas ke daerah Desa Cugung karena untuk puskesmas sudah terkontrol oleh dokter puskesmas. Tim tetap dibagi 3 yaitu tim pertama di Desa Sukaraja, tim kedua di Posko Induk PTBMMKI Desa Waymuli, dan tim ke tiga di Desa Cugung. Tim pertama menangani korban sebanyak 64 orang dengan penderita balita sekiar 20 orang dengan keluhan utama pusing, diare, myalgia, pergantian perban,gatal-gatal, dan ISPA (infeksi saluran nafas atas), tim kedua menangani korban sekitar 20 orang untuk kontrol dan ganti perban luka, di posko ini juga dilakukan trauma healing untuk anak-anak dan dewasa oleh TAGANAS dan juga Tim Sedekah Rombongan (TSR), sedangkan tim ketiga di Desa Cugung kami mendata pengungsi yang kebanyakan mengeluhkan batuk pilek.

Selasa (1/1/19), tim hanya fokus ke posko yang berada di Desa Cugung dan Posko Induk PTBMMKI karena di Posko Sukaraja sudah ditangani oleh dokter dari badan amil zakat nasional. Tim yang di Desa Cugung melanjutkan pendataan kesehatan pengungsi dimana didapatkan pengungsi kebanyakan mengeluhkan batuk pilek, tim di Posko Induk PTBMMKI membantu dokter menangani pasien yang luka-luka serta membantu pemberian obat-obatan kepada pasien yang sudah diresepkan dokter. Setelah melihat keadaan posko-posko di Lampung Selatan kami memutuskan untuk kembali ke Padang karna kondisi korban yang sudah stabil dan kebutuhan serta tenaga medis yang sudah mencukupi di setiap poskonya.

Berdasarkan dari pengamatan kami selama di lapangan, bantuan yang dibutuhkan oleh korban tsunami di Lampung Selatan lebih focus kepada trauma healing dan bantuan logistik berupa alat masak, selimut, dan bantal. Pengungsi pun berharap agar pemerintah daerah setempat maupun nasional dapat lebih cepat membangun kembali rumah layak huni untuk para korban tsunami di Lampung Selatan.

 

FK Unand

Pebriyantoson,SS

Read 190 times