Indonesian English

Dua Kakak Beradik Dikukuhkan Jadi Guru Besar Unand

 

Guru Besar Unand 2018

Padang (Unand) – Universitas Andalas mengukuhkan dua bersaudara menjadi Guru Besar tetap, Prof. Dr. Ir. Fauzan Azima, MS dikukuhkan sebagai guru besar tetap dalam ilmu kimia hasil pertanian pada Fakultas Teknologi Pertanian dan adiknya Prof. Dr. dr. Yusrawati, SpOG (K) sebagai guru besar tetap dalam ilmu Obstetri dan Ginekologi pada Fakultas Kedokteran.

Keduanya dikukuhkan sebagai Guru Besar oleh Ketua Majelis Guru Besar Prof. Dr. Erizal Mukhtar, MS didampingi oleh Rektor Universitas Andalas Prof. Dr. Tafdil Husni, SE, MBA pada Senin (5/11) di Gedung Convention Hall Kampus Unand Limau Manis Padang.

Dalam pengukuhan ini juga dihadiri oleh delapan Guru Besar tamu dari Universitas lain diantaranya Prof. Dr. dr. Johanes C Mose, SpOG (K) (Universitas Padjajaran), Prof. Dr. dr. Jusuf E Sulaiman, SpOG (K) (Universitas Padjajaran), Prof. Dr. dr. Sofie Rifayani Krisnadi, SpOG (K) (Universitas Padjajaran), Prof. Dr. dr. Erry Gumilar Dachlan, SpOG (Universitas Airlangga).

Kemudian Prof. Dr. dr. Ichramsyah A Rahman, SpOG (K) (Universitas Indonesia), Prof. Dr. dr. Soegiharto Soebijanto, SpOG (K) (Universitas Indonesia), Prof. Dr. dr. Sarma Nursani Lumbanraja, SpOG (K) (Universitas Sumatera Utara) dan Prof. Dr. dr. Muhammad Andalas, SpOG (K) (Universitas Syiah Kuala).

Dalam orasi ilmiahnya Prof. Dr. Ir. Fauzan Azima, MS menyampaikan tentang Prospek Pengembangan Sumber Daya Lokal Sebagai Pangan Fungsional dan Produk Lainnya. Menurutnya Sumatera Barat memiliki sumberdaya alam yang beragam dan berpotensi untuk dikembangkan sebagai penyedia bahan pangan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi ataupun produk lanjutan yang bermanfaat lebih bagi kesehatan serta bernilai ekonomis tinggi.

Selain itu, ia menjelaskan cassia vera (kulit kayu manis) memiliki senyawa pembentuk citarasa (flavour) yang disukai sehingga banyak digunakan sebagai bumbu atau pemberi citarasa produk misalnya untuk bubur instan fungsional.

Sementara itu Prof. Dr. dr. Yusrawati, SpOG (K) menyampaikan tentang Aspek Filosofis dan Pencegahan Preeklamsia serta konstribusinya dalam penurunan Angka Kematian Ibu.

Dikatakannya Hipertensi dalam kehamilan merupakan salah satu penyebab tingginya angka kematian ibu didunia maka untuk pencegahan proses penyakit memerlukan pemahaman aspek filosofis berupa pemahaman konsep pengetahuan tentang etiologi dan pathogenesis.

“Pencegahan dapat dilakukan pada populasi umum adalah menghindari hipertensi gestasional, kematian perinatal dan gangguan pertumbuhan intrauterine merupakan pencegahan sekunder,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan pencegahan terjadi ; eksaserbasi hipertensi yang sudah ada sebelumnya, hipertensi gestasional dengan proteinuria, kematian prenatal dan gangguan pertumbuhan intrauterine merupakan pencegahan tertier.

Sementara itu, Rektor Universitas Andalas mengatakan hari ini adalah momentum yang patut disyukuri dalam pengukuhan ini karena bertambahnya Guru Besar Universitas Andalas maka akan semakin meningkatkan peran dan fungsi perguruan tinggi.

“Sebagai bagian dari masyarakat perguruan tinggi turut memegang peran keberlangsungan peradaban bangsa dimana seorang Guru Besar pada hakikatnya adalah seorang guru, pendidik sekaligus peneliti yang hasil penelitiannya ditunggu masyarakat luas dan tentu sangat berguna untuk pembangunan bangsa,” ujarnya.

Disampaikannya sudah barang tentu menjadi Guru Besar bukanlah akhir pencapaian karir seorang dosen tetapi menjadikan gelar pengukuhan ini sebagai spirit yang senantiasa membangkitkan inspirasi baru guna melahirkan karya-karya yang brilliant dan bermanfaat untuk khalayak umum.

 

Sumber : Humas Unand

Read 64 times