Indonesian English

Biokimia

Sejarah

Bagian Biokimia pada awalnya dikembangkan oleh Prof. H. Schulelts di Bukittinggi pada tahun 1957. Pada masa itu terjadi pergolakan daerah sehingga dosen luar negeri yang diperbantukan pada Universitas Andalas berkurang dan menyebabkan perkuliahan dan praktikum terhenti.

Pada tahun 1961 bagian Biokimia pindah ke Padang dimana tempat kuliah dan praktikum tidak pada satu tempat, staf pengajar waktu itu adalah Prof. A. Roesma. Untuk memenuhi kebutuhan staf pengajar, Laboratorium Biokimia Unand mengirim staf pengajar ke FKUI, diantaranya adalah Havid Ardi, Marias Marianas dan Zainil D Muchtar. Disamping itu Lab Biokimia Unand mendapat bantuan beberapa orang staf pengajar Biokimia dari FKUI.

Laboratorium Biokimia pindah ke Jl. Situjuh No. 1 pada tahun 1970, perkuliahan dan praktikum sudah pada satu tempat, disini praktikum kwantitatif sudah pakai alat foto calorimeter buatan Jepang. Perkuliahan dibagi dua tahap yaitu pada mahasiswa tingkat II yunior dan tingkat II senior

Tahun 1977 Laboratorium biokimia pindah lagi dan menempati ruangan yang permanen sampai sekarang, yaitu Jl Perintis Kemerdekaan No. 77. Materi perkuliahan dan praktikum diberikan sebanyak 7 Sks, 3sks diberikan pada mahasiswa tingkat I dan pada tingkat II diberikan 4 Sks. Staf pengajar biokimia yang menyelesaikan program strata 3 (S3) diluar dan dalam negeri sudah 3 orang sampai tahun 1988.

Pada tahun 2004 metode perkuliahan pada FKUA Unand berubah dari sistem lama Teacher Center Learning (TCL) menjadi Student Center Learning (SCL) atau lebih dikenal dengan Problem Base Learning (PBL). Pada sistem PBL kuliah Biokimia seluruhnya lebih kurang 16 x 50 menit atau 1 Sks sedangkan praktikum hanya ½ Sks. Selain kuliah dan praktikum mahasiswa mengikuti proses tutorial, khusus untuk metabolisme karbohidrat, protein, lemak, nukleotida dan hubungan metabolisme diselesaikan dua kali tutorial ( 4 jam ).

Alat laboratorium yang dimiliki Bagian Biokimia sampai 2010 belum banyak perubahan diantaranya berupa spectrofotometer dan Gama counter / Radio Immuno Assay (RIA).

 

Staf Pendidik

  1. Prof Prof.dr. Fadil Oenzil PhD, SpGK
  2. Prof. Dr. dr. H. Nursal Asbiran
  3. Dr.Susila Sastri M.Biomed
  4. Dr. Husnil Kadri, M.Kes
  5. Dr. Zulkarnain Edwar PhD
  6. Dr. Hirowati Ali
  7. Dr. Rauza Sukma Rita
  8. Dra. Eti Yerizel, MS
  9. Dra Yutini Alioes, Apt Ms
  10. Dessy Arisanty, S.Si, M.Sc
Read 493 times Last modified on Kamis, 02 Maret 2017 09:37