Indonesian English
Profil

Profil (57)

Kamis, 02 Maret 2017 10:39

Kardiovakular

Written by

Sejarah

Bagian Kardiologi dan Kedokteran Vaskular FK Unand diresmikan berdirinya tanggal 29 Januari 2005 oleh Rektor Unand dan dihadiri Menkes RI. Kolegium Ilmu Penyakit Jantung menetapkan Bagian Kardiologi dan KedokteranVaskuler Unand Menjadi Pusat Studi Binaan Februari 2006 dengan Pembinanya FKUI. Sudah berpengalaman mendidik PPDS Ilmu Penyakit Dalam dan Penyakit Paru sejak 2005 ( 8 Semester ) dan Sudah menerima dan mendidik PPDS Kardiologi FK Unand sejak2006 ( 6 semester ). Sudah dibuat perjanjian kerja sama antar Depertemen / Bagian yang diketahui oleh Kolegium Kardiovaskuler Indonesia, dimana Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskuler FKUI akan membina Bagian Kardiologi FK. Unan.

Sudah dibuat perjanjian kerja sama antar Depertemen / Bagian yang diketahui olehDekan FK. Unand dan Dekan FKUI , dimana Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskuler FKUI akan membina Bagian Kardiologi FK. Unand. Sudah dibuat perjanjian kerjasama antara Dekan FKUI dengan Dekan FK. Unand yang akan memayungi perjanjian kerjasama antar Bagian dalam saling meningkatkan mutu pendidika.

Menggunakan kurikulum yang dibuat oleh Kolegium Ilmu Penyakit Jantung Dan Pembuluh Darah Indonesia. Staf Pengajar saat ini berjumlah 15 orang dan 10 orang SpJP ( 3 Guru Besar 5 Lektor dan 2 asisten ) dan 10 orang Calon Staf dalam pendidikan. Fasilitas pendidikan cukup. Saat ini, 85 % dari modul kurikulum dapat dilakukan di Unand dan tahun 2010   diharapkan sudah 95 %. dan 2011 sudah full . Ini disebabkan 3 hal, yaitu :

a. Gedung Instalasi Gawat Darurat baru akan selesai pada tahun   2009.

b. Staf Bedah jantung masih diperbantukan dari Jakarta dan pendidikan SDM

Bedah Jantung akan selesai akhir tahun 2009 - 2010 .

c. Peralatan / SDM Elektrofisiologi diharapkan didapat tahun 2010 - 2011.

Jika pada awal tahun 2009 sudah dapat mandiri, maka 3 modul pendidikan yang belum sempurna itu diharapkan akan diatur berlandaskan kesepakatan kerja sama dengan FKUI   Modul Elektrofisiologi belum diperlukan dalam 4 semester kedepan. Pembina menyetujui bahwa untuk modul yang belum dapat dilaksanakan di FK. Unand akan dilakukan di FKUI dengan memberitahukan 6 bulan sebelumnya.

 

Staf Pendidik

  1. Prof. Dr. Asnil Sahim, SpJP(K)
  2. Prof. Ganesja M. Harimurti, SpJP(K)
  3. Prof. Dr. Idris Idham, SpJP(K)
  4. Dr. Aulia Sani, SpJP(K)
  5. Dr. Manufris Kasim, SpJP(K)
  6. Dr. M. Syukri, SpJP(K)
  7. Dr. Yerizal Karani, SpPD, SpJP(K)
  8. Dr. Yuli Ismail Sp, BT KV
  9. Dr. Muzni Muchtar, MSc
  10. Dr. Yaswir Jasrin, Ahli Ilmu Faal
  11. Dr. Masrul SpPD, SpJP(K)
  12. dr. Didik Haryanto, SpA(K)
  13. dr. Yudi Fadila, SpJP
  14. dr. Asril Hadis, SpJP
Kamis, 02 Maret 2017 10:33

llmu Kesehatan Kulit dan Kelamin

Written by

Sejarah

Didirikan pada tahun 1956, dan sampai tahun 1975 hanya dipimpin oleh dokter umum. Tahun 1964-1975, perkuliahan diberikan oleh “dosen terbang” dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Jakarta dan kepaniteraan klinik dilakukan di RSCM/FKUI. Pada awal tahun 1975 dr. M. Soedarto SpKK pindah dari Jakarta ke Padang dan langsung ditunjuk sebagai Kepala Bagian. Pertengahan tahun 1976, dr. Zainal Hakim SpKK telah menyelesaikan pendidikan keahliannya di FK-UNDIP Semarang dan pada akhir tahun 1976 selesai pula dr. Zulkarnain Makarim SpKK mengikuti pendidikan keahliannya di FKUI Jakarta.

Pada tahun 1980 dilakukan visitasi oleh CHS Jakarta untuk kemungkinan dibukanya pendidikan keahlian di FK-UNAND ini. Diputuskan oleh CHS bahwa FK. UNAND harus mencari “Bapak Angkat”, dan tahun 1981 FKUI menjadi “Bapak Angkat” namun proses “Bapak Angkat dan “Anak Angkat” ini belum berjalan mulus.

Untuk pengembangan staf pengajar PPDS-I dilakukan pendidikan pendahuluan di FK. UNAND selama 2 tahun dan pendidikan lanjutannya (finishing touch) dilakukan di FK. UNDIP dan FK. USU juga selama 2 tahun. Pada tahun 1966 hubungan “Bapak Angkat – Anak Angkat” dengan FKUI diperbaharui lagi dan tahun 1997 disepakati bahwa pendidikan pendahuluan dilakukan di FK. UNAND selama 1 tahun, seterusnya pendidikan lanjutan di FKUI Jakarta. Pada tahun 1999 disepakati pendidikan pendahuluan di FK. UNAND selama 2,5 tahun, seterusnya pendidikan lanjutan di FKUI Jakarta. Pada tahun 2000 telah diterima 2 orang residen untuk dididik di FK. UNAND dan menyelesaikan pendidikan di Jakarta. Pada tahun 2002 di buka program Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Fakultas Kedokteran Unand secara penuh.

Sistem tata Pamong Program Studi Ilmu Kesehatan (IK) Kulit dan Kelamin Fakultas Kedokteran (FK) Universatas Andalas (Unand) disusun berdasarkan Dokumen yang terdapat pada statuta dan SOTK Unand serta SOTK FK Unand

  • Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4302);
  • Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 1956 tentang Pendirian Universitas Andalas di Bukittinggi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1956 Nomor 40, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 1045);
  • Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2014 Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi;
  • Undang Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan  Nasional;
  • Undang Undang Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen;
  • Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 1999 Tentang Pendidikan Tinggi;
  • Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 0429/O/1992 tentang Status Universitas Andalas;
  • Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 25 tahun 2012 tentang Organisasi dan Tata Kerja Universitas Andalas;
  • Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor: 076/U/1980 tentang Program Pendidikan Dokter Spesialis I tanggal 10 Maret 1980;
  • Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 58/MPN.A4/KP/2011-2015 tentang Pengangkatan Rektor Universitas Andalas;
  • Keputusan Rektor Universitas Andalas Nomor 543/H6.1/KP/2010 tentang Pengangkatan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

 

Visi 

Visi Program Studi

Menjadi Program Studi Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin yang Terkemuka dan Bermartabat di Indonesia pada Tahun 2023

Terkemuka adalah Program Studi yang bereputasi baik, memiliki keunggulan terutama dalam pelaksanaan tridharma perguruan tinggi (pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat). Hal ini ditunjukkan dengan:

  • Dihasilkannya lulusan yang unggul baik knowledge, skill dan afektif melalui penerapan kurikulum berbasis kompetensi dengan memperhatikan kebutuhan masyarakat dan perkembangan IPTEK sehingga mempunyai daya saing global.
  • Publikasi hasil penelitian yang berkualitas yang diikuti dengan delivery hasil riset pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam rangka mendukung kemandirian bangsa.

Definisi terkemuka ini sesuai dengan yang digunakan oleh Universitas Andalas.

Bermartabat adalah lulusan Program studi Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin Fakultas Kedokteran Universitas Andalas selain memiliki kompetensi dan profesional juga memiliki karakter yang unggul. Karakter ini dirumuskan menjadi karakter Andalasian, yang dibangun oleh empat elemen, yakni elemen spiritual, karakter- karakter dalam keilmuan, amal dan sosial. Wujud dari visi Prodi IKKK FK Unand ini adalah bahwa di samping membangun kompetensi, juga bertekad membangun karakter bangsa. Definisi bermartabat yang digunakan ini juga disesuaikan dengan yang digunakan oleh Universitas Andalas.

        

Misi

Misi program studi

                                                                       

  1. Menyelenggarakan dan mengembangkan pendidikan berkualitas untuk  menghasilkan tenaga dokter Spesialis Kulit dan Kelamin yang profesional.
  2. Melaksanakan penelitian dalam mengembangkan Ilmu Pengetahuan di bidang Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin yang sesuai dengan perkembangan  ilmu pengetahuan dan teknologi.
  3. Melaksanakan pengabdian kepada masyarakat yang berkualitas berdasarkan perkembangan ilmu kedokteran di bidang Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin terkini dengan melibatkan peran serta masyarakat.
  4. Mengembangkan organisasi dalam meningkatkan tata kelola yang baik serta mampu beradaptasi dengan perubahan lingkungan yang strategis.

 

Tujuan 

Tujuan program studi

Penyelenggaraan Prodi IKKK FK Unand bertujuan untuk:

  1. Menghasilkan dokter Spesialis Kulit dan Kelamin yang berkualitas dan berakhlak mulia, tangguh, memiliki kemampuan dan wawasan akademik yang profesional  serta mampu mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi kedokteran, humaniora dan etika serta dapat bersaing di tingkat nasional dan internasional. Prodi IKKK FK Unand diharapkan juga dapat menghasilkan dokter Spesialis Kulit dan Kelamin yang memiliki standar kompetensi pendidikan dokter Spesialis Kulit dan Kelamin dan keunggulan kompetitif dalam penerapan prinsip pengelolaan sumber daya yang profesional.
  2. Meningkatkan upaya pemerataan dan perluasan akses serta dukungan untuk peserta didik.
  3. Menyelenggarakan penelitian dasar dan terapan yang inovatif serta pengabdian yang berkualitas untuk menunjang kemandirian bangsa.
  4. Meningkatkan implementasi hasil penelitian pada masyarakat (pengabdian berbasis riset) dengan menerapkan hasil penelitian dalam kegiatan pengabdian kepada mayarakat sesuai dengan masalah masyarakat setempat.
  5. Menjalin jaringan kerjasama yang produktif dan berkelanjutan dengan kelembagaan pendidikan, pemerintahan dan dunia usaha di tingkat daerah, nasional dan internasional.
  6. Menjadi Program studi Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin yang mandiri dan memiliki tata kelola yang baik.

 

Semenjak Program Pendidikan Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin FK. UNAND (PPDS FK. UNAND) diakui sebagai pusat pendidikan secara penuh pada tahun 2002, maka selanjutnya pendidikan dilaksanakan sepenuhnya di FK. UNAND, dan subbagian yang dikembangkan adalah :

  1. Subbagian Bangsal (3 bulan)
  2. Subbagian Poli Umum (Pria dan Wanita) (6 bulan)
  3. Subbagian Kosmetik Medik (3 bulan)
  4. Subbagian Alergi Imunologi (3 bulan)
  5. Subbagian Morbus Hansen (3 bulan)
  6. Subbagian Mikologi (3 bulan)
  7. Subbagian Infeksi Menular Seksual (3 bulan)
  8. Subbagian Tumor dan Bedah Kulit (3 bulan)
  9. Subbagian Dermatologi Anak (3 bulan)
  10. Subbagian Patologi Anatomi ( stase 2 bulan di Bagian Patologi Anatomi FK Unand)
  11. Subbagian Geriari (dalam pengembangan)

 

Staf Pendidik

   Nama : dr. Hj. Isramiharti, SpKK(K)

   Tanggal Lahir : 17 Juli 1945

   Email : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

   Curiculumvitae


   Nama : dr. Hj. Sri Lestari, SpKK(K)

   Tanggal Lahir : 13 Juli 1959

   Curiculumvitae

 


   Nama : dr. Rina Gustia, Sp.KK

   Tanggal Lahir : 19 Agustus 1964

   Email : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya. 

   Curiculumvitae


  Nama : Dr. dr. Satya Wydya Yenny, Sp.KK 

  Tanggal Lahir : 17 AGUSTUS 1969

  Curiculumvitae


   Nama : dr. Qaira Anum, Sp.KK

   Tanggal Lahir : 26 November 1968

   Curiculumvitae

 


  Nama : dr. Ennesta Asri, Sp.KK

  Tanggal Lahir : 31 Oktober 1974

  Email : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

  Curiculumvitae


  Nama : dr. Gardenia AKhyar, Sp.KK

  Tanggal Lahir : 28 Maret 1976

  Email : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

  Curiculumvitae

 

Kamis, 02 Maret 2017 10:32

Radiologi

Written by

Sejarah

Bermula dengan sebuah pesawat Roentgen, dikerjakan oleh seorang penata Roentgen di tahun 1950-an, pemeriksaan Roentgen sudah mulai berjalan, seiring dengan berdirinya rumah sakit dengan nama RSU Megawati di Jalan Gereja, Padang (SMP Santa Maria sekarang). Hasilnya sudah bisa, memenuhi permintaan dokter yang memerlukan pemeriksaan Roentgen (akhir-akhir ini kata “ Roentgen seakan hilang dari khazanah kata kedokteran, berganti dengan kata “ radiology “ bahkan dengan kata “imejing“). Lalu , berangsur-angsur, sesuai dengan perjalanan waktu, macam pemeriksaan makin beragam dengan bernagai jenis pesawat dan mesin Roentgen, kalau tadi orang hanya kenal dengan nama “ Pak Ramli “ sebagai tenaga “ ahli “ di bagian Roentgen, maka sejak tahun 1967 dengan kedatangan Dr. Darwin Arsyad, ( waktu itu pertengahan tahun 1960-an ) pelayanan radiologi yang dapat diberikan makin banyak dan makin beragam, dan dengan sendirinya kepercayaan akan hasil kerja Roentgen makin terbangun.

Apalagi sejak jajaran dokter spesialis radiologi diperkuat dengan kedatangan Dr. Khaidir Kasim di tahun 1970-an, maka kemampuan bagian atau unit radiologi makin tertantang untuk berkembang, baik sebagai instusi pendidikan maupun sebagai institusi pelayanan kedokteran. Maklum saja karena unit radiologi rumah sakit ini berada di bawah dua kendali induk yaitu rumah sakit umum Departemen Kesehatan, dan Fakultas Kedokteran universitas Andalas. Kini unit radiologi disebut sebagai SMF dan Instalasi Radiodiagnostik Radiotherapi dilihat dari sisi RSUP Dr. M. Djamil, dan disebut Bagian Radiologi bila dilihat dari sisi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas. Itu dilihat dari status, administrasi unit radiologi dan FK, bagaimana SDM dan teknologi?

Juga terjadi perkembangan yang berarti, terutama dari sisi kwantitas pesawat diagnostik dan terapi. Sampai sekarang ini, Instalasi Radiodiagnostik-Radioterapi (disingkat saja Instalasi RDRT ) belum lagi punya pesawat MRI dan Angiografi, yang seharusnya sebagai “ teaching hospital “ dengan kwalifikasi BI, sudah punya fasilitas radiologi yang moderen.

Sampai tahun 2002 ini unit diagnostik sudah punya pesawat CT Scan, pesawat mammografi, dan pesawat Gamma Camera di Unit Kedokteran Nuklir dan beberapa unit pesawat USG, BW maupun Colour Doopler.

Sementara itu unit radioterapi juga melengkapi diri, dengan pesawat – pesawat Cobalt 60, dilengkapi dengan pesawat Simulator, TPS dan Brakhiterapi. Dengan keberagaman fasilitas sarana, diagnostik dan terapi di Instalasi Radiodiagnostik-Radioterapi sudah lengkap, sehingga mestinya tidak perlu lagi penderita di Sumatera Bagian Tengah ini dirujuk ke Jakarta atau lari mencari pertolongan ke Johor atau ke Singapore. Bahkan pelayanan Kedokteran Nuklir yang merupakan layanan unggulan rumah sakit ini, sejak dicantumkannya di dalam Visi dan Misi Rumah Sakit DR. M. Djamil, mulai tahun 1980-an telah dapat menunjukkan kebolehannya, mulai dari pemeriksaan sederhana seperti pemeriksaan “up take jodium dan renogram” hingga ke pemeriksaan nuklir yang dianggap sulit dan canggih dengan menggunakan pesawat Gamma Camera.

Sejak akhir tahun 1980-an dan awal 1990-an, SDM radiologi diperkuat oleh dua orang spesialis radiologi lagi, yaitu Dr. Mukhtazar Sp. Rad untuk diagnostik, dan Dr. Risman Khamas, Sp.Rad, Onk yang bertanggung jawab mengelola unit radioterapi. Tenaga madya juga mulai lengkap, bahkan di antara mereka ada yang sudah mendapat pelatihan khusus di dalam maupun di luar negeri. Sedangkan pada tahun 2000 bertambah lagi satu orang dokter spesialis radiologi, Dr. Sylvia Rachman, Sp. Rad

Sejak meninggalnya Prof. Dr. H. Darwin Arsyad (tahun 2000) dan Dr. H. Khaidir Kasim (tahun 2001), tenaga medis dokter spesialis radiologi yang ada bertambah dengan Dr. Rozetti, SpRad. (2002) dan Dr. Lila Indrati, SpRad (2009). Sedangkan untuk Kedokteran Nuklir, SDM Radiologi diperkuat dengan Dr. Aisyah Elliyanti, SpKN, MKes. Dr. Muchtazar, SpRad meninggal dunia tahun 2006.

Selain tenaga dokter spesialis radiologi dan spesialis Kedokteran Nuklir, SDM Radiologi diperkuat oleh empat orang staf dokter umum, yaitu dr Tuti Handayani yang saat ini sedang menjalani PPDS I Radiologi di FK UI, dr Novita Ariani, dr Yulia Kurniawati dan dr Dina Arfiani.

 

Staf Pendidik

  1. Dr. Risman Khamas, Sp.Rad, Onk
  2. Dr. Sylvia Rachman Sp.Rad
  3. Dr. Rozetti Sp.Rad
  4. Dr. Aisyah Elliyanti, SpKN, M.Kes
  5. Dr. Lila Indrati Sp.Rad
  6. Dr. Tuti Handayani
  7. Dr. Novita Ariani
  8. Dr. Yulia Kurniawati
  9. Dr. Dina Arfiani
Kamis, 02 Maret 2017 10:29

Ilmu Kesehatan Mata

Written by

Sejarah

Pada tahun 1970, dr. Hafid Ardy melanjutkan pendidikan spesialisnya ke Jakarta. Kemudian tahun 1973 dr. Khalilul Rahman dan dr. Nerwati Ibrahim diterima sebagai asisten dan tahun 1976 melanjutkan pendidikannya ke Jakarta yang sebelumnya telah mengikuti pendidikan pendahuluannya di Padang. Setelah berpindah-pindah bangsal akhirnya tahun 1977, Bagian Mata mendapatkan ruangan yang cukup lengkap dengan 50 tempat tidur dan ruangan lain untuk keperluan pendidikan.

Seiring dengan kembalinya dr. Hafid Ardy tahun 1977, Bagian Ilmu Kesehatan Mata menerima 2 orang asisten lagi yaitu dr. Muslim dan dr. Syarif Amal. Pada tahun 1980, dr. Khalilul Rahman kembali ke Padang dan dengan demikian lengkaplah tenaga pengajar untuk program spesialis. Pada tahun 1981, Dirjen DIKTI melaksanakan visitasi, dengan demikian maka Bagian Mata FK Unand telah diakui sebagai tempat penyelenggaraan Program Pendidikan Dokter Spesialis Ilmu Kesehatan Mata dengan SK Dirjen DIKTI No.054/DJ/KEP/1982.

Dr. H. Muslim dan dr. Syarif Amal adalah lulusan perta dari Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS-1) Ilmu Kesehatan Mata FK Unand yang dilantik pada bulan Juli 1984. Sejak itu, Program Pendidikan Dokter Spesialis Ilmu Kesehatan Mata mulai menerima peserta didik. Menyusul kemudian, dr. Ardizal Rahman, SpM juga direktur menjadi staf pengajar namun sebelum ybs wajib mengikuti Wajib kerja Sarjana selama 2 tahun di Timor Timur. Setelah itu beliau kembali ke Bagian Mata FK Unand untuk mengikuti proses pendidikan spesialisnya di Bagian Ilmu Kesehatan Mata FK Unand. Saat ini di Ilmu Kesehatan Mata FK Unand dikelola oleh 16 orang staf pengajar.

PPDS Ilmu Kesehatan Mata FK Unand telah menghasilkan 42 orang dokter spesialis mata yang sudah tersebar di seluruh tanah air, yang mana sebagiannya juga dijadikan staf pengajar.

Seiring berjalannya waktu, para pengajar telah menjalani tambahan program fellowship untuk mengembangkan sub bagian, diantaranya yaitu:

  • dr. Hj. Getry Sukmawati, SpM (Fellowship Infeksi dan Imunologi di UI)
  • dr. Kemala Sayuti, SpM (Fellowship Pediatrik Oftalmologi di UI)
  • dr Yaskur Syarif, SpM (Fellowship Oftalmologi Komunitas di UnPad)
  • dr. Irayanti, SpM (Fellowship Refraksi dan Lensa Kontak di UI)
  • dr. M. Hidayat, SpM (Fellowship Neuro-Oftalmologi di UI)
  • dr. Heksan, SpM (Fellowship Vitreo Retina di UI)
  • dr. Harmen, SpM (Fellowship Glaukoma di UI)
  • dr. Hendriati,SpM(K) (Fellowship Rekonstruksi di UI)
  • dr. Marjis, SpM (Fellowship Fakoemulsifikasi di UnPad)
  • dr. Sri Handayani MP,SpM (Fellowship Strabismus di Unpad)
  • dr. Weni Helvinda, SpM (Fellowship Vitreo Retina di Unpad)

Sedangkan dr. Azmin Azizi, SpM direncanakan akan Fellowship Pediatrik Oftalmologi dalam waktu dekat.

Dalam lima tahun terakhir, staf yang pensiun diantaranya adalah Prof. dr. H. Ibrahim, S,SpM (K) yang pensiun tahun 2002 pada saat berumur 70 tahun, dan menjadi staf kembali sebagai guru besar Emeritus sampai sekarang. Prof. dr. H. Marias Marianas, SpM (K) pada tahun 2002 memasuki usia 65 tahun dan atas permintaan Bagian, masa pensiun diperpanjang sampai usia 70 tahun. Sedangkan Prof. dr. H. Hafid Ardy, SpM (K) meninggal dunia 20 Juni 2004 dalam usia 68 tahun. Pada tahun 2009, 2 staf memasuki masa pensiun yaitu dr. Muslim, SpM dan dr. Yaskur Syarif SpM. Atas permintaan Bagian, kedua orang staf ini masih tetap dilibatkan dalam program pendidikan dokter spesialis mata FK Unand.

 

Staf Pendidik

  1. dr. ARDIZAL RAHMAN, SpM
  2. dr. KEMALA SAYUTI, SpM
  3. dr. MUSLIM, SpM
  4. dr. M. HIDAYAT, SpM
  5. dr. Hendriati,SpM(K)
  6. dr. GETRY SUKMAWATI, SpM
  7. dr. Muslim, SpM
  8. dr. Getry Sukmawati, SpM
  9. dr. Kemala Sayuti, SpM
  10. dr. Kemala Sayuti, SpM
  11. dr. Irayanti, SpM
Kamis, 02 Maret 2017 10:19

Forensik

Written by

Sejarah

 

Bagian Ilmu Kedokteran Forensik didirikan pada bulan Agustus tahun 1964 oleh Rektor Universitas Andalas, Drs. Harun Zain dan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Dr. Soelaiman Sastrawinata.

Tahun 1964-1988, Kepala Bagian Ilmu Kedokteran Forensik adalah Dr. H. Chaidir Kamil. Kegiatan yang dilakukan yaitu berupa kuliah dan kepaniteraan klinik yang dibimbing oleh Dr. Chaidir Kamil. Pada tahun 1988-1990, Kepala Bagian Ilmu Kedokteran Forensik pindah tangan kepada dr. AR. Syahrial, Sp. OG. Setelah itu, pada tahun 1990-1995, Kepala Bagian Ilmu Kedokteran Forensik menjadi Dr. Julius Djamil, Sp. S.

Tahun 1995-2009, Kepala Bagian Ilmu Kedokteran Forensik adalah Dr. H. M. Husni Gani, Sp. F. Kegiatan di bagian Forensik masih berupa kuliah dan kepaniteraan klinik. Namun, pada tahun 2009, Dr. H. M. Husni Gani, Sp. F pensiun dan digantikan oleh  Dr. Rika Susanti, Sp. F, dengan masa jabatan dari tahun 2009-2017.

Dr. Rika Susanti bergabung menjadi staf bagian Forensik pada tahun 2002, dan setelah itu, pada tahun 2004-2007, menempuh pendidikan spesialis Forensik di Fakultas Kedokteran Universitas Andalas. Pada tahun 2002, Dra. Hj. Daryati Mardja, Apt bergabung kedalam bagian Forensik setelah dihapuskannya Bagian Farmasi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas.

Tahun 2010, Dr. Rika Susanti, Sp. F. disahkan menjadi Kepala Bagian Ilmu Kedokteran Forensik. Sejak tahun 2010 kegiatan dibagian Forensik telah berkembang menjadi beberapa kegiatan, seperti :

-          Kepaniteraan klinik dari system konvensional menjadi system PBL (Problem Based Learning)

-          Pemeriksaan mayat yang mengalami tindak pidana ( forensik patologi ).

-          Forensik klinik di IGD (Instalasi Gawat Darurat)

Pada tahun 2009, Dr. Taufik Hidayat bergabung ke dalam bagian Forensik. Melanjutkan pendidikan spesialis di Fakultas Kedokteran UGM pada tahun 2013-2016. Kembali bertugas pada tahun 2017 dan menjabat menjadi Kepala Instalasi Kedokteran Forensik pada tahun 2017.

Tahun 2010, Dr. Citra Manela masuk ke dalam staf bagian Forensik dan melanjutkan pendidikan spesialis di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia pada tahun 2011-2014. Kembali menjadi staf bagian Forensik pada tahun 2016 dan menjabat menjadi Kepala Bagian Forensik pada tahun 2017.

Kegiatan pengabdian masyarakat yang pernah dilakukan dibagian Forensik :

-          Sosialisasi UU PKDRT di wilayah kerja kecamatan Kuranji pada tahun 2008.

-          Pelatihan pembuatan VeR dokter umum di Puskesmas Kodya Padang tahun 2009.

-          Identifikasi korban gempa bumi Padang, 30 September 2009 dengan tim DVI Pusat.

-          Penyuluhan tentang kekerasan fisik dan seksual pada anak di TK adzkia Kuranji Padang, tahun 2015.

-          Penyuluhan tentang kekerasan fisik dan seksual pada anak di TK Al Azhar Padang, tahun 2015

-          Pelatihan penulisan VeR untuk dokter di Kabupaten Kepulauan Mentawai tahun 2016.

Pada saat ini total jumlah staf pengajar di Bagian Ilmu Kedokteran Forensik adalah empat orang, DR. Dr. Rika Susanti, Sp. F (Wakil Dekan I), Dr. Citra Manela, Sp. F (Kepala Bagian), Dr. Taufik Hidayat, Sp. F (Sekretaris Bagian) dan Dr. Noverika Windasari (sedang tugas belajar di UNPAD).

 

Keunggulan Bagian Forensik dan Medikolegal

 

  1. Forensik Klinik (Pemeriksaan Korban Hidup)
    1. Kecelakaan lalu lintas
    2. Kecelakaan kerja
    3. Kekerasan dalam rumah tangga
    4. Kejahatan seksual
    5. Kekerasan terhadap anak
  2. Forensik Patologi (Pemeriksaan Korban Meninggal)
    1. Pemeriksaan luar jenazah
    2. Pemeriksaan dalam jenazah (autopsy)
    3. Pengawetan jenazah (embalming)
  3. Konsultasi Medikolegal
  4. Konsultasi Paternity Test

 

Staf Pendidik

Pada saat ini total jumlah staf pengajar di Bagian Ilmu Kedokteran Forensik adalah empat orang, DR. Dr. Rika Susanti, Sp. F (Wakil Dekan I), Dr. Citra Manela, Sp. F (Kepala Bagian), Dr. Taufik Hidayat, Sp. F (Sekretaris Bagian) dan Dr. Noverika Windasari (sedang tugas belajar di UNPAD).

No

Tahun

Nama

Keterangan

1.

1964 - 1988

Dr. H. Chaidir Kamil

Meninggal tahun 2009

2.

1988 - 1990

Dr. HAR Syahrial, Sp. OG

Pindah ke Bagian kebidanan

3.

1990 - 1995

Dr. H. Julius Djamil, Sp. S

Pindah ke Bagian Syaraf

4.

1995 - 2009

Dr. H. M. Husni Gani, Sp. F

Pensiun Oktober 2009

5.

2009 - 2017

DR. Dr. Rika Susanti, Sp. F

Menjadi Wakil Dekan I

6.

2017 - Sekarang

Dr. Citra Manela, Sp. F

  1. NAMA-NAMA STAF BAGIAN FORENSIK DAN MEDIKOLEGAL

No.

Nama

Pendidikan

Tempat Pendidikan

Alamat

Keterangan

1.

DR. Dr. Rika Susanti, Sp. F

Dokter Umum FK. UA

Sp. Forensik dan Medikolegal FK. UI

S3. Biomedik FK. UA

FK. UA, 2002

FK. UI, 2007

FK. UA, 2016

Perumahan Pelangi Regensi Blok A, No. 6, Padang

Wakil Dekan I

2.

Dr. Taufik Hidayat, M. Sc, Sp. F

Dokter Umum FK. UA

Sp. Forensik dan Medikolegal Fk. UGM

S2. Ilmu Kedokteran Klinik Fk. UGM

FK. UA, 2008

FK. UGM, 2016

Kel. Gurun Lawas RT/RW. 02/03, No. 34, Kec. Nanggalo

Sekretaris Bagian/Kepala Instalasi Forensik

3.

Dr. Citra Manela, Sp. F

Dokter Umum FK. UA

Sp. Kedokteran Forensik FK. UI

FK. UA, 2008

FK. UI, 2014

Komplek PT. Semen Padang L 75 Blok C3 No. 9, Indarung, Padang

Kepala Bagian Foensik

4.

Dr. Noverika Windasari

Dokter Umum FK. UA

FK. UA, 2010

Komplek Kodam blok C-5, Siteba, Padang

Staf Bagian Forensik

 

 

Kamis, 02 Maret 2017 10:18

Anestesiologi

Written by

Sejarah

Bagian Anestesi Fk-Unand / RSUP dr. M. Djamil sebelum berdiri sendiri adalah merupakan bagian dari bagian ilmu bedah Fk-Unand. Pendiriannya diresmikan oleh Dekan Fk-Unand waktu itu dr. Soemanto dan Direktur RSUP dr. M. Djamil adalah dr. Syamsir Daili dan pada saat peresmiannya itu dihadiri oleh Bapak Prof. dr. Mohammad Kelan, pendiri anestesiologi Indonesia yang waktu itu menjabat sebagai kepala bagian anestesiologi FKUI/RSCM Jakarta.

Staf Pendidik

  1. dr. Hari Purnomo, Sp.An. Pindah ke Jakarta
  2. dr. Syahrial Ahmad, Sp.An. Pindah ke Bgn. Anestesi RS. Persahabatan
  3. dr. H. Yusril, Sp.An. Pensiun
  4. dr. AZ Rifki, Sp.An. Pensiun

 

Kamis, 02 Maret 2017 09:48

Kimia

Written by

Sejarah

Didirikan tahun 1955, dengan Kepala Bagian pertamanya Prof. Isrin Nurdin. Perlengkapan Laboratorium disumbang oleh Stanvac. Saat ini telah memiliki 2 Staf S2 yang mendapat pendidikan, hal ini dilakukan oleh para staf agar para dokter yang dihasilkan oleh FK-Unand adalah dokter yang berkemampuan dasar ilmu kedokteran yang baik untuk dapat bersaing di era globalisasi.

 

Staf Pendidik

  1. Dra. Elmatris SY. M.S
  2. Dra. Asterina, MS
  3. Drs. Endrinaldi, MS

 

Kamis, 02 Maret 2017 09:47

Biologi

Written by

Sejarah

Bagian ini didirikan pada tahun 1960 dengan Kepala Bagian pertemanya drs. Widan menjabat sampai tahun 1965. Untuk meningkatkan pendidikan para stafnya, beberapa diantara mereka telah dikirim ke pusat - pusat pendidikan di Jakarta, Yogyakarta, Semarang, Surabaya dan Manado. Saat ini Bagian Biologi Kedokteran ini telah memiliki 3 orang Staf S2.

 

Staf Pendidik

  1. dr.Hj. Hasnar Hasyim
  2. dra. Arni Amir, MS
  3. dra. Eliza, MS
  4. dr. Muhammad Reza, PhD
Kamis, 02 Maret 2017 09:46

Fisika

Written by

Sejarah

Fisika Kedokteran UNAND didirikan oleh dr. Nord Fordst asal Swedia pada tahun 1955 di Birugo tepatnya di SD Birugo Bukittinggi sekarang. Setelah pindah ke Padang pada tahun 1960 bagian Fisika FK-UNAND pernah melayani praktikum Fisika dari seluruh Fakultas yang ada di lingkungan Unand dan FKIP Padang. Tahun 1979-1981 bergabung dengan “Service Departemen Fisika Unand” yang dikelola oleh FMIPA.

Untuk merespon perkembangan ilmu kedokteran, bagian Fisika kedokteran sudah berupaya menyesuikan kurikulum fisika sesuai dengan kebutuhan seorang calon dokter dari “basic physics” menjadi “medical physics”. Begitu juga dalam hal praktikum fisika dasar dikurangi sebisa mungkin dan menggantinya dengan praktikum fisika kedokteran, seperti penggunaan termometer, penggunaan tensimeter, pengukuran laju endap darah, aplikasi hukum ohm pada tubuh manusia (praktikum TENS SKIN) dan lain-lain. Beberapa alat praktikum telah diperbaharui dengan adanya dana non-reguler dan matrikulasi.

Untuk saat sekarang laboratorium fisika kedokteran FK-UNAND melayani praktikum untuk mahasiswa program matrikulasi dan program studi ilmu keperawatan FK-UNAND.

Dalam 5 tahun terakhir telah 3 orang staf yang pensiun, yaitu : Alm. Dr. Mirfan, dr. H. Amiruddin Kaoem dan Drs. Zaharuddin Ali.

 

Staf Pendidik

  1. DRS. JULIZAR NAZAR, APT, M.KES
  2. DR. HJ. DJUSMAINI ISMAEL
  3. DR. AISYAH ELLIYANTI, SpKN,M.KES
  4. DR.AISYAH ELLIYANTI, SpKN,M.KES
  5. DR. DJUSMAINI ISMAEL
  6. DR. LILI IRAWATI, M.BIOMED
  7. DR. MIFTAH IRRAMAH

 

Kamis, 02 Maret 2017 09:46

Farmakologi

Written by

Sejarah

Kegiatan perkuliahan farmakologi dimulai sejak tahun 1960 dengan didatangkannya dosen dari FKUI. Pada tahun 1962, Drs.Med. Junaidi (koordinator perlengkapan) bersama Drs.Med.M.Zein Zainudin dan Drs.Med Yap Tjai Kiat (koordinator perkuliahan dan praktikum) memotori berdirinya bagian farmakologi sekalipun masih harus menumpang pada bagian fisiologi. Pada tahun 1971, dr. Yavis diutus untuk mengikuti pendidikan di FKUI dan kembali dengan brevet Ahli Farmakologi pada tahun 1972. Pendidikan serupa baru terlaksana kembali pada tahun 1980 yang diikuti oleh dr. Bahroelim Bahry (brevet 1982). Pada tahun 1976, dr. Syaifullah rani mengikuti TERC di Australia dan tahun 1981 beliau mengikuti pendidikan pasca sarjana di FK UNAIR Surabaya. Mulai tahun 1975, Dra. Salma Salim, Apt menjadi staf pengajar dan diikuti tahun 1978 oleh dr. Hasni Syam. Tahun 1981 Dra. Salma Salim mengikuti Orientasi Bidang Farmakologi Analitik (Analisa Obat) di bagian Farmakologi FKUI. Pada tahun 1980, dr. M. Husni Gani bergabung menjadi staf pengajar, namun pada tahun 1989 beliau pindah ke bagian Forensik FK Unand. Tahun 1992, Dra. Salma Salim dan dr. Hasni Syam mendapatkan akreditasi dari IKAFI sebagai Ahli Farmakologi.

Pada tahun 1988, Dra. Yusticia Katar, Apt mendapat kesempatan untuk mengikuti pendidikan S2-S3 di Universitas Erlangen-Nuremberg Jerman dan kembali dengan gelar Doktor pada tahun 1993. Program pendidikan magister kemudian diikuti pula oleh dr. Handayani di FK UNAIR tahun 2000 dan dr. Rahmatini di FK UGM pada tahun 2001. Dra. Elly Usman, Apt, MS, Dra. Erlina Rustam, Apt, MS serta Drs. Hari Purnomo, Apt, MS bergabung sebagai dosen Bagian Farmakologi dan Terapeutik pada tahun 1999, namun tahun 2006 Drs. Hari Purnomo, Apt, MS pindah tugas ke UGM. Kekurangan staf diisi oleh dr. Laila Isrona tahun 2003 dan dr. Ilmiawati pada tahun 2008.

Pada tahun 2014 Bagian Farmakologi harus melepaskan dua orang staf yang sangat potensial untuk menempati posisi lain; Dr. dr. Handayani akan menjabat sebagai Dekan pada sebuah fakultas kedokteran swasta di pulau Jawa, sedangkan dr. Laila Isrona, M.Sc akan berkiprah di Bagian Pendidikan Kedokteran FK Universitas Andalas.

Tahun 2014 juga ditandai oleh kepulangan dr. Ilmiawati yang telah menyelesaikan pendidikan doktor di bidang Toksikologi Lingkungan di Jichi Medical University, Jepang. Pada tahun yang sama dr. Rozi Abdullah diterima sebagai staf pengajar dan beliau segera melanjutkan pendidikan profesinya, menyusul dr. Gestina Aliska, pada Program Pendidikan Dokter Spesialis Farmakologi Klinik di Universitas Indonesia.

 

Kegiatan

1. Pendidikan

Bagian Farmakologi berperan dalam pendidikan farmakologi pada Program Studi Pendidikan Dokter dan Program Studi Kebidanan di Fakultas Kedokteran, Program Studi Kesehatan Masyarakat di Fakultas Kesehatan Masyarakat, dan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Andalas. Selain memberikan perkuliahan di FK Unand, Bagian Farmakologi dan Terapeutik juga melayani perkuliahan pada jenjang pendidikan lain seperti AKPER, AKBID, APKTS, AKZI dan pendidikan swasta sejenis lainnya. Selain itu, Bagian Farmakologi dan Terapeutik juga aktif berpartisipasi bersama Dit POM Sumbar dan Dirjen POM Pusat dalam penyelengggaraan dan pelatihan di bidang obat seperti Obat Generik Berlogo, Pengobatan Secara Rasional, Narkoba, Manajemen Obat, dan lain-lain.

2. Penelitian

Penelitian endokrinologi molekuler dan toksikologi lingkungan menjadi fokus penelitian dr. Ilmiawati, Ph.D. Sementara itu, dr. Rahmatini, M.Kes dan dr. Gestina Aliska aktif meneliti mengenai penggunaan antibiotika dan pola resistensinya. Penelitian tersebut telah dipublikasi di tingkat internasional (lihat profil staf).

3. Pengabdian Masyarakat

Untuk pelayanan konsultasi terapeutik di RS dr. M. Djamil dipercayakan kepada staf Farmakologi dan Terapeutik FK Unand dalam wadah SMF Farmakologi Klinik RS dr. M. Djamil Padang dan Instalasi Farmakologi Klinik.

Bagian Farmakologi aktif dalam kegiatan pengabdian masyarakat antara lain penyuluhan peresepan yang rasional untuk tenaga kesehatan dan penyuluhan terkait toksisitas polutan lingkungan. Pada tanggal 12 Oktober 2014 Bagian Farmakologi bekerja sama dengan Kantor Kecamatan Bungus Teluk Kabung mengadakan penyuluhan masyarakat yang bertajuk “Edukasi pemakaian plastik sebagai kemasan makanan dan minuman serta risikonya terhadap kesehatan” dengan narasumber dr. Ilmiawati,Ph.D dan dihadiri oleh pemuka masyarakat di Kecamatan Bungus Teluk Kabung.

 

Staf Pengajar

  1. Dra. Erlina Rustam, MS, Apt (Ketua Bagian)
  2. dr. Rahmatini, M.Kes (Sekretaris Bagian)
  3. Dra. Elly Usman, MS, Apt
  4. DR. Yusticia Katar, Apt
  5. dr. Ilmiawati, Ph.D
  6. dr. Gestina Aliska (PPDS Farmakologi Klinik FKUI)
  7. dr. Rozi Abdullah (PPDS Farmakologi Klinik FKUI)