Indonesian English

Radiologi

Sejarah

Bermula dengan sebuah pesawat Roentgen, dikerjakan oleh seorang penata Roentgen di tahun 1950-an, pemeriksaan Roentgen sudah mulai berjalan, seiring dengan berdirinya rumah sakit dengan nama RSU Megawati di Jalan Gereja, Padang (SMP Santa Maria sekarang). Hasilnya sudah bisa, memenuhi permintaan dokter yang memerlukan pemeriksaan Roentgen (akhir-akhir ini kata “ Roentgen seakan hilang dari khazanah kata kedokteran, berganti dengan kata “ radiology “ bahkan dengan kata “imejing“). Lalu , berangsur-angsur, sesuai dengan perjalanan waktu, macam pemeriksaan makin beragam dengan bernagai jenis pesawat dan mesin Roentgen, kalau tadi orang hanya kenal dengan nama “ Pak Ramli “ sebagai tenaga “ ahli “ di bagian Roentgen, maka sejak tahun 1967 dengan kedatangan Dr. Darwin Arsyad, ( waktu itu pertengahan tahun 1960-an ) pelayanan radiologi yang dapat diberikan makin banyak dan makin beragam, dan dengan sendirinya kepercayaan akan hasil kerja Roentgen makin terbangun.

Apalagi sejak jajaran dokter spesialis radiologi diperkuat dengan kedatangan Dr. Khaidir Kasim di tahun 1970-an, maka kemampuan bagian atau unit radiologi makin tertantang untuk berkembang, baik sebagai instusi pendidikan maupun sebagai institusi pelayanan kedokteran. Maklum saja karena unit radiologi rumah sakit ini berada di bawah dua kendali induk yaitu rumah sakit umum Departemen Kesehatan, dan Fakultas Kedokteran universitas Andalas. Kini unit radiologi disebut sebagai SMF dan Instalasi Radiodiagnostik Radiotherapi dilihat dari sisi RSUP Dr. M. Djamil, dan disebut Bagian Radiologi bila dilihat dari sisi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas. Itu dilihat dari status, administrasi unit radiologi dan FK, bagaimana SDM dan teknologi?

Juga terjadi perkembangan yang berarti, terutama dari sisi kwantitas pesawat diagnostik dan terapi. Sampai sekarang ini, Instalasi Radiodiagnostik-Radioterapi (disingkat saja Instalasi RDRT ) belum lagi punya pesawat MRI dan Angiografi, yang seharusnya sebagai “ teaching hospital “ dengan kwalifikasi BI, sudah punya fasilitas radiologi yang moderen.

Sampai tahun 2002 ini unit diagnostik sudah punya pesawat CT Scan, pesawat mammografi, dan pesawat Gamma Camera di Unit Kedokteran Nuklir dan beberapa unit pesawat USG, BW maupun Colour Doopler.

Sementara itu unit radioterapi juga melengkapi diri, dengan pesawat – pesawat Cobalt 60, dilengkapi dengan pesawat Simulator, TPS dan Brakhiterapi. Dengan keberagaman fasilitas sarana, diagnostik dan terapi di Instalasi Radiodiagnostik-Radioterapi sudah lengkap, sehingga mestinya tidak perlu lagi penderita di Sumatera Bagian Tengah ini dirujuk ke Jakarta atau lari mencari pertolongan ke Johor atau ke Singapore. Bahkan pelayanan Kedokteran Nuklir yang merupakan layanan unggulan rumah sakit ini, sejak dicantumkannya di dalam Visi dan Misi Rumah Sakit DR. M. Djamil, mulai tahun 1980-an telah dapat menunjukkan kebolehannya, mulai dari pemeriksaan sederhana seperti pemeriksaan “up take jodium dan renogram” hingga ke pemeriksaan nuklir yang dianggap sulit dan canggih dengan menggunakan pesawat Gamma Camera.

Sejak akhir tahun 1980-an dan awal 1990-an, SDM radiologi diperkuat oleh dua orang spesialis radiologi lagi, yaitu Dr. Mukhtazar Sp. Rad untuk diagnostik, dan Dr. Risman Khamas, Sp.Rad, Onk yang bertanggung jawab mengelola unit radioterapi. Tenaga madya juga mulai lengkap, bahkan di antara mereka ada yang sudah mendapat pelatihan khusus di dalam maupun di luar negeri. Sedangkan pada tahun 2000 bertambah lagi satu orang dokter spesialis radiologi, Dr. Sylvia Rachman, Sp. Rad

Sejak meninggalnya Prof. Dr. H. Darwin Arsyad (tahun 2000) dan Dr. H. Khaidir Kasim (tahun 2001), tenaga medis dokter spesialis radiologi yang ada bertambah dengan Dr. Rozetti, SpRad. (2002) dan Dr. Lila Indrati, SpRad (2009). Sedangkan untuk Kedokteran Nuklir, SDM Radiologi diperkuat dengan Dr. Aisyah Elliyanti, SpKN, MKes. Dr. Muchtazar, SpRad meninggal dunia tahun 2006.

Selain tenaga dokter spesialis radiologi dan spesialis Kedokteran Nuklir, SDM Radiologi diperkuat oleh empat orang staf dokter umum, yaitu dr Tuti Handayani yang saat ini sedang menjalani PPDS I Radiologi di FK UI, dr Novita Ariani, dr Yulia Kurniawati dan dr Dina Arfiani.

 

Staf Pendidik

  1. Dr. Risman Khamas, Sp.Rad, Onk
  2. Dr. Sylvia Rachman Sp.Rad
  3. Dr. Rozetti Sp.Rad
  4. Dr. Aisyah Elliyanti, SpKN, M.Kes
  5. Dr. Lila Indrati Sp.Rad
  6. Dr. Tuti Handayani
  7. Dr. Novita Ariani
  8. Dr. Yulia Kurniawati
  9. Dr. Dina Arfiani
Read 734 times