Indonesian English

Unand Di Visitasi Tim Asesor BANPT

Unand Di Visitasi Tim Asesor BANPT

 

Padang (Unand) – Dalam rangka Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi Universitas Andalas dikunjungi oleh tim Asesor Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BANPT) pada Senin (26/11).

Adapun tim asesor BANPT terdiri dari Prof. Dr. drh. Bambang Sektiari Lukiswanto, DEA (Universitas Airlangga), Prof. Subhilhar, Ph. D (Universitas Sumatera Utara), Prof. Dr. Made Sudarma, SE, MM (Universitas Brawijaya), Prof. Dr. Nadjadji Anwar, MSc (Institute Teknologi Sepuluh Nopember), Prof. Dr. Elly Wahyudin, MSc (Universitas Hasanuddin) dan Dr. Budhy Kurniawan, MSi (Universitas Indonesia).

Rektor Universitas Andalas Prof. Dr. Tafdil Husni, SE, MBA mengucapkan selamat datang dan terimakasih serta apresiasi tinggi atas kedatangan asesor yang telah meluangkan waktu dan pikiran untuk melakukan visitasi akreditasi di  Universitas Andalas.

Dikatakannya ini merupakan hari yang ditunggu-tunggu selama tiga bulan dimana Universitas Andalas telah menyerahkan  pengisian borang pada pertengahan Agustus 2018 lalu.

Untuk itu, dikatakannya ia siap untuk divitasi, dikroscek, disimborang dan siap untuk dihubungi mengenai  fasilitas-fasilitas yang ada di Universitas Andalas.

Ia juga meminta kepada pimpinan, tenaga pendidik (tendik) dan seluruh civitas akademika untuk menyukseskan visitasi ini karena ini merupakan masa depan Universitas Andalas.

Selain itu, Ia juga mempresentasikan perubahan dan perkembangan serta capaian terbaru di Universitas Andalas dihadapan para asesor BAN PT dan juga menggelar expo aneka produk-produk hasil inovasi penelitian.

Sementara itu, Prof. Dr. drh. Bambang Sektiari Lukiswanto, DEA mengatakan ia hadir bersama tim asesor lainnya ditugaskan BANPT untuk memotret, mengkofirmasi, memverifikasi, melihat realtime, melihat kondisi nyata berdasarkan apa yang telah di submit pada BAN PT dalam bentuk borang.

Meskipun ia berenam berasal dari berbagai Perguruan Tinggi yang berbeda tetapi dikatakannya ia dan asesor lainnya akan memberikan penilain secara objektif berdasarkan pada pedoman pandauan dimana masing-masing asesor juga sudah memberikan penilaian awal.

Menurunya yang paling penting adalah hari ini, karena hari ini adalah betul-betul pembuktian, verifikasi  dan konfirmasi terhadap apa yang telah dituliskan.

“Jadi kalau ada nilai baik sekali berarti berkinerja, tapi kalau ada nilai kurang baik itu juga kembali kepada kinerja bapak ibu, ia hanya menilai secara objektif,” ujarnya.

Ia juga mengharapkan kerjasamanya kalau nantinya asesor meminta justifikasi, bukti-bukti,  meminta hal-hal yang dibutuhkan sesuai dengan apa yang sudah dituliskan. 

Penilaiain ini nantinya akan diberikan kepada dewan ekseklutif BANPT yang nantinya akan memberikan data final terkait prediket yang akan didapatkan oleh Universitas Andalas. 

Sebagai utusan BANPT ia tidak memiliki wewenang untuk memberikan penilaian dalam konversi status akreditasi tetapi ia punya hak untuk memberikan berbagai hal dalam rekomendasi atau pembinaan selanjutnya.

Dikatakannya kehadirannya bukan bearti mencari kekurangan dan kesalahan tetapi mencari titik-titik mana yang bisa menjadi daya ungkit yang bisa menjadi stimulan bagi Universitas Andalas untuk menjadi universitas terkemuka dan bermartabat.

Disampaikannya Universitas Andalas hari ini harus lebih baik dari hari kemarin dan Universitas Andalas dimasa yang akan datang harus lebih baik dari hari ini.

Selain itu, asesor juga mewawancarai dosen, mahasiswa, alumni, tenaga pendidik dan pengguna lulusan serta juga melakukan kunjungan mengenai sarana prasana Universitas Andalas seperti Rumah Sakit, Perpustakaan dan lainnya.

 

Sumber : Humas Unand

Read 37 times